SURABAYA – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR), Prof. Dr. Rudi Purwono, SE., M.SE., menegaskan komitmen fakultas yang dipimpinnya untuk terus melahirkan karya yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat reputasi di tingkat internasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam pembukaan rangkaian Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR yang mengusung tema “Berkarya, Berdampak, Mendunia” yang berlangsung di Civitas Academica Aula Fadjar Notonagoro, Jumat (31/7/2026).
Menurut Prof. Rudi Purwono, usia 65 tahun menjadi momentum penting bagi FEB UNAIR untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat langkah strategis menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Ia menilai perguruan tinggi tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu menghasilkan inovasi dan solusi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Tema yang kami usung tahun ini mencerminkan arah pengembangan FEB UNAIR ke depan. Kami ingin setiap karya yang dihasilkan sivitas akademika tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak luas dan memiliki daya saing global,” ujarnya.
Rangkaian Dies Natalis diawali dengan pengajian akbar yang menghadirkan dai nasional Ustaz Dr. H. Das’ad Latif. Kegiatan tersebut menjadi simbol penguatan nilai spiritual sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
Prof. Rudi menegaskan bahwa penguatan spiritualitas memiliki peran penting dalam membentuk karakter sivitas akademika. Menurutnya, keberhasilan institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi dan peringkat internasional, tetapi juga dari kualitas karakter yang dimiliki para lulusan.
Di bawah kepemimpinannya, FEB UNAIR terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, industri, hingga alumni. Karena itu, dalam rangkaian Dies Natalis tahun ini, fakultas juga menggelar sejumlah agenda strategis seperti Advisory Board, CEO Talk, CEO Mengajar, Gala Dinner IKAFE, hingga Sambang Kampus.
Prof. Rudi menjelaskan bahwa forum Advisory Board menjadi salah satu agenda penting karena menghadirkan berbagai mitra strategis untuk memberikan masukan terhadap arah pengembangan FEB UNAIR dalam lima tahun mendatang. Masukan tersebut akan menjadi dasar dalam memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan berbagai capaian internasional yang berhasil diraih FEB UNAIR dalam beberapa tahun terakhir. Namun demikian, menurutnya, pengakuan global tersebut harus dibarengi dengan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.
“Reputasi internasional penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana ilmu pengetahuan yang kita hasilkan mampu menjawab persoalan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata,” tegasnya.
Melalui peringatan Dies Natalis ke-65 ini, Prof. Rudi berharap seluruh sivitas akademika FEB UNAIR dapat terus menjaga semangat inovasi, kolaborasi, dan pengabdian. Dengan semangat “Berkarya, Berdampak, Mendunia”, FEB UNAIR optimistis dapat semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan ekonomi dan bisnis yang unggul, berdaya saing global, serta memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia dan dunia.

















Komentar