SURABAYA – EastFood Indonesia Expo 2026 resmi dibuka di Grand City Convention and Exhibition Surabaya, Kamis (18/6/2026). Pameran internasional industri makanan dan minuman yang memasuki penyelenggaraan ke-16 ini kembali menjadi ajang strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar, membangun jejaring bisnis, dan menampilkan inovasi terbaru sektor pangan yang digelar selama 3 hari 18-21 Juni 2026 di Grand City Mall Surabaya.

Selama penyelenggaraan pameran, pengunjung tidak hanya dapat melihat berbagai produk dan inovasi terbaru di industri makanan dan minuman, tetapi juga mengikuti beragam kegiatan interaktif yang dirancang untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, serta membuka peluang bisnis.
Berbagai agenda menarik telah disiapkan, mulai dari business matching dan networking yang mempertemukan pelaku usaha, produsen, distributor, hingga calon mitra bisnis untuk menjalin kerja sama dan memperluas jaringan. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan live cooking demo dan baking class yang menghadirkan chef profesional, seperti Chef Achen dan Chef Sasa, yang membagikan teknik memasak, inovasi menu, serta tren kuliner terkini.
Di area pameran juga ditampilkan beragam teknologi dan solusi bagi industri makanan dan minuman, mulai dari peralatan dapur modern, teknologi pengolahan dan pengemasan (packaging), hingga layanan konsultasi bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM maupun perusahaan untuk meningkatkan daya saing usahanya.
Keseruan pameran semakin lengkap dengan penyelenggaraan berbagai kompetisi kuliner yang menampilkan kreativitas para peserta dalam mengolah makanan dan minuman. Ragam perlombaan tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus ajang unjuk kemampuan bagi para profesional, pelaku usaha, hingga pecinta kuliner.
Sementara itu, jadwal rinci untuk setiap sesi demonstrasi memasak, kelas baking, maupun kompetisi akan diumumkan oleh panitia selama pameran berlangsung melalui informasi resmi dan papan pengumuman di lokasi acara.
Salah satu pengunjung, Adi, mengaku memperoleh banyak manfaat setelah berkeliling mengunjungi berbagai stan peserta pameran. Awalnya ia hanya ingin melihat-lihat produk dan mencicipi berbagai makanan serta minuman yang disediakan sebagai tester. Namun, kunjungan tersebut justru memberinya banyak inspirasi untuk mengembangkan bisnis kuliner yang sedang dirintis.
Adi secara khusus mengunjungi sejumlah stan penyedia bumbu dan bahan baku makanan untuk mencari referensi cita rasa yang sesuai dengan menu yang akan dipasarkan. Melalui kesempatan mencicipi berbagai produk secara langsung, ia dapat membandingkan kualitas, rasa, hingga karakter masing-masing bumbu sebelum memutuskan produk yang akan digunakan dalam resep masakannya.
“Pameran East Food Indonesia ini luar biasa. Saya menemukan banyak referensi untuk bisnis F&B yang sedang saya kembangkan. Dengan mencoba tester yang disediakan di berbagai stan peserta, saya bisa membandingkan rasa dari setiap produk. Akhirnya saya mendapatkan cita rasa masakan yang memang saya inginkan untuk menu yang nanti akan saya jual,” ujar Adi.
Pengalaman Adi menjadi gambaran bagaimana pameran tidak hanya menjadi ajang promosi bagi para peserta, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para pengunjung. Selain memperoleh referensi produk, pengunjung dapat berkonsultasi langsung dengan para produsen, mengenal inovasi terbaru di industri makanan dan minuman, hingga menemukan bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan EastFood Indonesia telah berkembang menjadi salah satu platform bisnis terpenting bagi industri makanan dan minuman di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Selama 16 kali penyelenggaraan di Surabaya, EastFood Indonesia terus berkembang menjadi salah satu platform bisnis paling penting bagi pelaku industri makanan dan minuman untuk memperluas pasar, membangun jaringan usaha, serta menampilkan inovasi dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar lokal maupun global,” ujar Daud dalam sambutannya.
Menurutnya, Surabaya dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki posisi strategis sebagai gerbang ekonomi Indonesia Timur sekaligus pusat pertumbuhan industri makanan dan minuman di kawasan tersebut.
Daud menjelaskan, EastFood Indonesia hadir sebagai pameran dagang yang mempertemukan seluruh rantai nilai industri makanan dan minuman, mulai dari produsen bahan baku, industri pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga sektor perhotelan, restoran, dan katering (horeka).
Pada tahun ini, penyelenggaraan EastFood Indonesia tampil lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut karena pameran industri kemasan yang sebelumnya digelar bersamaan kini dipisahkan menjadi ajang tersendiri bertajuk AllPack Surabaya yang akan berlangsung pada 1–4 Juli 2026 di lokasi yang sama.
“Pameran tahun ini justru lebih besar dibandingkan tahun lalu. EastPack kami kembangkan menjadi pameran tersendiri dengan nama AllPack Surabaya yang akan diselenggarakan dua minggu setelah EastFood,” katanya.
Daud mengungkapkan, EastFood Indonesia Expo 2026 diikuti oleh sekitar 180 peserta pameran, termasuk 30 pelaku UMKM dari Jawa Timur dan berbagai daerah lainnya di Indonesia. Selama empat hari pelaksanaan, pihaknya menargetkan kunjungan mencapai 20 ribu orang.
Selain menghadirkan pameran produk dan teknologi industri pangan, EastFood Indonesia 2026 juga diramaikan berbagai kegiatan pendukung seperti kompetisi memasak, workshop kuliner, pelatihan industri, hingga sesi business matching.
