PALU, Central.asia – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat merespons kelangkaan dan antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu baru-baru ini.
Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dr. H. Rudi Dewanto, S.E., M.M., memimpin langsung rapat koordinasi penanganan krisis energi tersebut di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada Rabu (26/8/2026).
Rapat ini digelar untuk mencari solusi konkret atas kepanikan warga akibat keterbatasan stok BBM di pasokan lokal.Faktor Cuaca Buruk Jadi Pemicu Utama Dalam pertemuan tersebut, pihak Pertamina membeberkan bahwa keterlambatan pasokan Pertalite dipicu oleh cuaca ekstrem yang mengganggu pelayaran kapal pengangkut BBM dari Bitung, Sulawesi Utara, sejak pertengahan Agustus lalu.
Kendati demikian, Pertamina memastikan distribusi kini telah berangsur pulih. Langkah antisipasi telah ditempuh dengan mendatangkan pasokan alternatif dari Depot Bau-Bau dan Depot Poso.
Suplai dari jalur tersebut terpantau masuk secara normal sejak 20 hingga 24 Agustus 2026, sehingga situasi di sejumlah SPBU Kota Palu sudah mulai terurai.”Bapak Gubernur menginginkan ada solusi konkret. Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan,” tegas Rudi Dewanto. (Red)














Komentar