SURABAYA – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur terus melakukan pendampingan dan pemantauan persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 2 Surabaya. Selain memastikan kesiapan sarana dan prasarana, Dinsos Jatim juga menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para calon peserta didik sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Jatim, Muchamad Arif Ardiansyah, S.STP., M.Si.,, menjelaskan bahwa pelaksanaan CKG menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi kesehatan para siswa yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Hari ini untuk SRT 2 Surabaya kami melaksanakan cek kesehatan gratis. Kegiatan ini diawali untuk jenjang SMA, kemudian besok dilanjutkan untuk jenjang SD dan SMP. Untuk petugas kesehatannya kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya serta fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Arif saat meninjau pelaksanaan kegiatan, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, pelaksanaan MPLS yang semula dijadwalkan pada akhir Juli harus mengalami penyesuaian karena proses penyelesaian beberapa fasilitas pendukung masih berlangsung. Oleh sebab itu, launching MPLS dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Arif menjelaskan, sebelum MPLS dimulai, para siswa akan mengikuti tes kesamaptaan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya pada Senin (3/8/2026).
“Insyaallah launching MPLS akan dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus. Sebelumnya, pada hari Senin anak-anak akan mengikuti tes kesamaptaan bersama Akademi Angkatan Laut yang ada di Surabaya. Kami berharap pada saat launching nanti Wali Kota Surabaya juga dapat hadir untuk memberikan semangat kepada para siswa,” katanya.
Dari sisi infrastruktur, Arif memastikan bahwa kesiapan gedung, ruang kelas, serta asrama telah mencapai 100 persen. Meski demikian, beberapa pekerjaan penyempurnaan masih dilakukan pada fasilitas penunjang untuk tenaga pendidik dan pengasuh asrama.
“Saat ini untuk asrama dan ruang kelas sudah siap seratus persen. Memang masih ada beberapa pekerjaan finishing untuk fasilitas pendukung lainnya, tetapi secara umum sudah siap digunakan untuk kegiatan belajar dan tinggal para siswa,” jelasnya.
SRT 2 Surabaya akan menampung siswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Untuk jenjang SMA terdapat 120 siswa, sedangkan SMP juga berjumlah 120 siswa yang terbagi dalam empat rombongan belajar masing-masing. Sementara itu, jenjang SD akan diisi oleh 30 siswa.
Selain menerima siswa baru, Dinsos Jatim juga melakukan pemindahan peserta didik dari Sekolah Rakyat Perintisan yang sebelumnya berada di lingkungan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Sebanyak 98 siswa akan dipindahkan ke lokasi permanen SRT 2 Surabaya agar seluruh kegiatan pendidikan dapat terpusat di satu kawasan.
“Anak-anak dari Sekolah Rakyat Perintisan di UNESA akan kami tarik ke sini. Jumlahnya sekitar 98 siswa. Karena sifatnya dulu hanya perintisan, maka sekarang seluruh aktivitas pendidikan akan dipusatkan di lokasi permanen SRT 2 Surabaya,” terang Arif.
Dalam pelaksanaan CKG hari ini, sebanyak 35 siswa dari program Sekolah Rakyat Perintisan turut membantu dan berpartisipasi. Kehadiran mereka sekaligus menjadi bagian dari proses adaptasi menuju lingkungan sekolah yang baru.
Arif menegaskan bahwa seluruh kuota penerimaan peserta didik untuk tahun ajaran perdana telah terpenuhi. Dengan kesiapan fasilitas, tenaga pendukung, serta program kesehatan yang telah berjalan, Dinsos Jatim optimistis pelaksanaan MPLS dan operasional Sekolah Rakyat Terpadu Surabaya dapat berlangsung lancar.
“Kami bersyukur seluruh kuota siswa sudah terpenuhi. Sekarang fokus kami memastikan seluruh proses transisi berjalan baik sehingga anak-anak dapat memulai pendidikan dengan nyaman dan mendapatkan layanan yang optimal sejak hari pertama,” pungkasnya.














Komentar