SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya bersama PT Debindo Mitra Tama resmi membuka Surabaya Great Expo (SGE) 2026 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Rabu (5/8/2026). Pameran tahunan yang digelar 5-9 Agustus 2026 itu menjadi agenda unggulan Pemkot Surabaya sebagai wadah promosi produk unggulan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, koperasi, dan pelaku ekonomi kreatif.
Pembukaan Surabaya Great Expo 2026 dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, pelaku usaha, perwakilan BUMN dan BUMD, asosiasi bisnis, serta masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Panitia Surabaya Great Expo 2026 yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, SH, M.Si, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat ekonomi daerah melalui pengembangan usaha lokal dan perluasan akses pasar.
Dalam laporannya, Mia Santi Dewi menjelaskan bahwa Surabaya Great Expo telah menjadi salah satu instrumen strategis Pemkot Surabaya dalam mempromosikan produk-produk unggulan daerah. Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan ke-15 sejak pertama kali digelar dan terus berkembang sebagai ajang yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, investor, maupun mitra bisnis.
“Surabaya Great Expo merupakan agenda pameran tahunan Pemerintah Kota Surabaya yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-15. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus wujud komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, koperasi, dan pengembangan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Mia mengungkapkan, pada tahun ini Surabaya Great Expo diikuti oleh 106 peserta yang menempati 142 stan pameran. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai perangkat daerah, BUMD, BUMN, pelaku UMKM, koperasi, perusahaan swasta, asosiasi usaha, hingga peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan besarnya antusiasme dan kepercayaan berbagai pihak terhadap Surabaya Great Expo sebagai sarana promosi, pemasaran, serta pengembangan usaha.
“Partisipasi ini menunjukkan tingginya kepercayaan berbagai pihak terhadap Surabaya Great Expo sebagai sarana promosi, pemasaran, dan pengembangan usaha,” katanya.
Penyelenggaraan tahun ini menargetkan nilai transaksi mencapai Rp7 miliar dengan jumlah kunjungan puluhan ribu pengunjung selama lima hari pelaksanaan, yakni mulai 5 hingga 9 Agustus 2026.
Selain menghadirkan beragam produk unggulan, pameran ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung yang memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha maupun masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi talkshow inspiratif bagi pengembang usaha, lomba kreasi sambal antar sentra wisata kuliner, kompetisi ekspor bagi generasi muda, fashion show produk unggulan, layanan konsultasi merek dagang, sertifikasi halal, layanan BPOM, konsultasi ekspor, serta berbagai program menarik lainnya.
Mia Santi Dewi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, PT Debindo Mitra Tama selaku penyelenggara, sponsor, mitra kerja, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Surabaya Great Expo 2026.
Mengusung tema “Surabaya Business Meetup”, pameran ini diharapkan menjadi ruang pertemuan strategis bagi pelaku usaha, investor, pembeli, komunitas bisnis, dan masyarakat untuk membangun jejaring yang produktif.
“Kami berharap pameran ini tidak hanya berhenti pada transaksi selama lima hari pelaksanaan, tetapi mampu melahirkan kemitraan usaha yang berkelanjutan, memperluas akses pasar, meningkatkan penggunaan produk lokal, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya,” ungkap Mia.
Melalui Surabaya Great Expo 2026, Pemerintah Kota Surabaya optimistis dapat memperkuat ekosistem usaha lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis. Pameran ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sedangkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Surabaya Great Expo (SGE) 2026. Menurutnya, pameran tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga sarana mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.
Dalam sambutannya saat membuka Surabaya Great Expo 2026 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Eri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara, termasuk Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Kota Surabaya, PT Debindo Mitra Tama, para pelaku UMKM, serta komunitas kreatif yang turut memeriahkan pameran.
Eri mengaku bangga melihat keterlibatan para desainer lokal dan anak-anak binaan Rumah Anak Prestasi yang diberi ruang untuk menampilkan karya mereka dalam pembukaan pameran. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa Surabaya terus membuka kesempatan bagi talenta muda untuk berkembang dan menunjukkan kreativitasnya kepada masyarakat luas.
