PALU, Central.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Mutiara Sis Al-Jufri Palu mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah Provinsi Sulawesi.
Kondisi cuaca ekstrem yang ditandai oleh kombinasi suhu udara tinggi, tingkat kelembapan udara yang rendah, serta hembusan angin kencang menjadi pemicu utama cepatnya potensi penyebaran api di wilayah tersebut.
Berdasarkan analisis parameter Fire Danger Rating System (FDRS), beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Tengah menunjukkan indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dan Fire Weather Index (FWI) pada level merah atau sangat mudah terbakar.
Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Taufiq Hidayah, S.Si, M.Si, menegaskan bahwa langkah pencegahan preventif sangat krusial. Pihak pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, hingga masyarakat, diminta segera mengaktifkan posko siaga darurat karhutla.
“Kewaspadaan dan tindakan preventif merupakan kunci utama untuk menghindari kerugian jiwa, harta, dan lingkungan,” ujar Taufiq dalam rilis resminya.
Sebagai langkah mitigasi nyata, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan atau membakar sampah secara sembarangan. Pemerintah daerah juga diminta memperketat patroli terpadu serta mengoptimalkan fungsi posko pemantauan lapangan selama 24 jam penuh guna mengantisipasi ancaman bencana asap dan kerusakan ekosistem yang lebih luas. (Agus)




















Komentar