Surabaya – Vice President BOKE Public Affairs, Wang Chen, bersama rombongan melakukan kunjungan ke SMK Negeri 12 Surabaya pada Kamis 23 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung berbagai potensi pendidikan dan kreativitas siswa, khususnya di bidang seni dan keterampilan.
Kunjungan Wang Chen didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau sejumlah jurusan dan program keahlian yang ada di SMKN 12 Surabaya, di antaranya Desain Komunikasi Visual (DKV), seni tari, serta seni karawitan.
Selain melihat langsung proses pembelajaran dan berbagai karya siswa, rombongan juga menyaksikan penampilan seni yang menggabungkan unsur tradisional dan modern. Kolaborasi tersebut menampilkan perpaduan antara seni karawitan, musik, dan tari yang menjadi salah satu keunggulan kreativitas siswa SMKN 12 Surabaya.
Wang Chen mengaku sangat terkesan dengan sambutan dan pertunjukan seni yang ditampilkan para siswa. Kunjungan ke SMKN 12 Surabaya bahkan disebutnya memiliki makna tersendiri karena mengingatkannya pada masa kecil.
Melalui penerjemah, disampaikan bahwa kedatangan Wang Chen ke Indonesia, khususnya ke SMKN 12 Surabaya, terasa seperti kembali ke rumah. Hal itu karena sejak kecil dirinya sering mendengar lagu “Bengawan Solo” yang diperdengarkan oleh orang tuanya.
Lagu legendaris karya Gesang tersebut menjadi salah satu kenangan yang melekat bagi Wang Chen. Karena itu, kunjungan ke Indonesia memberikan pengalaman yang istimewa sekaligus membuka kesempatan baginya untuk melihat secara langsung kekayaan budaya dan seni yang selama ini telah dikenalnya melalui musik.
“Datang ke sini seperti kembali ke rumah,” demikian salah satu pesan yang disampaikan Wang Chen dalam kunjungannya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan seni yang disuguhkan siswa SMKN 12 Surabaya. Menurutnya, pertunjukan tersebut mampu menggabungkan kekuatan seni tradisional dengan sentuhan musik modern secara menarik.
Kolaborasi antara karawitan, musik, dan seni tari tersebut dinilai menunjukkan kreativitas serta kemampuan siswa dalam mengembangkan seni budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Wang Chen menyebut pertunjukan yang ditampilkan para siswa sangat luar biasa. Perpaduan antara unsur tradisional dan modern tersebut dinilai mampu menghadirkan sebuah pertunjukan yang menarik dan memiliki nilai budaya yang kuat.
Apresiasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan.
Sedangkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMKN 12 Surabaya, Dr. Mardi, S.Pd., M.Ds., mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian komunikasi dan penjajakan kerja sama antara pihak China dan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan dan animasi.
Menurutnya, peluang kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada kunjungan, tetapi juga berpotensi dikembangkan dalam bentuk pemagangan, pertukaran guru dan siswa, hingga kerja sama produksi film animasi.
“Ke depan akan kita lihat tindak lanjutnya. Bisa berupa pemagangan atau kerja sama lainnya, termasuk kemungkinan kerja sama produksi film animasi dan sebagainya,” ujar Mardi.
Ia menjelaskan, kunjungan delegasi China tersebut menjadi kesempatan penting bagi SMKN 12 Surabaya untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki sekolah, terutama dalam pengembangan pendidikan seni dan animasi.
Mardi menyebut pihak BOKE memberikan apresiasi terhadap persiapan yang dilakukan SMKN 12 Surabaya dalam menyambut kunjungan tersebut. Apresiasi juga diberikan terhadap proses pembelajaran animasi yang telah dilakukan para siswa.
Menurutnya, pembelajaran animasi di SMKN 12 Surabaya tidak lagi sekadar latihan, melainkan telah berbasis proyek dan mengarah pada standar industri.
“Pekerjaan anak-anak itu sudah langsung dari industri. Bukan lagi latihan-latihan biasa, tetapi sudah mengerjakan animasi yang standar industri,” jelasnya.
Mardi berharap, peluang kerja sama dengan pihak BOKE dapat segera ditindaklanjuti. Ia menilai kerja sama internasional sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, khususnya di bidang animasi.
Terlebih, dirinya pernah mengikuti kegiatan di China pada 2019. Karena itu, ia berharap adanya pertukaran pengalaman dan sumber daya manusia antara kedua negara.
“Pertukaran guru dan siswa sangat kami harapkan, sehingga pembelajaran animasi di Indonesia, khususnya di SMKN 12 Surabaya, semakin bagus. Standarnya bukan lagi nasional, tetapi internasional,” tegasnya.
Selain bidang animasi, kunjungan delegasi BOKE juga memberikan perhatian terhadap kekuatan SMKN 12 Surabaya sebagai sekolah yang memiliki basis pendidikan seni. Rombongan turut meninjau dan menyaksikan berbagai potensi siswa di bidang seni tari, karawitan, serta kolaborasi seni tradisional dan modern.
.














Komentar