SURABAYA – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Nyono, ST., MT., IPU, turut dilantik sebagai bagian dari Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur masa bakti 2026–2029.
Dalam kepengurusan yang dipimpin Ketua PII Jawa Timur Dr. Ir. Gentur Prihantono SP., ST., SH., MT., MH., IPU, Asean Eng, Nyono dipercaya sebagai Ketua Bidang Perhubungan dan Supply Chain Management.
Pelantikan Pengurus Wilayah PII Jawa Timur dilakukan oleh Ketua Umum PII Pusat Ilham Akbar Habibie dan disaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (25/7/2026).
Penempatan Nyono pada bidang tersebut dinilai strategis, mengingat sektor perhubungan memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.
Gubernur Khofifah menegaskan, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam menghubungkan kawasan Indonesia Barat dan Indonesia Timur. Menurutnya, hampir 80 persen logistik di kawasan Indonesia Timur disuplai melalui Jawa Timur.
“Proses konektivitas antara barat dan timur ini harus ada yang secara kontinu mempersambungkan dengan komitmen yang tinggi, no one left behind,” ujar Khofifah.
Khofifah menilai, penguatan konektivitas tidak hanya membutuhkan kebijakan pemerintah, tetapi juga dukungan keahlian para insinyur. Karena itu, sinergi antara PII dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi penting dalam menghadirkan perencanaan dan solusi teknis yang dapat mendukung pembangunan.
Dalam konteks tersebut, peran Nyono sebagai Kepala Dinas Perhubungan Jatim sekaligus Ketua Bidang Perhubungan dan Supply Chain Management PII Jatim diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam berbagai isu strategis transportasi dan rantai pasok.
Khofifah juga mendorong PII Jawa Timur untuk membangun konektivitas dengan organisasi profesi di berbagai daerah. Menurutnya, kerja sama lintas daerah menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antardaerah dan “menjahit Nusantara”.
“Dalam setiap misi dagang, kita tidak hanya berbicara soal ekonomi, perdagangan, dan investasi, tetapi juga membangun konektivitas dengan provinsi mitra, termasuk dengan organisasi-organisasi profesi,” jelasnya.
Ia bahkan mendorong PII Jawa Timur untuk membangun kerja sama dengan PII di daerah lain melalui penandatanganan nota kesepahaman.
“Sebetulnya kita sedang menjahit Nusantara. Misi dagang itu salah satu cara kita menjahit Nusantara,” tegas Khofifah.
Sementara itu, Ketua PII Jatim Gentur Prihantono Sandjoyo Putro menegaskan, keterlibatan sejumlah pejabat teknis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam kepengurusan PII merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah.
Menurut Gentur, para pejabat yang memiliki latar belakang teknik dapat memberikan kontribusi dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan.
“Kalau ada kegiatan keteknikan, masalah bencana alam, masalah jalan, konstruksi bangunan, konstruksi air, mereka bisa membantu memberikan solusi dan memberikan masukan,” ujarnya.
Dengan dipercaya memimpin Bidang Perhubungan dan Supply Chain Management, Nyono diharapkan dapat memperkuat kontribusi PII Jatim dalam mendukung pembangunan sistem transportasi, konektivitas, serta rantai pasok yang semakin efisien dan terintegrasi.
Keterlibatan Kepala Dinas Perhubungan Jatim dalam kepengurusan PII juga menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.




















Komentar