SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses di Jalan Asem Payung I, Kelurahan Gebang Putih, Surabaya pada Jumat 31 Juli 2026. Dalam dialog bersama warga, sejumlah persoalan mencuat mulai dari dunia pendidikan, pengelolaan sampah, drainase lingkungan, hingga layanan kesehatan.
Yordan mengungkapkan bahwa salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan warga berkaitan dengan adanya tarikan biaya di sekolah negeri, khususnya terkait seragam sekolah dan peran komite sekolah yang dinilai sebagian masyarakat masih membebani orang tua siswa.
Menurutnya, banyak warga yang belum memahami aturan yang berlaku sehingga muncul kesalahpahaman terkait kewajiban pembelian seragam sekolah. Ia menegaskan bahwa sekolah tidak diperbolehkan menjual maupun memaksa orang tua membeli seragam dari pihak tertentu.
“Ketentuannya sebenarnya sudah jelas. Sekolah tidak boleh memaksa orang tua membeli seragam di sekolah. Orang tua memiliki hak untuk membeli seragam di luar sekolah, memanfaatkan seragam bekas kakak kelas, atau memilih tempat pembelian lain yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Yordan menilai persoalan tersebut lebih banyak disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, terutama menjelang masa penerimaan peserta didik baru. Karena itu, ia mendorong pemerintah dan pihak sekolah untuk lebih masif memberikan informasi kepada calon siswa dan orang tua agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
Selain pendidikan, warga juga menyampaikan kebutuhan penambahan sekolah menengah kejuruan (SMK), khususnya SMK teknik, di kawasan Gebang Putih dan wilayah Surabaya Timur. Menurut warga, keberadaan SMK teknik masih terbatas sehingga daya tampung siswa dan akses pendidikan vokasi perlu ditingkatkan.
Menanggapi hal tersebut, Yordan menyatakan akan meneruskan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pengembangan fasilitas pendidikan di masa mendatang.
Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian dalam reses tersebut. Warga mengeluhkan masih minimnya sarana dan prasarana pendukung pemilahan sampah. Kondisi tersebut membuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat belum berjalan optimal.
Yordan menilai program pemilahan sampah memerlukan dukungan lintas sektor, baik dari pemerintah kota, kelurahan, maupun masyarakat. Menurutnya, penyediaan fasilitas yang memadai akan membantu pengurus kampung dalam menjalankan program pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
“Kami melihat semangat masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sudah ada. Tinggal bagaimana dukungan sarana dan tempat yang memadai bisa disiapkan agar program ini berjalan lebih efektif,” katanya.
Di bidang infrastruktur, warga meminta adanya normalisasi atau pengerukan saluran air yang dinilai mulai mengalami hambatan aliran. Mereka mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat memicu genangan saat musim hujan.
Yordan menjelaskan bahwa perubahan kondisi lingkungan akibat pembangunan kawasan perumahan baru di wilayah timur Surabaya diduga turut memengaruhi kelancaran aliran air. Karena itu, aspirasi terkait perbaikan drainase akan diteruskan kepada instansi terkait agar mendapat perhatian lebih lanjut.
Keluhan lain yang turut disampaikan masyarakat berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Seorang warga mengaku pernah mengalami kondisi belum sepenuhnya pulih saat diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Aduan tersebut menjadi perhatian Yordan karena menyangkut kualitas layanan kepada pasien.
Ia berjanji akan menelusuri lebih lanjut peristiwa tersebut guna mengetahui kondisi yang sebenarnya. Selain itu, ia juga akan menyampaikan masukan masyarakat kepada pihak rumah sakit, khususnya rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, agar kualitas pelayanan terus ditingkatkan.
Yordan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan kendala dalam pelayanan publik. Menurutnya, komunikasi yang cepat antara warga dan wakil rakyat dapat membantu penyelesaian masalah secara lebih efektif.
“Jika ada persoalan pelayanan publik yang dirasakan masyarakat, segera laporkan kepada kami. Dengan begitu kami bisa ikut mengawal dan memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.














Komentar