SURABAYA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya Kolam Lele Keluarga (Kolega).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Muhammad Isa Anshori, A.T.D., M.T., mengatakan program Kolega dirancang untuk memberdayakan masyarakat, khususnya keluarga maupun kelompok masyarakat yang memiliki minat untuk mengembangkan budidaya ikan.
Menurut Isa, masyarakat yang memenuhi persyaratan akan mendapatkan dukungan berupa sarana budidaya secara terpadu. Bantuan tersebut mencakup kolam vertikal, benih ikan, hingga pakan untuk satu siklus budidaya.
“Program Kolega atau Kolam Lele Keluarga adalah bagaimana kita memberdayakan masyarakat, khususnya keluarga atau kelompok masyarakat yang ingin melakukan budidaya,” ujar Isa Senin 31 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pemberian bantuan tidak dilakukan begitu saja. Sebelum mendapatkan bantuan, kelompok masyarakat terlebih dahulu mendapatkan pembinaan dan pelatihan mengenai teknik budidaya ikan.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan budidaya agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Setelah program berjalan, DKP Jatim melakukan pemantauan secara berkelanjutan untuk memastikan kegiatan budidaya dapat berkembang dan memberikan hasil.
“Kita sebelum memberi bantuan, kita membina mereka dulu, memberikan pelatihan, memberikan caranya bagaimana dan pelaksananya kita pantau sehingga ini benar-benar bisa dilaksanakan,” jelasnya.
Isa menegaskan, program Kolega diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga hingga kelompok masyarakat.
Dengan adanya budidaya ikan di lingkungan masyarakat, kebutuhan konsumsi ikan diharapkan dapat dipenuhi secara mandiri sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya apabila produksinya terus meningkat.
Program tersebut juga diberikan secara merata kepada masyarakat di berbagai wilayah Jawa Timur dengan tetap memperhatikan kesiapan dan persyaratan kelompok penerima bantuan.
Isa berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjalankan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan Kolega sangat bergantung pada kesungguhan masyarakat dalam mengelola bantuan, menerapkan pengetahuan yang telah diberikan, serta mengikuti proses pendampingan.
“Saya berharap kepada masyarakat agar ikut bersungguh-sungguh, tentunya agar program Kolega atau Kolam Lele Keluarga itu bisa berhasil untuk meningkatkan ketahanan pangan di Jawa Timur khususnya,” pungkas Isa.
Melalui program Kolega, Pemprov Jatim melalui DKP Jatim berupaya menjadikan budidaya ikan sebagai salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat ketersediaan pangan berbasis keluarga dan komunitas.














Komentar