Pacitan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menutup rangkaian kegiatan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Tahun 2026 yang digelar selama empat hari, 20–24 Juli 2026, di Pantai Pancer, Desa Ploso, Kabupaten Pacitan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, dalam laporannya pada Malam Puncak dan Penutupan Kegiatan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Tahun 2026, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wahana untuk menguji kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
“Gelar peralatan ini diselenggarakan sebagai wahana untuk menguji kesiapan personel dan peralatan, meningkatkan standar operasional, mempererat sinergi antar-BPBD kabupaten/kota, sekaligus menumbuhkan semangat kolaborasi dalam membangun ketangguhan daerah,” ujar Gatot.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya meningkatkan kompetensi personel BPBD di bidang kedaruratan, logistik, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), serta operasi penyelamatan.
Selain itu, kegiatan tersebut juga ditujukan untuk menyeragamkan standar penggunaan dan pengelolaan peralatan penanggulangan bencana, memperkuat koordinasi antar-BPBD kabupaten/kota se-Jawa Timur, serta mendorong pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dalam mendukung operasi penanggulangan bencana.
Gatot menambahkan, penguatan penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Karena itu, BPBD Jatim terus mendorong penguatan jejaring kemitraan melalui pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Selama empat hari pelaksanaan, berbagai kegiatan digelar, mulai dari sarasehan penanggulangan bencana, penguatan materi penyelenggaraan penanggulangan bencana, hingga Kompetisi Resiliensi Maraton.
Kompetisi tersebut meliputi Lomba Pendirian Tenda dan Display Peralatan, Lomba Water Rescue dan Medical First Responder, Lomba Sensor Kompetisi, Lomba Penataan Logistik, Lomba Cerdas Cermat Kebencanaan, serta Lomba Pusdalops dan Penataan Gudang Logistik.
Gatot menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Masing-masing daerah awalnya mengirimkan perwakilan sebanyak 10 personel. Namun, antusiasme peserta membuat jumlah kehadiran di lapangan melebihi kuota yang ditentukan.
“Alhamdulillah kalau melihat kehadirannya lebih dari jumlah tersebut. Ini adalah suatu hal yang positif,” katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur, mulai dari Banyuwangi hingga Sumenep. Menurutnya, kehadiran seluruh peserta hingga akhir kegiatan menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dan kolaborasi antar-BPBD di Jawa Timur.
Gatot berharap sinergi yang telah terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus diperkuat dan diwujudkan dalam pelaksanaan penanggulangan bencana di daerah.
“Kami berharap kolaborasi yang sudah dibangun mulai malam ini dan seterusnya menjadi lebih baik dan bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat umum,” pungkasnya.















Komentar