SURABAYA – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur, Dr. M. Hadi Wawan Guntoro, S.STP., M.Si., CIPA, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini sebagai upaya mencetak generasi berkarakter sekaligus melahirkan prestasi olahraga yang mampu mengharumkan nama bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan “The 8th National Terate Airlangga Pencak Silat Tournament 2026” atau Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Rektor Universitas Airlangga 2026 di GOR Basket Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya Kamis 9 Juli 2026.

Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate Komisariat Universitas Airlangga Cabang Surabaya tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena dinilai konsisten menjadi wadah pembinaan atlet pencak silat sekaligus memperkuat regenerasi olahraga bela diri asli Indonesia.
Dalam sambutannya, Hadi Wawan Guntoro mengaku bangga menyaksikan penampilan atlet-atlet usia dini yang tampil pada seremoni pembukaan. Menurutnya, antusiasme anak-anak untuk menekuni pencak silat menjadi pertanda positif bahwa olahraga semakin diminati sebagai sarana menyalurkan bakat sekaligus membentuk karakter generasi muda.
“Regenerasi pencak silat ini luar biasa. Anak-anak yang masih sangat muda sudah berani tampil dan menunjukkan kemampuannya. Ini menjadi bukti bahwa pencak silat menjadi pilihan bagi anak-anak kita untuk menyalurkan hobi sekaligus membentuk karakter, mental juara, disiplin, dan semangat pantang menyerah yang akan bermanfaat dalam kehidupan maupun pendidikan mereka,” ujarnya.
Kadispora Jatim juga menyampaikan apresiasi kepada Persaudaraan Setia Hati Terate yang selama ini dinilai konsisten melakukan pembinaan atlet hingga mampu melahirkan pesilat-pesilat berprestasi yang mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional.
Ia berharap semakin banyak atlet Jawa Timur yang mampu menembus kompetisi internasional sehingga prestasi olahraga Jawa Timur terus meningkat.
Selain itu, Hadi Wawan Guntoro memberikan penghargaan kepada Universitas Airlangga yang secara rutin menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Rektor. Menurutnya, penyelenggaraan yang telah memasuki edisi kedelapan tersebut telah menjadi agenda yang dinantikan para atlet muda sebagai ajang mengukur hasil latihan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
“Ini merupakan contoh yang sangat baik bagi perguruan tinggi lainnya. Event seperti ini menjadi ruang bagi atlet untuk berkembang sekaligus memperkuat pembinaan olahraga prestasi,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memotivasi para peserta agar memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk Universitas Airlangga. Menurutnya, prestasi olahraga harus berjalan beriringan dengan pendidikan sehingga para atlet memiliki masa depan yang lebih baik.
Hadi bahkan berharap Universitas Airlangga dapat terus memberikan kesempatan melalui jalur prestasi bagi atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional untuk melanjutkan pendidikan di kampus tersebut.
Tak lupa, Kadispora Jatim menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan kejuaraan. Ia optimistis kegiatan tersebut akan memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi penyelenggara dan keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate, tetapi juga bagi perkembangan olahraga pencak silat di Jawa Timur.
Menutup sambutannya, Hadi Wawan Guntoro mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia juga berpesan kepada dewan juri agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan adil sehingga kejuaraan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik.
“Selamat bertanding. Tunjukkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas. Semoga seluruh rangkaian kejuaraan berjalan lancar, sukses, dan melahirkan atlet-atlet pencak silat yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia di masa mendatang,” pungkasnya.


















Komentar