SURABAYA – Pimpinan Pusat Jaringan Kiai dan Santri Nasional (PP JKSN) menggelar Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional KH Muhammad Yusuf Hasyim sekaligus membedah buku berjudul “KH Muhammad Yusuf Hasyim (1929–2007): Hidup, Pemikiran dan Keperjuangannya” di Aula JKSN, Jalan Siwalankerto Utara II/40 A, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Panitia Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional KH Muhammad Yusuf Hasyim tersebut menghadirkan para akademisi, tokoh agama, keluarga besar KH Muhammad Yusuf Hasyim, serta insan media sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap pengusulan tokoh Nahdlatul Ulama tersebut sebagai Pahlawan Nasional.
Ketua Umum PP JKSN, KH Asep Saifuddin Chalim, dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar dan bedah buku ini merupakan momentum penting untuk memperkuat argumentasi akademik sekaligus menyosialisasikan perjuangan KH Muhammad Yusuf Hasyim kepada masyarakat luas.
Menurut KH Asep, berdasarkan hasil kajian Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), KH Muhammad Yusuf Hasyim termasuk sosok yang memiliki kelengkapan sumber primer, data sejarah, dan argumentasi akademik yang sangat kuat dalam proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional.
Ia menjelaskan bahwa dari puluhan nama calon pahlawan yang diusulkan secara nasional, KH Muhammad Yusuf Hasyim dinilai sebagai salah satu figur yang paling layak berdasarkan kajian ilmiah. Karena itu, seminar ini diharapkan menjadi media untuk memperkuat informasi kepada publik mengenai rekam jejak perjuangan dan pengabdiannya bagi bangsa.
KH Asep juga mengajak kalangan media untuk turut menyampaikan informasi yang objektif mengenai kiprah KH Muhammad Yusuf Hasyim sehingga masyarakat semakin memahami alasan kuat di balik pengusulan gelar tersebut.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh peserta seminar memanjatkan doa agar proses pengusulan berjalan lancar dan KH Muhammad Yusuf Hasyim dapat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada penetapan yang direncanakan berlangsung pada November 2026.
Pada sambutannya, KH Asep turut mengisahkan perjalanan hidup KH Muhammad Yusuf Hasyim sejak usia muda. Ia menyebutkan bahwa ketika masih berusia sekitar 12 tahun, KH Muhammad Yusuf Hasyim telah menunjukkan keberanian luar biasa dengan berkeliling Pulau Jawa untuk menyampaikan kabar mengenai penangkapan ayahnya, KH Hasyim Asy’ari, oleh penjajah Jepang.
Keberanian tersebut, lanjutnya, terus terlihat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. KH Muhammad Yusuf Hasyim terlibat dalam perjuangan melawan penjajah, bahkan pernah terkena serempetan peluru saat bertempur. Ia juga disebut memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan wilayah Surabaya hingga Jombang dari upaya penguasaan kembali oleh Belanda setelah Indonesia merdeka.
KH Asep menegaskan bahwa sosok KH Muhammad Yusuf Hasyim tidak hanya dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, tetapi juga sebagai ulama yang mewariskan nilai-nilai keberanian, keteguhan, serta kecintaan kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk terus diwariskan kepada generasi muda Indonesia.
Melalui seminar nasional dan bedah buku ini, PP JKSN berharap kajian ilmiah mengenai kehidupan, pemikiran, dan perjuangan KH Muhammad Yusuf Hasyim semakin memperkuat proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional serta memperoleh dukungan yang lebih luas dari masyarakat dan berbagai kalangan akademisi.














Komentar