“Surabaya tidak boleh hanya menjadi kota yang memberikan ruang kepada kelompok tertentu saja. Anak-anak yang memiliki bakat dan kreativitas harus diberikan kesempatan untuk tampil dan berkembang. Karena dari mereka akan lahir inovasi dan karya yang membanggakan kota ini,” ujar Eri.
Ia menilai keterlibatan desainer lokal dalam menampilkan karya busana berbahan batik dan produk UMKM merupakan bentuk nyata dukungan terhadap ekonomi kreatif.
Bahkan, Eri berencana mendorong jajaran pemerintah kota untuk lebih banyak menggunakan produk-produk lokal sebagai bagian dari upaya mempromosikan hasil karya pelaku UMKM Surabaya.
Menurut Eri, pemerintah harus hadir bukan sekadar sebagai regulator, melainkan sebagai fasilitator yang membantu pelaku usaha berkembang. Karena itu, berbagai program pendampingan dan fasilitasi terus dilakukan Pemkot Surabaya, mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga perlindungan merek usaha.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kota Surabaya telah memfasilitasi sekitar 370 pelaku UMKM serta menerbitkan sekitar 450 layanan perizinan dan legalitas usaha, termasuk NIB, sertifikat halal, dan merek dagang.
“Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah memfasilitasi. Ketika pemerintah hadir memfasilitasi, maka pelaku usaha akan bergerak sendiri dan ekonomi akan tumbuh dengan sendirinya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eri juga memaparkan capaian Surabaya Great Expo yang selama beberapa tahun terakhir telah memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Sejak tahun 2024 hingga 2026, total nilai transaksi yang tercipta dari penyelenggaraan pameran tersebut telah mencapai lebih dari Rp30 miliar, dengan rata-rata transaksi setiap penyelenggaraan berkisar antara Rp7 miliar hingga Rp9 miliar.
Capaian tersebut, lanjut Eri, menjadi bukti bahwa pameran seperti Surabaya Great Expo sangat dibutuhkan oleh para pelaku UMKM sebagai sarana pemasaran produk dan perluasan jaringan usaha.
Karena itu, Pemkot Surabaya berencana mengembangkan konsep serupa secara lebih rutin dengan menyediakan ruang promosi dan pameran bagi UMKM. Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah menggelar kegiatan expo atau pameran produk unggulan secara berkala setiap beberapa bulan sekali di fasilitas milik pemerintah kota.
“Kita ingin ada tempat yang bisa digunakan secara berkelanjutan untuk memasarkan produk UMKM. Jangan hanya saat pameran tahunan saja, tetapi bisa dilakukan secara rutin agar produk-produk lokal semakin dikenal masyarakat,” katanya.
Eri optimistis Surabaya Great Expo 2026 akan mampu melampaui capaian tahun sebelumnya. Menurutnya, semakin banyak masyarakat menggunakan produk dalam negeri dan produk UMKM lokal, maka semakin besar pula dampak yang diberikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga mengajak seluruh aparatur pemerintah, mulai dari kepala perangkat daerah, camat hingga lurah, untuk menjadi contoh dalam menggunakan produk-produk hasil karya UMKM Surabaya.
“Saat kita bangga menggunakan produk UMKM sendiri, maka kita sedang membantu menggerakkan ekonomi masyarakat. Pemerintah harus menjadi yang terdepan dalam mendukung produk lokal,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Eri berharap Surabaya Great Expo 2026 dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal sekaligus memperluas peluang usaha bagi para pelaku UMKM. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Wali Kota Surabaya secara resmi membuka Surabaya Great Expo 2026 dan berharap kegiatan tersebut mampu menciptakan transaksi yang lebih besar, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya.
“Semoga Surabaya Great Expo 2026 semakin sukses, semakin ramai, dan semakin mampu menggerakkan perekonomian Kota Surabaya melalui kekuatan UMKM dan produk-produk lokal yang membanggakan,” pungkasnya.




















Komentar