SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh jajaran BPS di daerah atas capaian pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Rakor Nasional evaluasi dan Monitoring pelaksanaan SE 2026 yang dihadiri jajaran BPS pusat, kepala BPS provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia, serta Gubernur Jawa Timur, Selasa (28/7/2026).
Dalam sambutannya, pimpinan BPS RI menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh insan BPS, mulai dari jajaran pusat hingga petugas lapangan, atas dedikasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan selama pelaksanaan sensus ekonomi.
“Selama beberapa hari terakhir kita telah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran BPS Republik Indonesia dan petugas lapangan yang telah bekerja tanpa lelah demi menghadirkan data ekonomi yang akurat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan salah satu dari tiga sensus besar nasional yang memiliki peran strategis dalam menyediakan data dasar pembangunan. Oleh karena itu, kualitas dan cakupan pendataan menjadi aspek yang tidak dapat ditawar.
Secara khusus, BPS RI memberikan apresiasi kepada Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah penyelenggaraan evaluasi nasional. Hingga 28 Juli 2026, Jawa Timur mencatat Indeks Keberhasilan Sensus sebesar 55,81 dan berhasil menempati peringkat kesembilan nasional, sehingga masuk dalam kelompok 10 besar provinsi dengan capaian terbaik.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan mengingat Jawa Timur merupakan provinsi dengan ekonomi terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I tahun 2026 juga menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
Ia berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 mampu memberikan manfaat besar bagi pembangunan ekonomi daerah maupun nasional. Data yang dihasilkan nantinya akan memberikan gambaran utuh mengenai struktur dan karakteristik perekonomian Indonesia, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi panduan, arah, sekaligus kompas pembangunan ekonomi, baik di Jawa Timur maupun di seluruh Indonesia,” katanya.
Meski demikian, pelaksanaan sensus masih menghadapi tantangan. Setelah 44 hari pendataan secara door-to-door, masih terdapat sejumlah pelaku usaha yang belum terjangkau. Karena itu, seluruh jajaran BPS diminta terus menjaga semangat dan memperkuat kolaborasi agar target pendataan dapat dituntaskan sesuai jadwal.
BPS RI juga mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, serta seluruh masyarakat untuk terus mendukung suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kolaborasi semua pihak dinilai menjadi kunci untuk menghasilkan data statistik yang lengkap, akurat, dan berkualitas.
Dalam penutup sambutannya ditegaskan bahwa keberhasilan sensus diukur dari dua indikator utama, yakni cakupan pendataan yang menyeluruh dan kualitas data yang terjamin. Kedua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam menghasilkan data statistik yang dapat dipercaya sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

















Komentar