oleh

Banjir Terjang Toribulu, Ratusan Rumah dan Sekolah Terdampak

banner 468x60

PARIGI MOUTONG, Central.asia — Bencana hidrometeorologi berupa banjir melanda empat desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Minggu (27/9) pukul 06.10 WITA. Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari pukul 02.00 hingga 06.10 WITA.

PUSDALOPS BPBD Kabupaten Parigi Moutong melaporkan, curah hujan tinggi menyebabkan peningkatan debit air sungai dan saluran irigasi hingga meluap ke permukiman warga, areal persawahan, serta badan jalan desa.

banner 336x280

Kondisi di lapangan kian parah akibat ukuran plat deker jembatan di Jalan Trans Sulawesi yang relatif sempit serta tingginya sedimentasi pada saluran irigasi yang menghambat laju aliran air.Berdasarkan pendataan sementara, banjir merendam total 160 unit rumah warga dengan rincian.

70 unit di Desa Tomoli Utara, 35 unit di Desa Toribulu Selatan, 30 unit di Desa Singura, dan 25 unit di Desa Sibalago. Selain permukiman, fasilitas pendidikan di Desa Singura yang meliputi satu unit Taman Kanak-Kanak (TK), satu unit Sekolah Dasar (SD), dan satu unit Sekolah Menengah Pertama (SMP) turut terdampak genangan air.

Berdasarkan laporan terkini, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian ini.Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu menjelaskan, analisis cuaca sementara menunjukkan adanya fenomena gelombang Rossby ekuatorial di wilayah Sulawesi Tengah yang signifikan meningkatkan potensi curah hujan.

Selain itu, terpantau adanya belokan angin (shear line) serta anomali suhu muka laut di perairan Teluk Tomini berkisar antara 0.0^\circ\text{C} hingga 2.0^\circ\text{C}. Kondisi tersebut memicu penguapan tinggi dan mendukung suplai massa uap air yang masif bagi pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan sedang hingga lebat serta angin kencang di Parigi Moutong dan sekitarnya.

Sebelum kejadian, Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu telah mengeluarkan peringatan dini cuaca 3 harian terhitung sejak 26 hingga 28 September 2026, di mana Kabupaten Parigi Moutong berada dalam status Waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Diseminasi peringatan dini ini telah disebarluaskan secara cepat melalui jejaring komunikasi resmi tanggap darurat, termasuk grup WhatsApp BPBD Sulteng dan forum koordinasi kebencanaan.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi lanjutan, seperti banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.

Masyarakat yang memerlukan informasi cuaca terkini dan akurat dapat mengakses kanal resmi BMKG melalui situs web resmi, akun media sosial @cuacasulteng, aplikasi seluler “Info BMKG”, layanan call center 196, atau mendatangi kantor BMKG terdekat. (Red)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *