Magetan Media Central,- Miris, atap ruang kelas SDN 1 Karas Kecamatan Karas Kabupaten Magetan mengalami kondisi kritis di mana atap sudah melengkung, bergelombang, akibat pergeseran struktur rangka atau kontruksi. Kondisi ini sangat mengkawatirkan dan membahayakan peserta didik yang menimba ilmu.
Menurut informasi, kondisi tersebut sudah mengalami kurang lebih dua tahun. Dan mengenai atap gedung ruang kelas yang berada di sebelah utara, dulunya gedung ruang tersebut pembangunannya dibangun pada program pemerintah daerah yang dikerjakan pihak ketiga atau kontraktual.

“Pembangunan tersebut perkiraan tahun 2022 dan 2023, tapi hasil seperti itu, hasil atap melengkung, bergelombang. Yang jelas sangat mengkawatirkan, lama-lama ambruk, “kata beberapa warga setempat.
Sementara itu Sulis, Kepala SDN Karas 1 yang sebelumnya berdinas di SDN Taji mengatakan bahwa tidak tahu menahu perihal pembangunan ruang gedung yang terletak di sebelah utara tersebut.
“Saya malah belum tahu kalau kondisi atapnya bergelombang seperti itu. Nanti akan kami cek terlebih dahulu bersama pihak penjaga sekolah untuk melihat secara langsung kondisi kayu dan atapnya,” ujar Kepala SDN Karas 1.
Menanggapi terkait tersebut, Kadin Dikpora Kabupaten Magetan, Suhardi menyampaikan pihaknya akan menerjunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan secara langsung. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi bangunan sekaligus memastikan sumber anggaran pembangunan atau rehabilitasinya.
“Saya akan terjunkan tim teknis untuk mengecek ke lapangan. Kita crosscheck kondisi sesungguhnya seperti apa dan alurnya seperti apa. Sumber anggarannya juga akan dipastikan, apakah dari revitalisasi, APBD, atau aspirasi,” jelas Kepala Dikpora Magetan, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, aspek keselamatan siswa menjadi perhatian utama dalam penanganan kondisi bangunan sekolah. Setelah pemeriksaan dilakukan, pihak dinas akan mengumpulkan data teknis dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Dikpora juga akan berkoordinasi dengan pengawas lapangan serta pihak pelaksana konstruksi untuk memastikan kondisi bangunan dan langkah penanganan yang diperlukan.
“Keselamatan anak-anak menjadi kuncinya. Kami sangat sependapat soal itu. Setelah tim melakukan pengecekan dan mengumpulkan data teknis yang lengkap, nanti tentu akan kami diskusikan baik bersama pengawas maupun pelaksana proyeknya, “pungkasnya.
Yang diharapkan dapat memberikan gambaran secara jelas mengenai kondisi atap SDN 1 Karas sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. (Ex)

















Komentar