oleh

BPSDM Jatim Jadikan HUT ke-81 Provinsi sebagai Momentum Penguatan Kualitas SDM Aparatur

banner 468x60

SURABAYA – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur menggelar Webinar ASN Belajar Seri ke-37 Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi aparatur sipil negara (ASN) sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian untuk mendukung pembangunan Jawa Timur yang unggul, maju, dan berkelanjutan.

Webinar yang merupakan bagian dari program pembelajaran Jatim Corporate University tersebut mengangkat tema “Bangga Menjadi ASN Jawa Timur, ASN Unggul untuk Jawa Timur Maju Berkelanjutan.”

banner 336x280

Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ASN Belajar merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga semangat pembelajaran ASN agar terus tumbuh dan berkelanjutan, terutama di tengah tantangan pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik yang semakin kompleks.

Menurutnya, peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga kesempatan bagi seluruh ASN untuk merefleksikan kontribusi dan peran mereka dalam mendorong kemajuan daerah.

“Sudah sejauh mana kita memberi arti bagi Jawa Timur? Bagi kita, para aparatur sipil negara, pertanyaannya menjadi lebih personal. Sudahkah kehadiran kita benar-benar menjadi bagian dari kemajuan?” demikian pesan yang disampaikan Ramliyanto dalam sambutannya.

Ia menegaskan, tema yang diusung dalam ASN Belajar Seri ke-37 bukan sekadar ungkapan kebanggaan menjadi bagian dari birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Lebih dari itu, kebanggaan tersebut harus menjadi energi untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Ramliyanto menjelaskan, kebanggaan menjadi ASN Jawa Timur bukan berarti merasa lebih tinggi daripada orang lain, melainkan memahami besarnya tanggung jawab yang diemban dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Selain menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi, Jawa Timur juga berperan sebagai lumbung pangan nasional, pusat industri, pendidikan, perdagangan, dan kebudayaan, sekaligus penghubung strategis antara kawasan barat dan timur Indonesia.

Dengan posisi tersebut, kemajuan Jawa Timur tidak hanya memberikan dampak bagi masyarakat di wilayah provinsi, tetapi juga berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia secara keseluruhan.

“Ketika Jawa Timur bergerak maju, dampaknya tidak berhenti di batas administratif provinsi, tetapi ikut menggerakkan Indonesia,” menjadi salah satu pesan penting dalam sambutannya.

Ia menambahkan, di balik berbagai capaian pembangunan daerah terdapat peran birokrasi dan ASN yang setiap hari memastikan roda pemerintahan berjalan dengan baik. Meski tidak selalu terlihat secara langsung, kontribusi ASN sangat menentukan keberhasilan perencanaan, pelaksanaan kebijakan, hingga penyelenggaraan pelayanan publik.

ASN sebagai Human Capital Pembangunan

Lebih lanjut, Ramliyanto menekankan bahwa pembangunan modern tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, maupun investasi. Kualitas institusi pemerintahan dan sumber daya manusia yang mengelolanya juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan.

Dalam konteks tersebut, ASN memiliki posisi strategis sebagai human capital atau modal manusia pembangunan.

Kualitas perencanaan pembangunan, pengelolaan anggaran, pelayanan publik, hingga kecepatan transformasi digital sangat bergantung pada kompetensi dan profesionalisme aparatur yang menjalankannya.

Begitu pula dengan hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, kualitas hubungan tersebut turut ditentukan oleh bagaimana ASN hadir, bekerja, dan memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.

Karena itu, upaya mewujudkan Jawa Timur yang unggul harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas ASN. Aparatur dituntut tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga memiliki kompetensi, integritas, kemampuan beradaptasi, serta orientasi pada hasil dan dampak nyata bagi masyarakat.

Ramliyanto juga mengajak seluruh ASN menjadikan semangat Jawa Timur unggul, maju, dan berkelanjutan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas pengabdian.

Ia menjelaskan, unggul berarti ASN tidak boleh berhenti belajar. Kompetensi harus terus diperbarui, cara kerja senantiasa diperbaiki, dan inovasi harus terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Sementara itu, maju berarti ASN harus berani bergerak dan melakukan perubahan, tidak terjebak dalam rutinitas, serta senantiasa mencari cara yang lebih efektif dan berkualitas dalam memberikan pelayanan.

Adapun berkelanjutan berarti setiap kemajuan yang dicapai saat ini harus mempertimbangkan kebutuhan masa depan. Pembangunan ekonomi harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, transformasi digital perlu menjaga nilai-nilai kemanusiaan, dan kebijakan publik harus memastikan seluruh kelompok masyarakat memperoleh kesempatan untuk berkembang.

Melalui ketiga prinsip tersebut, ASN diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Timur.

Hadirkan Perspektif Strategis Pembangunan dan Manajemen ASN

Dalam webinar tersebut, BPSDM Provinsi Jawa Timur juga menghadirkan sejumlah pimpinan daerah untuk berbagi perspektif mengenai arah pembangunan dan penguatan kapasitas aparatur.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dijadwalkan memberikan perspektif mengenai arah pembangunan daerah serta peran strategis ASN dalam mewujudkan Jawa Timur yang maju dan berkelanjutan.

Selanjutnya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, akan memperkaya pembahasan mengenai pentingnya birokrasi yang adaptif, efektif, dan mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Indah Wahyuni, akan memberikan perspektif mengenai pengembangan ASN, manajemen talenta, serta strategi menyiapkan aparatur yang unggul untuk menjawab kebutuhan pembangunan Jawa Timur pada masa mendatang.

Kehadiran ketiga narasumber tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai keterkaitan antara kualitas sumber daya manusia aparatur, tata kelola pemerintahan, dan keberhasilan pembangunan daerah.

Ramliyanto berharap, kegiatan ASN Belajar dapat memperkuat kesadaran seluruh aparatur bahwa masa depan Jawa Timur sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang bekerja di dalam birokrasi.

Melalui pembelajaran yang berkelanjutan, ASN diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diri, memperkuat profesionalisme, serta membangun budaya kerja yang adaptif dan inovatif.

Penyelenggaraan Webinar ASN Belajar Seri ke-37 Tahun 2026 ini sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen ASN dalam memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Semangat bangga menjadi ASN Jawa Timur diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui peningkatan kompetensi, integritas, inovasi, dan kualitas pelayanan publik demi mewujudkan Jawa Timur yang unggul, maju, dan berkelanjutan.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *