SURABAYA – Kader Partai Demokrat di Jawa Timur menggelar Gerakan Nasional “Langit Biru Indonesia ASRI” secara serentak pada Sabtu (11/7/2026) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen partai dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam demi keberlanjutan kehidupan di masa mendatang.
Di Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di Kabupaten Pacitan dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan. Tidak hanya kader Partai Demokrat, kegiatan ini juga diikuti unsur pemerintah daerah, pelajar, tokoh masyarakat, komunitas pecinta lingkungan, hingga masyarakat umum.
Berbagai aksi nyata dilakukan dalam kegiatan tersebut, di antaranya kerja bakti membersihkan kawasan pantai, penanaman mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir, serta pelepasan tukik ke habitat alaminya. Seluruh rangkaian kegiatan merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan secara serentak oleh kader Partai Demokrat di seluruh Indonesia.
Salah satu panitia kegiatan sekaligus Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Demokrat, Indra Widya Agustina, S.T., menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan implementasi dari semangat menjaga lingkungan yang sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, Partai Demokrat mengambil peran sebagai penggerak untuk mengajak masyarakat melakukan aksi nyata menjaga kelestarian alam.
“Ini merupakan program nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur kami mengisinya dengan aksi bersih-bersih pantai, penanaman mangrove, hingga pelepasan tukik sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Indra.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Pacitan. Semula acara tersebut dijadwalkan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun karena harus mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat, AHY mengikuti kegiatan melalui sambungan virtual.
Dalam pelaksanaannya, Ketua Umum diwakili oleh Ketua Pelaksana Bang Ozii Darmawan yang hadir bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Iftitah Sulaiman Suryanagara. Meskipun tidak hadir secara langsung, AHY tetap memberikan arahan dan semangat kepada seluruh kader Demokrat yang menggelar kegiatan serupa di berbagai daerah.
Indra menuturkan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya menjadi agenda internal partai, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara kader Demokrat dengan masyarakat luas.
Menurutnya, di Pacitan jumlah peserta mencapai lebih dari 700 orang yang berasal dari berbagai unsur masyarakat. Kehadiran pemerintah daerah, pelajar, komunitas, hingga warga sekitar menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami ingin merangkul semua pihak. Jadi bukan hanya kader Demokrat saja yang bergerak, tetapi juga masyarakat, pemerintah daerah, pelajar, dan berbagai komunitas. Tujuannya adalah mengajak semua orang agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.
Lebih lanjut, Indra menegaskan bahwa Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial yang hanya dilaksanakan sekali. Program tersebut telah dirancang sebagai gerakan berkelanjutan yang akan terus dilaksanakan secara bertahap hingga ke tingkat DPC, PAC, ranting, bahkan melibatkan masyarakat di lingkungan terkecil.
Menurutnya, keberlanjutan menjadi pesan utama yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat. AHY berharap seluruh kader tidak hanya hadir dalam kegiatan simbolis, tetapi benar-benar menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya yang terus dilakukan.
“Pesan Ketua Umum sangat jelas. Kegiatan ini jangan berhenti sebagai seremoni. Harus terus dilaksanakan agar benar-benar memberikan dampak nyata terhadap lingkungan. Karena menjaga lingkungan bukan pekerjaan sehari atau dua hari, tetapi menjadi tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara terus-menerus,” jelasnya.
Gerakan tersebut mengusung tagline “Langit Biru Indonesia ASRI”. ASRI merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah, yang menjadi semangat utama gerakan pengabdian nasional Partai Demokrat.
Melalui slogan tersebut, Partai Demokrat ingin mengajak masyarakat untuk membangun lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Indra mengatakan, menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari kegiatan berskala besar. Justru perubahan dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing, seperti tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah, menjaga kebersihan sekitar, hingga menanam pohon.
Menurutnya, kebiasaan kecil tersebut apabila dilakukan secara konsisten oleh seluruh masyarakat akan memberikan dampak besar terhadap kelestarian lingkungan.
“Kita tidak perlu menunggu program besar. Mulailah dari lingkungan terkecil di sekitar rumah. Buang sampah pada tempatnya, jaga kebersihan, tanam pohon, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal-hal sederhana itu akan memberikan manfaat besar apabila dilakukan bersama-sama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi perubahan iklim dan anomali cuaca yang terjadi saat ini menjadi bukti pentingnya menjaga keseimbangan alam. Karena itu, seluruh masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa menjaga lingkungan merupakan investasi bagi generasi mendatang.
“Kalau bukan kita yang memulai sekarang, kapan lagi? Dampaknya nanti akan dirasakan oleh anak cucu kita. Karena itu mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, sehat, resik, dan indah,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, Indra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat, pemerintah daerah, pelajar, komunitas, serta seluruh kader Partai Demokrat yang turun langsung ke lapangan.
Ia berharap semangat kolaborasi tersebut terus terjaga sehingga gerakan pelestarian lingkungan dapat berkembang menjadi budaya bersama di tengah masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut terlibat. Menjaga lingkungan tidak mungkin dilakukan sendirian. Butuh gotong royong seluruh elemen bangsa agar alam tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dalam kondisi yang lebih baik,” pungkasnya.














Komentar