oleh

Sarasehan Hari Jadi ke-81 Jatim, Dirut RS Menur Vitria Dewi: “Jawa Timur Harus Perkuat Layanan Kesehatan Mental, Suara Anak Muda Tak Boleh Diabaikan”

banner 468x60

SURABAYA – Direktur Utama RS Menur, drg. Vitria Dewi, M.Si., menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan jiwa dan mental sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh perhatian terhadap kesehatan mental masyarakat, khususnya generasi muda.

Hal tersebut disampaikan dalam Sarasehan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur bertajuk “Gerbang Baru Nusantara: The Next Level – Menguatkan Peran Jawa Timur, Menggerakkan Kemajuan Indonesia, Menuju Gerbang Dunia” yang digelar di atas KRI Makassar 590, Selasa (13/10/2026).

banner 336x280

Dalam paparannya, Vitria mengungkapkan bahwa RS Menur telah menjadi salah satu rujukan layanan kesehatan jiwa bagi pasien dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, rumah sakit tersebut juga menjadi tujuan pendidikan dan studi banding bagi sejumlah daerah yang ingin mengembangkan pelayanan kesehatan mental.

Menurutnya, pasien yang mendapatkan layanan di RS Menur tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga dari luar Provinsi Jawa Timur.

“Menur menjadi tempat pendidikan khusus untuk kesehatan jiwa. Pasien dan peserta pendidikan datang dari NTT, Sumba, hingga hampir seluruh provinsi di Kalimantan. Bahkan, ada rumah sakit jiwa besar di Bogor yang memilih datang ke Menur,” ungkapnya.

Ia menilai kepercayaan dari berbagai daerah tersebut menjadi bukti bahwa layanan kesehatan jiwa di Jawa Timur memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat lintas provinsi.

Kesehatan Mental Anak Muda Jadi Perhatian Serius

Vitria juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan anak-anak dan generasi muda yang menghadapi berbagai tekanan sosial maupun psikologis.

Ia mengingatkan bahwa peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia setiap 10 Oktober menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan kesehatan jiwa yang sering kali tidak terlihat secara kasatmata.

Dalam paparannya, ia mengangkat pesan tentang luka yang tidak terlihat dan suara yang nyaris tidak terdengar. Menurutnya, ungkapan tersebut menggambarkan kondisi sebagian anak muda yang mengalami tekanan psikologis, tetapi kesulitan menyampaikan perasaan maupun persoalan yang mereka hadapi.

Vitria menegaskan bahwa persoalan kesehatan mental tidak boleh dianggap sepele. Sebab, anak-anak yang mengalami tekanan psikologis belum tentu menunjukkan tanda-tanda yang mudah dikenali oleh lingkungan sekitarnya.

Ia juga menyoroti kasus percobaan bunuh diri di kalangan mahasiswa, termasuk dari perguruan tinggi ternama di Jawa Timur, yang membutuhkan perhatian bersama.

“Anak-anak yang mencoba bunuh diri itu bukan anak yang tidak pintar. Mereka justru bisa menjadi anak-anak yang luar biasa, tetapi tidak mampu mengungkapkan keinginannya. Suaranya nyaris tidak terdengar, ada luka yang tidak terlihat,” tuturnya.

Menurut Vitria, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa keluarga, lingkungan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah perlu membangun ruang yang aman bagi generasi muda untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Dengan demikian, persoalan kesehatan mental dapat dikenali lebih dini dan mendapatkan penanganan yang tepat.

RS Menur Jadi Rujukan Penanganan Adiksi

Selain kesehatan mental secara umum, Vitria turut menyoroti persoalan adiksi atau kecanduan yang semakin mendapat perhatian, khususnya ketika berkaitan dengan anak-anak dan generasi muda.

Ia menyampaikan bahwa RS Menur saat ini juga menjadi salah satu rujukan penanganan kasus adiksi.
Perhatian terhadap persoalan tersebut bahkan membawa RS Menur menjadi narasumber bagi sejumlah media nasional.

Menurutnya, penanganan persoalan kesehatan jiwa dan adiksi tidak dapat dilakukan oleh rumah sakit seorang diri. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar upaya pencegahan, deteksi dini, pendampingan, dan penanganan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat menjadi penting untuk memastikan mereka yang mengalami masalah kesehatan mental memperoleh bantuan yang dibutuhkan.

Vitria menilai bahwa keberadaan layanan kesehatan jiwa yang mudah diakses harus diiringi dengan peningkatan pemahaman masyarakat agar tidak ada lagi stigma yang membuat seseorang enggan mencari pertolongan.

Pembangunan Kesehatan Jadi Fondasi Gerbang Baru Nusantara

Lebih lanjut, Vitria menegaskan bahwa cita-cita menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara harus diiringi dengan pembangunan sektor kesehatan yang berkualitas.

Menurutnya, kemajuan Jawa Timur tidak cukup hanya ditopang oleh konektivitas transportasi, pembangunan pelabuhan, bandara, jalan tol, dan penguatan ekonomi. Kualitas kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan jiwa, juga menjadi fondasi penting untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.

Ia menyebut sejumlah rumah sakit di Jawa Timur yang memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, antara lain RS Menur, RSUD Dr. Soetomo, RSUD Dr. Saiful Anwar, serta RSUD Karsa Husada.

Keberadaan rumah sakit dengan fasilitas dan peralatan modern tersebut dinilai memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu tujuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dari daerah lain.

“Kalau Menur saja sudah menjadi pilihan masyarakat dari berbagai daerah, tentu rumah sakit lainnya seperti Soetomo dan Saiful Anwar juga memiliki peran yang luar biasa,” ujarnya.

Vitria turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pembangunan sektor kesehatan. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas rumah sakit, meningkatkan mutu pelayanan, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Ia berharap perhatian terhadap kesehatan jiwa terus ditingkatkan seiring dengan pembangunan Jawa Timur menuju daerah yang semakin maju dan berdaya saing.

Suara Generasi Muda Harus Didengar
Menutup paparannya, Vitria kembali mengingatkan bahwa pembangunan daerah harus menempatkan manusia sebagai salah satu prioritas utama.

Menurutnya, generasi muda merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan Jawa Timur. Karena itu, persoalan yang mereka hadapi, termasuk tekanan psikologis dan kesehatan mental, perlu mendapat perhatian serius.

Ia berharap tidak ada lagi anak muda yang merasa sendirian ketika menghadapi persoalan hidup. Keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan lingkungan sosial diharapkan mampu menjadi ruang yang aman untuk mendengarkan serta memberikan dukungan.

Melalui penguatan layanan kesehatan jiwa, peningkatan kesadaran masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor, Jawa Timur diharapkan mampu membangun sumber daya manusia yang sehat secara fisik maupun mental.

Dengan demikian, visi menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara tidak hanya bermakna sebagai pusat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai daerah yang memberikan perhatian terhadap kualitas hidup dan masa depan generasi mudanya.

Vitria juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap pengembangan pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.


Menurutnya, dukungan pemerintah provinsi menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas rumah sakit, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang semakin baik, termasuk dalam bidang kesehatan jiwa.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *