SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung upacara tersebut.

Mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, peringatan tahun ini menjadi momentum memperkuat kerja bersama dalam menghadirkan pembangunan berkualitas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan pelayanan publik yang semakin prima.
Dalam amanatnya, Gubernur Khofifah memaparkan berbagai capaian Nawa Bhakti Satya sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat terus memperkuat keunggulan daerah, memperluas kesempatan bagi masyarakat, dan menjaga keberlanjutan pembangunan Jawa Timur.
“Langkah besar pembangunan Jawa Timur kita wujudkan bersama melalui Nawa Bhakti Satya, sembilan pengabdian mulia yang menjadi kompas prioritas pembangunan Jawa Timur hingga 2029,” ujarnya.
Khofifah menegaskan, keunggulan Jawa Timur harus terus dikembangkan sebagai modal meningkatkan daya saing dengan tetap menjaga keseimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Melalui Nawa Bhakti Satya, pembangunan diarahkan agar semakin menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang merata.
Capaian di Berbagai Pilar
Pada pilar Jatim Sejahtera, upaya pengentasan kemiskinan menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Maret 2026, tingkat kemiskinan Jawa Timur turun menjadi 9,06 persen dari 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Sementara tingkat kemiskinan ekstrem tercatat 0,29 persen pada 2025.
“Ini optimisme kita untuk dapat menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol persen. Pada pilar Jatim Kerja, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,42 persen. Catatan TPT ini menjadi capaian yang menunjukkan resiliensi ekonomi kita,” kata Khofifah.
Di sektor pangan, Jawa Timur semakin memperkuat posisinya sebagai Lumbung Pangan Nusantara melalui Jatim Agro. Sepanjang 2025, produksi gabah kering giling mencapai lebih dari 10,4 juta ton atau berkontribusi 17,34 persen terhadap kebutuhan beras nasional. Komoditas strategis lain seperti jagung, tebu, daging, susu, telur, dan perikanan juga menjadi kekuatan produksi daerah.
“Kita memahami bahwa kedaulatan pangan lahir dari kerja keras petani yang setia merawat bumi, dari ketekunan peternak di kandang-kandang peluh, dan dari keberanian nelayan kita menembus ombak samudra. Karena ketekunan panjenengan semua, hari ini Jawa Timur berdiri tegak dengan kebanggaan yang luar biasa,” tuturnya.
Di bidang pendidikan, melalui Jatim Cerdas, Pemprov Jatim terus memperluas kesempatan belajar lewat program Jatim World Class Education. Program ini menjadi ikhtiar penguatan pendidikan, baik vokasi, perguruan tinggi, maupun kepondokpesantrenan.
“Melalui beasiswa santri unggul, penguatan vokasi, hingga kolaborasi prestisius dengan King’s College London, kita sedang mencetak talenta-talenta berdaya saing internasional. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Timur menemukan ruang terbaiknya untuk tumbuh dan mekar,” tegasnya.
Sementara melalui Jatim Sehat, hingga September 2026 cakupan perlindungan jaminan kesehatan masyarakat Jawa Timur mencapai 96,12 persen, dengan usia harapan hidup 75,36 tahun.
Pada pilar Jatim Berkah–Amanah, transformasi tata kelola pemerintahan diperkuat melalui Ekosistem Majapahit Digital (MAJADIGI). Per September 2026, integrasi layanan digital tersebut telah mencakup 241 layanan untuk mendukung pelayanan publik dan administrasi pemerintahan yang lebih efektif.
Melalui Jatim Harmoni dan Jatim Lestari, Jawa Timur diarahkan mencapai pembangunan inklusif dengan tetap menjaga alam. “Peran sebagai Gerbang Baru Nusantara juga harus membawa manfaat yang semakin merata di dalam Jawa Timur,” tegas Khofifah.
Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyematkan Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada pejabat publik, tokoh masyarakat, penggiat sosial, dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi besar bagi Jawa Timur.
Kategori Emas dianugerahkan kepada 13 tokoh, di antaranya Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara R. Narendra Jatna, Kajati Jatim Abdul Qohar AF, Sekda Provinsi Jatim Adhy Karyono, dan Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol. Budi Mulyanto.
Sementara Kategori Perak diberikan kepada 4 insan inspiratif, yaitu Kabag Ops BINDA Jawa Timur Kombes Pol. Aditya Puji Kurniawan, Ketua Koalisi Disabilitas Jatim Abdul Majid, Ketua Mangrove Center Indonesia Ali Mansur, serta Penggiat Disabilitas Mental Taufiq Wahyu Triyanto.
Menutup amanatnya, Khofifah mengajak semua elemen masyarakat mempererat sinergi dan kolaborasi untuk melanjutkan pembangunan Jawa Timur.
“Mari kita lanjutkan langkah bersama, kita kuatkan keunggulan Jawa Timur, kita perluas kesempatan bagi masyarakat, dan kita jaga keberlanjutan pembangunannya,” pungkasnya.














Komentar