Surabaya – Mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Muhammad Isa Anshori, A.T.D., M.T. menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus DPD dan DPC Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Jawa Timur di Surabaya, Minggu (6/9/2026).
Dalam sambutannya, Isa menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus DPD dan DPC PAMDI Jawa Timur yang dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah, semakin solid dalam membangun organisasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan seni dan budaya di Jawa Timur.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur saya ucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPD dan DPC PAMDI Jawa Timur yang hari ini dilantik. Selamat menjalankan amanah baru dalam menjalankan tugas, semakin solid dalam membangun organisasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan seni dan budaya di Jawa Timur,” ujarnya membacakan sambutan Gubernur Khofifah.
Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab untuk membangun organisasi yang semakin profesional, memperkuat para pelaku seni, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi tumbuhnya kreativitas masyarakat.
Ia menyebut Jawa Timur memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa, mulai dari Reog Ponorogo, Gandrung Banyuwangi, Topeng Panji Malang, Jaranan hingga berbagai ekspresi budaya lainnya. Di tengah keragaman tersebut, musik dangdut dinilai memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat.
Dangdut, lanjutnya, bukan hanya musik hiburan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia, termasuk Jawa Timur. Musik dangdut juga telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem kebudayaan dan ekonomi kreatif.
“Di balik sebuah pertunjukan dangdut terdapat banyak profesi dan pelaku ekonomi, mulai dari penyanyi, musisi, pencipta lagu, arranger, produser, pekerja panggung, event organizer, content creator, hingga pelaku usaha pendukung lainnya,” tuturnya.
Karena itu, pertumbuhan ekosistem musik dangdut diyakini tidak hanya memperkuat sektor kebudayaan, tetapi juga membuka ruang kreativitas, lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Adaptasi di Era Digital
Lebih lanjut disampaikan, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menciptakan, memproduksi, mendistribusikan hingga menikmati musik. Bahkan, perkembangan artificial intelligence (AI) saat ini memungkinkan teknologi membantu proses pembuatan melodi, aransemen, lirik, suara, hingga menghasilkan sebuah lagu secara utuh.
Perubahan tersebut dinilai menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi para pelaku musik dangdut. Dalam konteks tersebut, PAMDI diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku musik untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri dan profesionalisme sebagai seniman.
“PAMDI dapat menjadi ruang bagi para pelaku musik untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tanpa kehilangan jati diri dan profesionalismenya sebagai seniman,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, juga melihat peluang kolaborasi yang luas dengan PAMDI, khususnya di bidang kebudayaan, ekonomi kreatif, event dan pariwisata.
Musik dangdut dinilai dapat dipadukan secara kreatif dengan berbagai kekayaan seni dan budaya daerah, seperti Reog Ponorogo, Gandrung Banyuwangi, Jaranan dan Topeng Panji Malang. Kolaborasi tersebut bukan untuk menggantikan seni tradisi yang telah ada, tetapi menciptakan ruang kreativitas baru agar seni dan budaya Jawa Timur terus hidup dan semakin dekat dengan generasi muda.
Dalam sektor pariwisata, pertunjukan musik juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata. Konsep tersebut menempatkan destinasi sebagai panggung, budaya sebagai identitas, musik sebagai pengalaman dan UMKM sebagai bagian dari aktivitas wisata.
Dengan pendekatan tersebut, sebuah event tidak hanya menghadirkan penonton, tetapi juga berpotensi menggerakkan hotel, restoran, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif dan berbagai sektor lainnya.
PAMDI Diajak Perkuat Kolaborasi
Isa juga mengajak PAMDI Jawa Timur membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota, komunitas budaya, pelaku pariwisata, dunia usaha serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi seniman untuk berkarya, talenta muda untuk berkembang, karya mendapatkan apresiasi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kepengurusan PAMDI yang baru juga diharapkan semakin profesional, inklusif dan adaptif dalam menjawab perkembangan industri musik di era digital.
” Mari kita jadikan musik dangdut tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai kekuatan kebudayaan, ekonomi kreatif, dan pariwisata,” pesannya.
Ia berharap PAMDI Jawa Timur semakin solid, profesional, kreatif dan adaptif sehingga mampu membawa musik dangdut Jawa Timur semakin berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mari kita rawat budaya. Mari kita dorong kreativitas. Mari kita buka ruang bagi generasi muda. Dan mari kita perkuat kolaborasi untuk membangun Jawa Timur yang semakin maju dan berdaya saing. Dan bersama-sama kita wujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara,” pungkasnya.














Komentar