SURABAYA – Upaya mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat terus dilakukan melalui inovasi teknologi pengolahan air limbah domestik. Salah satunya melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik Komunal di RW 08, Kelurahan Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, tahun 2026.

Program tersebut merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan tim dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Surabaya. Tim dipimpin Winarko, SKM, M.Kes., sebagai ketua, didampingi Rusmiati, SKM, M.Si., dan Imam Thohari, ST, M.Mkes., sebagai anggota.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Winarko, SKM, M.Kes., menyampaikan bahwa pembangunan IPAL Domestik Komunal ini merupakan salah satu upaya menghadirkan solusi pengelolaan air limbah rumah tangga yang lebih baik, sekaligus mendukung terwujudnya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Paripurna.

Menurut Winarko, pengelolaan air limbah domestik menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan lingkungan. Air limbah yang berasal dari aktivitas sehari-hari masyarakat dan berkaitan dengan penggunaan air perlu mendapatkan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan maupun dimanfaatkan kembali.
Hal tersebut juga sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah untuk Air Limbah Domestik.
Dalam Pasal 2 ayat (1), regulasi tersebut mengatur kewajiban pengolahan air limbah domestik bagi setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang menghasilkan limbah sebelum dilepas ke lingkungan atau dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Melalui pembangunan IPAL Domestik Komunal ini, kami ingin mendorong pengelolaan air limbah rumah tangga agar tidak langsung mencemari lingkungan. Air limbah terlebih dahulu diolah melalui sistem yang dirancang secara bertahap, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan penyiraman tanaman,” demikian penjelasan program yang disampaikan Winarko bersama tim.
Air Limbah Diolah untuk Mendukung Urban Farming
Winarko menjelaskan, salah satu tujuan utama pembangunan IPAL komunal di RW 08 Pucang Sewu adalah menghubungkan air limbah domestik warga dengan instalasi pengolahan menggunakan sistem aerobik dan teknologi pengolahan lanjutan.
Hasil pengolahan tersebut diarahkan untuk memenuhi persyaratan kualitas air yang akan digunakan sebagai sumber penyiraman tanaman pada Kelompok Tani (Poktan) Pucang Asri, Kelurahan Pucang Sewu.
Dengan konsep tersebut, pengelolaan limbah domestik tidak hanya berorientasi pada pencegahan pencemaran, tetapi juga memiliki nilai manfaat ekonomi dan lingkungan melalui pemanfaatan kembali air hasil olahan untuk pertanian perkotaan atau urban farming.
Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi kesehatan lingkungan yang mengintegrasikan kebutuhan sanitasi masyarakat dengan kegiatan produktif warga.
Menggunakan Sistem Aerobik dan Teknologi Bioball Reactor
Dalam pembangunan IPAL Domestik Komunal tersebut, tim Poltekkes Kemenkes Surabaya menerapkan sistem aerobik dengan menggunakan bioball reactor sebagai media pertumbuhan bakteri aerob.
Teknologi ini berfungsi membantu proses penguraian bahan organik yang terkandung dalam air limbah melalui aktivitas mikroorganisme. Selanjutnya, air limbah menjalani beberapa tahapan pengolahan lanjutan, meliputi desinfeksi, adsorpsi, dan filtrasi.
Winarko bersama tim merancang instalasi dengan sejumlah komponen yang saling terhubung untuk memastikan proses pengolahan berlangsung secara bertahap.
Proses diawali dari masuknya air limbah ke tabung galeri, kemudian dialirkan menggunakan pompa menuju unit filter dan tangki aerasi atau shower. Setelah itu, air melewati tangki bioball untuk menjalani proses penguraian bahan organik secara biologis.
Berikutnya, air dialirkan menuju tangki pengendap sebelum memasuki proses desinfeksi menggunakan chlorine diffuser. Tahapan selanjutnya dilakukan melalui filter lima lapis, filter berukuran 3 mikron dan 1 mikron, serta tabung arang aktif.
Setelah seluruh tahapan pengolahan selesai, air ditampung dalam tangki penyimpanan hasil akhir untuk selanjutnya dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Penerapan sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas air hasil pengolahan sehingga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan di lingkungan RW 08 Pucang Sewu.
Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Kandungan E. coli Turun Tidak Terdeteksi
Kinerja IPAL Domestik Komunal yang dikembangkan tim Winarko juga telah diperiksa oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya dengan nomor pemeriksaan P26003955/213T/Mikro/V/2026.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penurunan sejumlah parameter pencemar setelah air limbah melalui proses pengolahan.
