PALU, Central.asia – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa agar segera memetakan titik-titik gelap di wilayah masing-masing yang belum terjangkau aliran listrik.
Kebijakan strategis ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pengadaan dan Pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) Tahun 2026 di Gedung Pogombo, Senin (31/8).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan skema program BERANI Menyala untuk menindaklanjuti data usulan dari daerah tersebut. Langkah cepat ini diambil usai Gubernur Anwar Hafid melakukan audiensi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta.
Kementerian ESDM bersama PLN berkomitmen membangun jaringan listrik di 113 titik wilayah Sulteng.Bagi daerah terpencil yang sulit dijangkau jaringan kabel konvensional, pemerintah menyiapkan solusi alternatif berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pemerintah kabupaten/kota diminta segera menyediakan lahan untuk pembangunan panel surya, di mana pemprov siap menanggung pembebasan tanahnya.
Selain jaringan listrik desa, Dinas ESDM Sulteng tahun ini memprogramkan pemasangan 751 unit PJUTS di seluruh kabupaten dan kota dengan kapasitas 100 hingga 300 WP. Kebijakan penerangan masif ini diyakini efektif menekan angka kriminalitas di daerah.Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Gubernur Anwar memastikan seluruh program BERANI tetap berjalan tanpa hambatan. Ia optimistis target Sulteng tuntas terang pada tahun 2028 dapat tercapai berkat sinergi kuat antara pemerintah provinsi, kecamatan, dan desa. (Red)














Komentar