oleh

Kadindik Aries Agung Paewai Dorong Siswa Jatim Berinovasi Lewat Toyota Eco Youth, Kepedulian Lingkungan Dimulai dari Sekolah

banner 468x60

SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, mengajak para pelajar di Jawa Timur untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui riset, inovasi, dan kreativitas. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk generasi muda yang mampu menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Aries saat menghadiri sosialisasi Toyota Eco Youth bertajuk Dari Surabaya untuk Jawa Timur di SMK Negeri 5 Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan melibatkan peserta yang hadir langsung maupun siswa dari berbagai sekolah yang mengikuti melalui Zoom Meeting.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Aries menyampaikan apresiasi kepada Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang secara konsisten menghadirkan Toyota Eco Youth sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan gagasan dan solusi kreatif terhadap persoalan lingkungan.

Menurutnya, keterlibatan dunia industri dalam pendidikan lingkungan merupakan langkah penting untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh siswa di sekolah dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

“Toyota bukan sekadar bagian dari industri otomotif. Melalui kegiatan ini, Toyota menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan ruang bagi murid-murid kita untuk berkompetisi, melakukan riset, dan mengembangkan inovasi,” ujarnya.

Aries menilai, kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini karena generasi muda saat ini akan menjadi pemimpin pada masa mendatang. Mereka diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan bumi.

Ia mengingatkan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya melalui imbauan untuk membuang sampah pada tempatnya. Pelajar perlu memahami proses pengelolaan sampah, dampak penggunaan plastik, hingga keterbatasan kapasitas tempat penampungan sementara (TPS) dan tempat pemrosesan akhir (TPA).

Karena itu, Aries mendorong para siswa memanfaatkan Toyota Eco Youth sebagai kesempatan untuk mengembangkan penelitian yang dapat menghasilkan solusi konkret.

“Anak-anak tidak cukup hanya mengetahui bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya. Mereka juga perlu memahami apakah sampah tersebut dapat terurai, bagaimana pengelolaannya, dan apa yang bisa dilakukan agar persoalan lingkungan dapat diatasi,” jelasnya.

Aries menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendorong kepedulian lingkungan melalui program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Program tersebut menjadi salah satu upaya mengintegrasikan proses pembelajaran dengan praktik langsung di lingkungan sekolah.

Melalui program ini, siswa didorong memanfaatkan potensi yang tersedia untuk mengembangkan kegiatan produktif dan berkelanjutan. Sekolah dengan lahan terbatas tetap dapat melakukan penanaman menggunakan polybag maupun sistem hidroponik, sedangkan sekolah yang memiliki lahan lebih luas dapat mengelolanya secara lebih optimal.

Menurut Aries, kegiatan tersebut bukan semata-mata bertujuan menghasilkan tanaman atau produk pangan, melainkan membangun kebiasaan, keterampilan, serta karakter peduli lingkungan pada peserta didik.

Ia menekankan bahwa pembelajaran lingkungan akan lebih bermakna apabila siswa terlibat langsung dalam praktik, mulai dari mengenali persoalan di sekitarnya, menyusun gagasan, hingga menerapkan solusi.

“Semangat kita bukan sekadar menanam, tetapi menjadikan kegiatan itu sebagai bagian dari proses pendidikan. Anak-anak belajar bagaimana menjaga lingkungan dimulai dari sekolah dan lingkungan terdekat mereka,” tuturnya.

Ia berharap, pengalaman tersebut dapat menjadi fondasi bagi para pelajar untuk mengembangkan inovasi yang lebih luas, termasuk melalui penelitian dan kompetisi lingkungan seperti Toyota Eco Youth.

Dalam kesempatan tersebut, Aries juga mendorong agar semakin banyak sekolah di Jawa Timur terlibat dalam Toyota Eco Youth. Ia menyebutkan, Jawa Timur memiliki 38 kabupaten/kota dengan jumlah sekolah yang besar sehingga kesempatan mengikuti program inovasi lingkungan perlu diperluas.

Aries menanggapi informasi mengenai rencana keterlibatan sekitar 100 tim dengan mendorong penyelenggara membuka kesempatan bagi lebih banyak peserta.

Menurutnya, semakin banyak tim yang berpartisipasi, semakin banyak pula gagasan dan hasil penelitian yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap penanganan persoalan lingkungan.

“Kalau ada 100 tim yang melakukan riset dan merumuskan solusi tentang lingkungan, berarti ada 100 gagasan yang bisa dikembangkan untuk membantu mengatasi persoalan lingkungan,” ungkapnya.

Ia berharap, hasil pemikiran para pelajar tersebut dapat menjadi masukan bagi pihak-pihak terkait, termasuk instansi yang menangani urusan lingkungan hidup.

Aries juga meminta para siswa memanfaatkan seluruh tahapan program, mulai dari sosialisasi, pendaftaran, penyusunan gagasan, hingga pengembangan proyek inovasi. Ia mengingatkan bahwa kompetisi tersebut bukan hanya tentang meraih penghargaan, tetapi juga kesempatan untuk menguji kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Aries turut menyoroti pentingnya akses teknologi agar seluruh sekolah dapat mengikuti kegiatan sosialisasi secara daring. Ia menceritakan adanya laporan mengenai sekolah yang mengalami kendala jaringan internet sehingga kesulitan mengikuti pertemuan melalui Zoom.

Ia menegaskan bahwa persoalan teknis semestinya dicarikan solusi agar tidak menghambat kesempatan siswa memperoleh informasi dan berpartisipasi dalam program pendidikan.

Menurutnya, pemerataan akses menjadi bagian penting dalam memastikan pelajar dari berbagai wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi.

Dalam kegiatan tersebut, Aries didampingi Kepala Bidang SMK, Agus Ariyono. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perwakilan Toyota, termasuk jajaran manajemen dan tim pelaksana Toyota Eco Youth, serta pihak SMKN 5 Surabaya sebagai tuan rumah.

Aries berharap kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan dunia industri dapat terus diperluas melalui berbagai kegiatan yang mendukung pendidikan dan kepedulian lingkungan.

Ia pun mengajak Toyota untuk tidak berhenti menyelenggarakan program tersebut di Jawa Timur dan membuka peluang kolaborasi lain yang memberikan manfaat bagi peserta didik.

“Jangan bosan-bosan mengadakan kegiatan di Jawa Timur. Tidak hanya Toyota Eco Youth, kegiatan lain yang mendukung pendidikan juga kami siap sambut. Kami siap menjadi tuan rumah yang baik,” pungkasnya.

Melalui Toyota Eco Youth dan program pendidikan lingkungan di sekolah, Pemprov Jawa Timur berharap para pelajar semakin terbiasa berpikir kritis, melakukan penelitian, serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan lingkungan di sekitar mereka.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *