SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menggelar Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satya Lencana Karya Satya (SLKS) Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (13/10/2026). Sekitar 500 aparatur sipil negara (ASN) menerima penghargaan atas pengabdian selama 10, 20, hingga 30 tahun.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran, dan pengabdiannya untuk masyarakat, bangsa, dan negara melalui tugas di masing-masing sektor.
Khofifah mengungkapkan, jumlah penerima penghargaan pada kesempatan tersebut menjadi salah satu yang terbanyak selama dirinya menjabat sebagai gubernur selama tujuh tahun terakhir.
“Bapak-Ibu sekalian yang mendapatkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya 30 tahun, 20 tahun, 10 tahun, semuanya terima kasih. Perasaan saya, selama tujuh tahun mendapat mandat menjadi gubernur, ini paling banyak yang hadir pada SLKS pagi hari ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para ASN dalam mendukung pembangunan Jawa Timur. Pengabdian tersebut diharapkan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Khofifah, semangat pengabdian ASN juga selaras dengan tema Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, yakni “Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan”.
Ia menjelaskan, upaya mewujudkan Jawa Timur yang unggul membutuhkan daya saing di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, perekonomian, hingga sektor strategis lainnya.
“Di sektor apa pun, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sektor apa saja, daya saing menjadi penting dan itu sangat ditentukan oleh kreativitas dan inovasi kita,” tegasnya.
Khofifah juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi dan kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi, khususnya memasuki era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut setiap profesi untuk terus memperbarui pengetahuan dan mengembangkan inovasi. Hal tersebut berlaku bagi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, maupun ASN yang bertugas di berbagai perangkat daerah.
“Guru-guru tidak boleh berhenti berinovasi. Tenaga medis apalagi. Sangat sering ada seminar-seminar nasional maupun internasional terkait pembaruan, misalnya alat kesehatan. Adaptasi yang harus dilakukan, apalagi era AI,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh ASN mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan profesionalisme dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Peternakan, atas kontribusi masing-masing dalam mendukung pembangunan Jawa Timur.
Khofifah juga mengungkapkan kabar positif terkait peningkatan integritas di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur. Berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disampaikan dalam sambutannya, integritas pada unit-unit sekolah di Jawa Timur mengalami peningkatan.
Ia meminta capaian tersebut terus dijaga dan ditingkatkan melalui penguatan budaya kerja yang berintegritas di seluruh lingkungan pemerintahan.
“Terima kasih semuanya. Tetaplah dijaga, tetaplah ditingkatkan. Yang sudah membangun integritas yang baik ini, tolong dijaga dan ditingkatkan integritas kita masing-masing,” pesannya.
Menutup sambutannya, Khofifah menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah memberikan pengabdian terbaik di bidang masing-masing. Ia berharap dedikasi tersebut menjadi amal kebaikan sekaligus bagian dari upaya mempercepat kemajuan Jawa Timur.
Melalui penganugerahan Satya Lencana Karya Satya 2026, Pemprov Jatim berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi para ASN untuk terus meningkatkan kualitas kerja, menjaga integritas, serta menghadirkan pelayanan publik yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.














Komentar