SURABAYA – Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan logo baru Rumah Sakit (RS) KORPRI Pura Raharja pada Jumat (10/7/2026).
Tidak hanya memperkenalkan wajah baru, pada kesempatan tersebut RS KORPRI Pura Raharja juga menandatangani kerja sama dengan St. Mary’s International Hospital, Catholic Kwandong University, Incheon, Republik Korea.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang juga Ketua Dewan Pengurus KORPRI Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa peluncuran logo baru RS KORPRI Pura Raharja bukan sekadar pergantian identitas visual, melainkan menjadi simbol kebangkitan dan transformasi rumah sakit milik KORPRI agar semakin profesional, modern, dan berdaya saing.
Adhy menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dewan Pengurus KORPRI Nasional Prof. Zudan Arif Fakrulloh beserta jajaran, para mitra dari St. Mary’s International Hospital Catholic Kwandong University Korea Selatan, akademisi, serta seluruh pengurus KORPRI Jawa Timur yang telah mendukung upaya pembenahan rumah sakit tersebut.
Menurutnya, selama enam bulan terakhir pengurus KORPRI Jawa Timur berupaya mengembalikan eksistensi RS KORPRI Pura Raharja sebagai aset kebanggaan KORPRI. Langkah tersebut dilakukan melalui penataan organisasi, perbaikan tata kelola, hingga penguatan manajemen agar rumah sakit dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Adhy menjelaskan, RS KORPRI Pura Raharja memiliki sejarah panjang sejak tahun 1974 dan dikenal sebagai rumah sakit ibu dan anak. Kini rumah sakit tersebut telah berkembang menjadi rumah sakit umum dengan tetap mempertahankan keunggulan layanan kesehatan ibu dan anak, sekaligus menghadirkan berbagai layanan spesialis seperti penyakit dalam, jantung dan pembuluh darah, saraf, mata, serta rehabilitasi medik.
Ia mengungkapkan bahwa rumah sakit tersebut juga menjadi salah satu fasilitas kesehatan dengan pencatatan kelahiran tertinggi di Surabaya, yakni sekitar 2.400 kelahiran setiap tahun yang langsung terintegrasi dengan sistem administrasi kependudukan.
Untuk mendukung pengembangan layanan, KORPRI Jawa Timur telah menyiapkan rencana perluasan rumah sakit melalui pembangunan gedung layanan poliklinik di dua bidang tanah yang berada di sisi kanan dan kiri rumah sakit. Langkah ini dilakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin berkualitas.
Selain pengembangan infrastruktur, KORPRI Jawa Timur juga mendorong transformasi digital melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga dalam pengembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), teknologi digital kesehatan, riset, serta inovasi pelayanan medis. Menurut Adhy, kolaborasi internasional dengan St. Mary’s International Hospital Korea Selatan menjadi langkah penting dalam memperkuat transfer ilmu pengetahuan, penelitian, pendidikan tenaga medis, dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
Adhy juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program vaksinasi kanker serviks bagi aparatur sipil negara (ASN) yang diselenggarakan bersamaan dengan acara tersebut. Tingginya antusiasme peserta, yang melebihi kuota 300 orang, diharapkan dapat menjadi dasar penambahan kuota vaksinasi pada tahap berikutnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa identitas KORPRI harus semakin terlihat di lingkungan rumah sakit, baik melalui penggunaan logo baru maupun penataan identitas kelembagaan lainnya. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat citra RS KORPRI Pura Raharja sebagai rumah sakit kebanggaan ASN di Jawa Timur.
Adhy menambahkan, KORPRI Jawa Timur tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi ASN, tetapi juga memberikan berbagai bentuk perlindungan kepada anggotanya, mulai dari pendampingan hukum hingga penghormatan kepada ASN yang telah purna tugas maupun meninggal dunia sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada negara.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa kondisi keuangan rumah sakit mulai menunjukkan perbaikan. Setelah beberapa tahun mengalami kerugian, hasil audit terakhir menunjukkan RS KORPRI Pura Raharja telah membukukan keuntungan. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat ekspansi layanan dan pembangunan fasilitas baru dengan dukungan pembiayaan yang sehat.
Menutup sambutannya, Adhy berharap momentum peluncuran logo baru menjadi awal transformasi besar RS KORPRI Pura Raharja menuju rumah sakit yang modern, profesional, berstandar internasional, serta mampu menjadi kebanggaan ASN dan masyarakat Jawa Timur melalui pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.


















Komentar