SURABAYA – Kontingen Sekolah Karate Pegasus menorehkan prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Piala Bergilir IV 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Timur di GOR CLS Kertajaya.

Sebanyak 14 atlet yang diturunkan berhasil meraih gelar juara dalam berbagai kategori kata dan kumite tingkat pelajar SD hingga SMP.
Dari total 14 atlet tersebut, lima atlet berhasil meraih juara pertama, sedangkan sembilan atlet lainnya menempati posisi juara kedua. Capaian ini menjadi hasil positif bagi Sekolah Karate Pegasus dalam membina atlet-atlet muda sekaligus mempersiapkan regenerasi karateka untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.
Pelatih Sekolah Karate Pegasus, Aditya Bimantara Putra atau yang akrab disapa Coach Bimo, mengatakan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil dari proses latihan dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Adapun lima atlet yang berhasil meraih juara pertama adalah Athaya Azalea Syaurah Ghaizka dari SDN Banyu Urip 9 Surabaya, yang meraih juara 1 kumite pelajar SD kelas 4–6 putri.
Kemudian, Muhammad Firzy Firansyah dari SMPN 2 Surabaya meraih juara 1 kata pelajar SMP putra. Ailen Nathania Ayudia Inara dari SDTQ Rula Nusantara meraih juara 1 kata pelajar SD kelas 1–3 putri.
Dua gelar juara pertama lainnya diraih Ni Ketut Citta Rubiyani Dewadatta dan Cordelia Callista Zeny, keduanya dari SMPN 35 Surabaya, yang masing-masing menjadi juara 1 kata pelajar SMP putri.
Sementara itu, sembilan atlet yang meraih juara kedua terdiri atas Nadhira Azmi Falisha dari SDN Rungkut Kidul 1 Surabaya, Hanifa Keysha Rizallena dari SDN Margorejo VI Surabaya, M. Reyza Abbyu Azzam dari SMPN 49 Surabaya, Ricardo C.F. Saetban dari SMPN 35 Surabaya, Hauraa Labiibah Eka Putri dari SMPN 35 Surabaya, Aaisyah Husnaa Syaadiah dari SMPN 35 Surabaya, Muhammad Restu Aprilio dari SMPN 57 Surabaya, serta Bisma Arkananta Maulidan dan Favio Ar-Rabbani Mifta dari SDN Krembangan Utara 2/57 Surabaya.
Pada kesempatannya, Coach Bimo menjelaskan, persiapan menghadapi kejurnas tersebut dilakukan selama dua bulan melalui latihan rutin dan koordinasi dengan pihak sekolah asal para atlet.
Menurutnya, kolaborasi antara pelatih dan sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan kemampuan atlet, terutama bagi mereka yang masih berusia dini.
“Untuk persiapan, kita sudah melakukan latihan selama dua bulan dan selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah atlet. Kebetulan untuk event kali ini kita bekerja sama dengan beberapa sekolah yang saya latih dan adik saya latih,” ungkap Coach Bimo.
Ia secara khusus mengapresiasi dukungan dari SDN Banyu Urip 9 Surabaya, SDN Krembangan Utara 2 Surabaya, serta SMPN 35 Surabaya. Ia menilai kepala sekolah di lembaga pendidikan tersebut memberikan dukungan besar terhadap prestasi dan pengembangan potensi peserta didik.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lingkungan sekolah dan pembinaan olahraga sehingga para atlet muda memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang.
Meski berhasil membawa pulang 14 gelar juara, Coach Bimo mengaku tidak menetapkan target khusus dalam kejuaraan kali ini. Sebab, sejumlah atlet yang diturunkan merupakan pendatang baru atau newcomer yang sedang dipersiapkan sebagai bagian dari regenerasi atlet Sekolah Karate Pegasus.
“Alhamdulillah sudah sangat sesuai. Jujur, untuk event kali ini tidak ada target khusus karena beberapa atlet yang turun adalah atlet newcomer, regenerasi anak-anak Pegasus,” jelasnya.
Ia mengatakan, tujuan utama keikutsertaan dalam kejurnas tersebut adalah menambah jam terbang dan pengalaman bertanding atlet. Terlebih, sebagian peserta masih duduk di bangku SD kelas 1 sehingga membutuhkan pengalaman kompetisi untuk membangun mental, kepercayaan diri, dan kemampuan bertanding.
“Tujuan ikut kejurnas kemarin sebetulnya untuk mencari bibit-bibit penerus Pegasus dari usia dini, serta mengorbitkan pelatih-pelatih muda untuk membantu saya lebih berkembang lagi,” imbuhnya.
Selain berfokus pada regenerasi atlet, Coach Bimo juga memberikan kesempatan kepada para senior Pegasus untuk mengembangkan kemampuan kepelatihan.
Dalam kejuaraan tersebut, pendampingan atlet dipercayakan kepada Coach Winda, (adik kandung Coach Bimo), bersama sejumlah ofisial pendamping, yakni Coach Hanif, Coach Rendi, dan Coach Jonathan.
Mereka merupakan senior di lingkungan Pegasus yang kini diberikan tanggung jawab tambahan untuk berkembang sebagai pelatih muda. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pembinaan berkelanjutan, baik dalam mencetak atlet berprestasi maupun menyiapkan generasi pelatih berikutnya.
Setelah mengikuti Kejurnas Karate Piala Pemprov Jatim, Sekolah Karate Pegasus telah menyiapkan sejumlah agenda kompetisi berikutnya.
Coach Bimo menyebutkan, pihaknya kemungkinan akan mengikuti Kejurnas IBCA MMA dan Kejurprov Karate Jawa Timur pada Desember, serta kejuaraan internasional open yang direncanakan berlangsung di Banyuwangi pada Januari mendatang.
Keikutsertaan dalam berbagai kompetisi tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mengukur perkembangan atlet, mengevaluasi hasil latihan, dan memberikan pengalaman bertanding yang lebih luas.
Bagi Pegasus, setiap kejuaraan bukan hanya menjadi ajang mengejar medali, tetapi juga kesempatan untuk membentuk karakter dan meningkatkan kualitas atlet secara bertahap.
Mengenai target dan harapan ke depan, Coach Bimo menegaskan bahwa dirinya ingin para atlet terus berkembang dan menunjukkan penampilan yang lebih baik dalam setiap pertandingan.
Ia tidak ingin anak-anak didiknya hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga memahami pentingnya proses, kedisiplinan, kerja keras, dan sikap sportif dalam olahraga.
Menurutnya, kemenangan tidak boleh membuat atlet cepat berpuas diri, sementara kekalahan harus menjadi bahan evaluasi untuk berlatih lebih baik.
“Apapun hasilnya, yang penting kita selalu menampilkan penampilan yang maksimal. Jika belum beruntung, kita berusaha lagi. Jika sudah beruntung, kita tidak boleh larut dalam kemenangan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi prinsip yang terus ditanamkan kepada para atlet Sekolah Karate Pegasus agar selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.
Coach Bimo berharap, capaian dalam Kejurnas Karate Piala Pemprov Jatim dapat menjadi motivasi bagi para atlet muda untuk terus berlatih, berkembang, dan meraih prestasi lebih tinggi.
Lebih dari sekadar mengumpulkan gelar juara, Sekolah Karate Pegasus ingin membangun fondasi pembinaan yang kuat dengan melahirkan atlet-atlet berprestasi sejak usia dini, membentuk karakter yang tangguh, serta mempersiapkan pelatih-pelatih muda untuk meneruskan estafet pembinaan karate di masa mendatang.














Komentar