Salah satu agenda yang menjadi daya tarik adalah kompetisi kuliner yang diikuti mahasiswa sekolah perhotelan, siswa pendidikan kuliner, serta para chef profesional dari berbagai hotel berbintang.
“Kami ingin memberikan ruang bagi talenta-talenta kuliner Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus mempertemukan mereka dengan para pelaku industri,” jelas Daud.
Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif seperti master class pizza bersama chef asal Italia dengan konsep pizza bercita rasa Indonesia, workshop kopi, gelato, es krim, pastry, hingga demo memasak yang berlangsung sepanjang pameran.
Untuk memperkuat transaksi bisnis, Krista Exhibitions juga menghadirkan program Hosted Buyers yang mempertemukan peserta pameran dengan calon pembeli potensial dari dalam maupun luar negeri.
“Melalui program Hosted Buyers, kami ingin menciptakan koneksi bisnis yang lebih efektif sehingga para peserta dapat memperoleh peluang kerja sama yang strategis dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Daud turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kementerian terkait, asosiasi industri, sponsor, media partner, serta seluruh peserta yang telah mendukung terselenggaranya pameran tersebut.
Ia berharap EastFood Indonesia Expo 2026 dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pengembangan industri pangan di kawasan Indonesia Timur.
“Kami berharap pameran ini mampu memberikan manfaat bagi pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan industri pangan di Indonesia Timur,” pungkasnya.
EastFood Indonesia Expo 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Juni 2026, dan menjadi bagian dari rangkaian pameran industri makanan dan minuman yang diselenggarakan Krista Exhibitions di berbagai kota besar Indonesia sepanjang tahun 2026
Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, yanh mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak berkesempqtan membuka EastFood Indonesia Expo 2026.
Dalam sambutannya, Endy menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda pemerintahan di lokasi berbeda. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan perhatian besar terhadap penyelenggaraan EastFood Indonesia Expo karena memiliki nilai strategis dalam mendukung pengembangan industri makanan dan minuman serta pemberdayaan UMKM.
Menurut Endy, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I tahun 2026 yang mencapai 5,96 persen atau tertinggi di Pulau Jawa tidak lepas dari kontribusi sektor industri pengolahan, khususnya industri makanan dan minuman yang terus menunjukkan tren positif.
“Penyelenggaraan EastFood Indonesia Expo 2026 memiliki makna yang sangat strategis bagi Jawa Timur. Salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah adalah sektor industri pengolahan, terutama industri makanan dan minuman yang terus menunjukkan kinerja positif,” ujar Endy.
Ia menjelaskan, kekuatan industri makanan dan minuman Jawa Timur didukung oleh posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Jawa Timur saat ini menjadi penghasil utama berbagai komoditas strategis seperti jagung, cabai rawit, daging sapi, telur ayam, susu, tebu, garam hingga hasil perikanan tangkap.
Potensi besar sektor hulu tersebut, lanjut Endy, harus terus didorong agar menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi melalui pengembangan industri pengolahan pangan, inovasi produk, teknologi pengemasan, perluasan pasar, dan penguatan daya saing usaha.
“Potensi besar di sektor hulu merupakan modal penting yang harus terus kita dorong agar menghasilkan nilai tambah yang tinggi melalui pengembangan industri pengolahan pangan, inovasi produk, teknologi pengemasan, perluasan pasar, serta penguatan daya saing usaha,” katanya.
Endy menilai EastFood Indonesia Expo bukan sekadar ajang promosi produk, tetapi menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku industri, UMKM, asosiasi, investor, distributor, buyer, hingga mitra internasional dalam memperkuat ekosistem industri pangan dari hulu hingga hilir.
Dalam kesempatan tersebut, Endy juga memberikan perhatian khusus terhadap peran UMKM. Ia mengapresiasi komitmen penyelenggara yang secara konsisten memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk tampil dalam pameran bertaraf internasional tersebut.
“UMKM merupakan fondasi ekonomi daerah dan bagian penting dari rantai pasok industri pangan nasional. Karena itu kami sangat mengapresiasi penyelenggara yang terus membuka ruang bagi UMKM untuk berpartisipasi dalam pameran internasional ini,” ungkapnya.
Ia berharap keikutsertaan UMKM tidak hanya sebatas mempromosikan produk, tetapi mampu menghasilkan kerja sama bisnis yang konkret, memperluas akses pasar, meningkatkan transaksi usaha, hingga membuka peluang ekspor.
“Harapan kami, keikutsertaan UMKM dalam EastFood Indonesia Expo 2026 tidak berhenti pada kegiatan promosi semata, tetapi mampu menghasilkan kemitraan usaha, perluasan pasar, peningkatan kapasitas transaksi bisnis, bahkan peluang ekspor yang nyata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Endy menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat ekosistem kewirausahaan dan UMKM melalui peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan, digitalisasi usaha, pengembangan kemitraan, serta perluasan pemasaran di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan akademisi menjadi kunci dalam menciptakan industri pangan yang tangguh, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, serta akademisi merupakan kunci untuk menciptakan industri pangan yang semakin tangguh, inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Endy mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi, inovasi, dan kemitraan demi mendorong kemajuan industri makanan dan minuman serta UMKM Jawa Timur.
Ia berharap EastFood Indonesia Expo 2026 dapat menjadi momentum lahirnya berbagai kerja sama investasi, peluang usaha baru, serta penguatan ekonomi daerah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya EastFood Indonesia Expo 2026. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi dunia usaha, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” pungkasnya.




















Komentar