Nama Sagiman bagi sebagian warga Jawa Timur agak terdengar sedikit asing, beda ketika menyebut nama Pak Sakera, mayoritas mengenal sebagai pejuang dari Kabupaten Pasuruan.
Puluhan budayawan, Minggu (16/8/2026) memenuhi cungkup makam Sagiman atau Pak Sakera di Bekacak Kolursari Bangil Pasuruan, mereka bukan hanya dari Pasuruan tapi juga dari Malang, Mojokerto, Sidoarjo dan Surabaya.
Ki Bagong Sabdo Sinukarto, Ketua Forum Pamong Kebudayaan (FPK) mengatakan acara tidak semata untuk merayakan hari kemerdekaan, namun ini adalah tindak lanjut gerakan seniman Pasuruan untuk memperjuangkan Pak Sakera sebagai Pahlawan.
“Kegiatan ini sudah kami rintis sejak 2010 lalu, dan dalam 1 tahun ada 3 kegiatan yang kami gelar terkait Pak Sakera” ujarnya.
3 kegiatan yang dimaksud adalah peringatan hari kemerdekaan setiap tanggal 16 Agustus, upacara Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November dan acara Nyadran yang digelar menjelang bulan puasa.
Di tempat yang sama Ki Suroso ketua Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) mengapresiasi kegiatan Puspa Mahardika untuk Pak Sakera ini.
Menurutnya, acara ini sarat muatan edukasi terutama sejarah perjuangan, tapi juga sebagai sarana pengenalan kesenian tradisional semisal Ludruk.
“Karena bagaimanapun orang mengenal nama Sakera, Joko Sambang dan Sawunggaling dari kesenian ludruk” tutur seniman Tari Topeng Malangan ini.
Selain dihadiri seniman dan budayawan acara yang sakral ini juga dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Komunitas Pencak Sakera, Pemuda Panca Marga dan Matra Sidoarjo.
Selain tabur bunga juga dibacakan Puisi oleh Opick sastrawan Pasuruan dan diakhiri dengan penanaman pohon di area makam Pak Sakera oleh Wakil Ketua FPK Pasuruan dr. Crhistian Tanaya diikuti undangan lainnya.
(A)















Komentar