oleh

Anggota DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso Ajak Warga Lestarikan Budaya Lewat Pagelaran Campursari di Surabaya

banner 468x60

SURABAYA – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur dari fraksi Gerindra Cahyo Harjo Prakoso, mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa. Ajakan tersebut disampaikan dalam Pagelaran Campursari bersama Niken Salindry yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Perumahan Gunung Sari Indah, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya. Pagelaran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Hari Kebudayaan Nasional, sekaligus tasyakuran ulang tahun ke-75 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Cahyo menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir dan turut memeriahkan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan sebuah acara tidak hanya ditentukan oleh kemegahan panggung maupun kehadiran para pengisi acara, tetapi juga oleh antusiasme masyarakat yang datang untuk menikmati pertunjukan bersama.

Ia menilai tingginya partisipasi warga menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat. Pagelaran campursari tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk membangun kebersamaan.

“Jawa Timur merupakan provinsi yang besar dengan beragam suku, budaya, dan wilayah. Perbedaan ini harus menjadi kekuatan kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Cahyo menggambarkan bagaimana masyarakat dari berbagai daerah, mulai dari Ngawi, Jember, Surabaya, Bangkalan, hingga wilayah lainnya, dapat berkumpul dalam satu kegiatan dengan semangat persaudaraan. Menurutnya, kebersamaan tersebut mencerminkan nilai keguyuban yang perlu terus dipelihara.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut. Kehadiran anak-anak dan kaum muda yang menikmati pertunjukan secara langsung dinilai menjadi pemandangan positif di tengah kebiasaan penggunaan telepon genggam yang semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Cahyo, seni dan budaya dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus mendekatkan generasi muda dengan warisan budaya daerah. Karena itu, kegiatan kesenian perlu terus diberikan ruang agar tradisi tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Selain memiliki nilai sosial dan budaya, pagelaran tersebut juga dinilai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif.

Cahyo menegaskan bahwa pelestarian budaya seharusnya berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan yang melibatkan banyak orang, pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.

“Budaya tidak hanya menjaga nilai-nilai Pancasila, jati diri bangsa, persatuan, dan keguyuban, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi ekonomi kreatif yang dirasakan oleh UMKM,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Cahyo juga mengajak masyarakat untuk mendoakan saudara sebangsa dan setanah air yang tengah menghadapi berbagai musibah di sejumlah wilayah. Ia berharap masyarakat yang sedang mengalami cobaan segera memperoleh pertolongan dan dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial, sekaligus pengingat bahwa semangat persatuan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan budaya, tetapi juga melalui perhatian terhadap sesama.

Di sisi lain, Cahyo berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas selama kegiatan berlangsung. Ia mengingatkan agar tidak terjadi perselisihan antarkelompok yang dapat mengganggu suasana kebersamaan.

Menurutnya, penyelenggaraan hiburan rakyat harus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarwarga, bukan justru memunculkan gesekan. Ia berharap masyarakat Surabaya, khususnya warga Gunung Sari Indah dan sekitarnya, dapat menunjukkan sikap saling menghormati serta menjaga suasana yang aman dan nyaman.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan pembagian berbagai hadiah melalui undian atau doorprize. Sejumlah hadiah yang disiapkan antara lain sepeda, sepeda listrik, lemari es, televisi, peralatan rumah tangga, hingga berbagai hadiah lainnya.

Melalui kegiatan ini, Cahyo berharap masyarakat tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga merasakan manfaat dari terselenggaranya kegiatan yang melibatkan pemerintah, legislatif, pelaku seni, pelaku UMKM, dan warga.

Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan keguyuban sebagai modal sosial untuk membangun Jawa Timur yang inklusif, maju, dan berdaya saing.

Pagelaran Campursari bersama Niken Salindry tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan kesenian tradisional kepada masyarakat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah.

Dengan semangat kebersamaan, pelestarian budaya diharapkan tidak berhenti pada pertunjukan semata, tetapi terus tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa Timur sehari-hari.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *