SIDOARJO – Universitas Ma’arif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo menggelar puncak UMAHA National Smart Competition and Olympiad (UNISCO) 2026 di Grha Anugrah Gusti 2 UMAHA, Sidoarjo, Rabu (30/9/2026).
Kompetisi yang untuk pertama kalinya diselenggarakan UMAHA tersebut diikuti sebanyak 585 peserta dari 84 sekolah yang berasal dari 14 provinsi di Indonesia. Antusiasme peserta dari berbagai daerah menjadi salah satu catatan penting dalam pelaksanaan perdana UNISCO.
Rektor UMAHA, dr. H. Hidayatullah, Sp.S/Sp.N, mengatakan UNISCO dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempertemukan siswa-siswi berprestasi dari berbagai daerah.
Menurutnya, pelaksanaan UNISCO tidak hanya berorientasi pada perebutan juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan kompetisi yang sehat bagi para peserta.
“UNISCO merupakan salah satu bentuk komitmen UMAHA dalam menyediakan ruang bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, serta keberanian dalam menunjukkan potensi terbaiknya,” ujar Hidayatullah.
Ia menegaskan, kompetisi tersebut bukan semata-mata mengenai siapa yang menjadi juara. UNISCO juga menjadi ruang belajar, berkompetisi secara sehat, bertemu dengan talenta-talenta terbaik, sekaligus membangun mimpi masa depan.
Karena itu, Hidayatullah berharap UNISCO dapat menjadi salah satu pintu lahirnya generasi muda yang cerdas dan berprestasi, namun tetap menjunjung tinggi integritas, sportivitas, serta nilai-nilai kemanusiaan.
Sembilan Bidang Disesuaikan dengan Fakultas
Hidayatullah menjelaskan, penentuan bidang lomba UNISCO sempat menjadi pembahasan internal panitia. UMAHA memiliki empat fakultas, yakni bidang kesehatan, hukum, ekonomi dan bisnis, serta teknik.
Dari empat bidang keilmuan tersebut, kemudian dikembangkan menjadi sejumlah kategori kompetisi hingga akhirnya ditetapkan sembilan bidang lomba.
“Kita ada empat fakultas. Pokoknya bidang ini harus mengikuti empat fakultas ini, harus ada di situ. Panitia meminta sembilan, akhirnya sembilan bidang diselenggarakan di sini,” jelasnya.
Salah satu rangkaian UNISCO juga akan dilaksanakan di Hutan Wakaf YPM di wilayah Mojokerto. Menurut Hidayatullah, pemilihan lokasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kompetisi, tetapi sekaligus menjadi sarana memperkenalkan keberadaan hutan wakaf yang dikelola Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM).
Ia menyebut luas Hutan Wakaf YPM sekitar tiga hektare. Keberadaan kawasan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari kontribusi YPM terhadap lingkungan hidup.
“Sekaligus kami ingin mengenalkan Hutan Wakaf YPM. Jadi YPM ini mempunyai hutan wakaf dan cukup luas, sekitar tiga hektare,” katanya.
UMAHA sendiri berada di bawah naungan YPM yang telah berdiri sejak 1965. Hidayatullah menjelaskan, YPM kini menaungi sekitar 21 lembaga pendidikan dengan jumlah peserta didik yang mencapai ribuan.
Sementara UMAHA saat ini memasuki tahun ke-12 sebagai universitas. Sebelum menjadi universitas, lembaga tersebut berkembang dari sejumlah institusi pendidikan tinggi, antara lain sekolah tinggi ilmu ekonomi, sekolah tinggi ilmu hukum, sekolah tinggi teknik dan akademi analis kesehatan yang kemudian melebur menjadi UMAHA.
Peserta dari Berbagai Daerah
Hidayatullah mengaku antusiasme peserta UNISCO 2026 berada di luar ekspektasi pihak kampus. Dari target dan perencanaan awal, ternyata kompetisi perdana tersebut mampu menarik 585 peserta dari 14 provinsi.
Ia bahkan menyoroti kehadiran peserta dari Bogor yang datang langsung ke Sidoarjo untuk mengikuti kompetisi.
“Ini membuktikan bahwa meskipun ini event pertama kali kami selenggarakan, ternyata antusiasme adik-adik siswa-siswi di seluruh Indonesia cukup besar,” ungkapnya.
Menurut Hidayatullah, jumlah peserta tersebut masih berpotensi meningkat apabila pelaksanaan UNISCO tidak berbarengan dengan sejumlah agenda pendidikan di sekolah.
Saat ini, sejumlah sekolah juga tengah menjalankan kegiatan sumatif, Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta berbagai kegiatan dan olimpiade lainnya.
Karena itu, UMAHA berencana melakukan evaluasi terhadap waktu penyelenggaraan UNISCO pada tahun mendatang agar tidak berbenturan dengan agenda pendidikan lainnya.
“Kemungkinan tahun depan akan kita reschedule lagi agar tidak berbenturan seperti ini. Insyaallah akan lebih tinggi lagi antusiasme peserta siswa-siswi di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Libatkan Instansi Resmi
Hidayatullah juga menekankan pentingnya keterlibatan instansi resmi dalam penyelenggaraan setiap bidang kompetisi UNISCO. Sejak awal, ia meminta panitia memastikan setiap bidang memiliki dukungan dan keterlibatan lembaga yang kompeten.
Menurutnya, kerja sama tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas dan kredibilitas kompetisi.
“Jangan mengadakan lomba kalau kemudian tidak didukung oleh instansi resmi. Sehingga seluruh bidang harus ada instansi,” tegasnya.
Ia menyebut sejumlah lembaga dan instansi turut mendukung pelaksanaan UNISCO, termasuk unsur pemerintah dan lembaga yang memiliki kompetensi sesuai bidang lomba.
Hidayatullah juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan UNISCO telah mendapatkan akreditasi atau kurasi dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kompetisi.
Keberagaman peserta yang lolos ke babak final juga menjadi indikator lain yang disorot pihak UMAHA. Para finalis tidak hanya berasal dari lingkungan YPM, tetapi sebagian besar justru berasal dari luar YPM.
“Bukan hanya dari YPM, bahkan kebanyakan dari luar YPM yang bisa menjadi finalis,” katanya.
UMAHA Siapkan Beasiswa
Dalam kesempatan tersebut, Hidayatullah juga menyampaikan komitmen UMAHA dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada generasi muda yang memiliki semangat melanjutkan pendidikan namun menghadapi keterbatasan biaya.
Ia menyebut UMAHA sebelumnya mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas program pemberian 200 beasiswa penuh serta potongan biaya pendidikan bagi 800 siswa.
Program tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen kampus untuk membantu generasi muda memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.
“Komitmen kami, kita ingin membantu teman-teman yang memang punya semangat tinggi dalam menempuh pendidikan tinggi, tetapi mungkin terkendala biaya,” ujarnya.
Hidayatullah menegaskan, penghargaan yang diterima bukan menjadi tujuan utama dari program tersebut. Menurutnya, pemberian beasiswa merupakan bentuk kepedulian UMAHA terhadap akses pendidikan.
Ia pun berharap para finalis UNISCO tidak hanya mempertimbangkan perguruan tinggi negeri sebagai pilihan pendidikan lanjutan, tetapi juga membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan di UMAHA.
“Harapan kami, para finalis nanti selain ke PTN juga bisa melakukan pilihan pendidikan tingginya ke kampus para juara, yaitu Universitas Ma’arif Hasyim Latif,” pungkasnya.














Komentar