SURABAYA – Dr. Reni Astuti, S.Si., M.PSDM., Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan Jawa Timur I, menggelar kunjungan kerja dalam rangka menemui siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Tahap I Tahun 2026 melalui jalur aspirasi. Kegiatan tersebut berlangsung di SMA Negeri 6 Surabaya, Senin (27/7/2026).

Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam masa reses dengan menyambangi berbagai kelompok masyarakat, termasuk sekolah-sekolah di daerah pemilihan. Dalam kesempatan tersebut, Reni Astuti menyampaikan bahwa terdapat sekitar 80-an siswa yang mengusulkan bantuan PIP melalui jalur aspirasinya sebagai anggota DPR RI.
“Alhamdulillah, pada hari ini saya hadir di sini. Kemarin ada kurang lebih 80-an yang mengusulkan melalui aspirasi saya sebagai anggota DPR RI untuk mendapatkan PIP,” ujar Reni Astuti.
Menurutnya, Program Indonesia Pintar merupakan program pemerintah yang dianggarkan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan pendidikan sekaligus meningkatkan semangat siswa untuk terus belajar.
Reni menjelaskan, besaran bantuan PIP untuk satu tahun penuh mencapai Rp1.800.000, dengan ketentuan berbeda bagi siswa pada jenjang kelas awal dan kelas akhir.
“PIP ini diharapkan bisa menunjang semangat mereka untuk belajar. Di sisi lain, kita tidak ingin ada anak yang terkendala menyelesaikan sekolahnya karena faktor ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, bantuan PIP menjadi salah satu bentuk kehadiran negara dalam mendukung pendidikan. Bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan penunjang sekolah, seperti transportasi maupun perlengkapan belajar.
“Bantuan ini langsung masuk ke rekening anak-anak. Bisa dimanfaatkan untuk transportasi sekolah maupun membeli kebutuhan belajar,” jelasnya.
Reni juga menekankan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghambat bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurutnya, pemerintah telah menyediakan berbagai program bantuan dan beasiswa bagi siswa yang memiliki semangat serta prestasi.
Dalam dialog bersama para siswa kelas XI, Reni menemukan banyak siswa yang memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk ke sejumlah kampus ternama.
“Kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi tidak hanya bagi mereka dari keluarga yang mampu. Pemerintah hadir dengan berbagai program. Yang penting anak-anak semangat dan menyiapkan diri,” tuturnya.
Ia pun mengajak para siswa penerima PIP untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga semangat, mematuhi orang tua dan guru, serta menjaga lingkungan di sekitar mereka.
Reni menyampaikan bahwa pada Tahun 2026, melalui jalur aspirasi, dirinya telah membantu sekitar 18.000 penerima PIP dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA/SMK yang tersebar di Surabaya dan Sidoarjo.
“Kurang lebih sekitar 18 ribu, mulai SD, SMP, SMA dan SMK, yang tersebar di Surabaya dan Sidoarjo,” ungkapnya.
Khusus di SMA Negeri 6 Surabaya, terdapat sekitar 88 siswa yang menerima PIP melalui jalur aspirasi tersebut. Reni menyebut, para penerima bantuan tersebar di sejumlah sekolah lainnya, termasuk di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan daerah lain di Jawa Timur.
Reni berharap bantuan PIP dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi tambahan motivasi bagi para siswa untuk terus menempuh pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
“Ekonomi dan keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghambat. Anak-anak harus terus semangat belajar karena peluang-peluang itu akan selalu ada,” pungkasnya.

















Komentar