Pada parameter mikrobiologi, kandungan MPN E. coli yang semula mencapai 1,6 × 10⁶ MPN/100 ml berhasil diturunkan menjadi kurang dari 1,8 MPN/100 ml atau tidak terdeteksi berdasarkan hasil pemeriksaan.
Sementara itu, kandungan Total Suspended Solid (TSS) mengalami penurunan dari 155,1 mg/L menjadi 7 mg/L.
Adapun kadar amoniak (NH2-N) juga berhasil diturunkan dari 1,561 mg/L menjadi 0,76 mg/L.
Hasil tersebut memperlihatkan kemampuan sistem aerobik yang dikombinasikan dengan pengolahan lanjutan dalam menurunkan sejumlah parameter pencemar air limbah domestik.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, tim menyimpulkan bahwa IPAL Domestik Komunal dengan sistem aerobik dan pengolahan lanjutan mampu mengolah air limbah domestik menjadi air yang dapat dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman, dengan tetap memperhatikan persyaratan kualitas air sesuai peruntukannya.
Sistem ini juga berpotensi diterapkan untuk mengolah air limbah yang berasal dari kegiatan usaha maupun rumah tangga, dengan penyesuaian terhadap karakteristik limbah yang dihasilkan.
Winarko Serahkan IPAL Komunal kepada Lurah Pucang Sewu
Sebagai bagian dari pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, Winarko selaku Ketua Tim juga melaksanakan edukasi dan serah terima IPAL Domestik Komunal kepada Lurah Pucang Sewu, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat serta pemerintah setempat.
Acara edukasi dan serah terima dihadiri Camat Gubeng, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Pucang Sewu, Kapolsek, unsur Koramil, para ketua RW dan RT, Tim Penggerak PKK, Kader Surabaya Hebat (KSH), serta mahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, tim memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan air limbah domestik, mekanisme kerja instalasi, serta manfaat keberadaan IPAL bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan permukiman.
Penyerahan fasilitas kepada pemerintah kelurahan juga diharapkan memperkuat koordinasi dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan operasional IPAL.
Workshop Operasional dan Pemeliharaan bagi Operator Kelompok Tani
Tidak hanya membangun fasilitas, tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya juga memberikan pembekalan kepada operator Kelompok Tani Pucang Asri melalui workshop operasional dan pemeliharaan IPAL Domestik Komunal.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan operator dalam menjalankan instalasi, memahami fungsi setiap komponen pengolahan, serta melakukan pemeliharaan secara rutin.
Menurut konsep program yang dikembangkan Winarko bersama tim, keberhasilan pembangunan IPAL tidak hanya ditentukan oleh tersedianya infrastruktur, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan dan merawat fasilitas tersebut.
Karena itu, keterlibatan kelompok tani sebagai penerima manfaat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Air hasil pengolahan yang telah memenuhi persyaratan sesuai peruntukannya dapat dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman sehingga mendukung aktivitas pertanian perkotaan.
Dorong Sanitasi Paripurna dan Lingkungan Berkelanjutan
Pembangunan IPAL Domestik Komunal di RW 08 Kelurahan Pucang Sewu menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah wilayah, tenaga kesehatan, kelompok tani, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan.
Melalui program yang dipimpin Winarko, SKM, M.Kes., bersama Rusmiati, SKM, M.Si., dan Imam Thohari, ST, M.Mkes., penerapan teknologi pengolahan air limbah diharapkan memberikan manfaat nyata, baik dari aspek kesehatan lingkungan maupun pemanfaatan sumber daya air.
Program ini juga memperlihatkan bahwa pengelolaan sanitasi dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memiliki nilai tambah. Air limbah yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran dapat diolah terlebih dahulu sehingga hasilnya berpeluang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat.
Dengan adanya pembangunan, edukasi, serah terima fasilitas, serta workshop operasional dan pemeliharaan, keberadaan IPAL komunal diharapkan terus memberikan manfaat bagi warga RW 08 Pucang Sewu.
Winarko bersama tim berharap program tersebut dapat mendukung terwujudnya STBM Paripurna, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga, serta menjadi contoh penerapan teknologi sanitasi komunal yang berkelanjutan di kawasan perkotaan.
Pada akhirnya, pembangunan IPAL ini bukan sekadar menghadirkan instalasi pengolahan air limbah, melainkan juga membangun kesadaran bersama bahwa lingkungan sehat membutuhkan partisipasi masyarakat, dukungan teknologi, dan pengelolaan yang berkesinambungan. (*)


















Komentar