SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan APBD tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat pembangunan infrastruktur.
Hal itu disampaikan Dewanti saat memberikan pandangan dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur dengan agenda Penyampaian Laporan Komisi atas Hasil Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025.
Menurutnya, setiap program yang dibiayai melalui APBD harus memiliki target, indikator keberhasilan, serta output yang jelas sehingga manfaat penggunaan anggaran dapat diukur secara nyata oleh masyarakat.
“Kami ingin ada program yang benar-benar bisa menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan memiliki output yang jelas. Apa hasil nyata dari seluruh APBD yang telah dikeluarkan harus bisa diukur,” ujar Dewanti.
Ia menambahkan, Komisi D mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan yang komprehensif sebagai pedoman dalam mencapai sasaran pembangunan daerah.
Roadmap tersebut diharapkan memuat strategi yang terukur untuk menekan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, Dewanti juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor transportasi, termasuk pembangunan jaringan perkeretaapian sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas di Jawa Timur. Menurutnya, pengembangan transportasi modern seperti kereta listrik merupakan gagasan yang baik, namun implementasinya masih memerlukan kajian yang matang serta dukungan dari pemerintah pusat.
Melalui berbagai rekomendasi tersebut, Dewanti berharap seluruh program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga mampu memberikan hasil yang terukur, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur secara berkelanjutan.


















Komentar