SURABAYA – Prestasi gemilang kembali ditorehkan dunia pendidikan vokasi Jawa Timur. Kontingen Jawa Timur sukses mempertahankan gelar Juara Umum pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Nasional 2026. Keberhasilan tersebut menjadi kali keempat secara berturut-turut setelah Jawa Timur meraih prestasi serupa pada tahun 2023, 2024, dan 2025.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menggelar acara Penerimaan dan Apresiasi Tim Kontingen Jawa Timur LKS Dikmen Nasional 2026 yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (1/8/2026).
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas perjuangan para siswa, guru pembimbing, kepala sekolah, manajer tim, serta seluruh pihak yang terlibat dalam kesuksesan kontingen Jawa Timur.
Menurut Aries, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan. Prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan latihan berkelanjutan, pembinaan intensif, dukungan pemerintah daerah, serta kerja keras para peserta yang telah berjuang membawa nama Jawa Timur di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, atas doa dan dukungan semua pihak, khususnya Ibu Gubernur Jawa Timur yang sejak awal memberikan perhatian penuh kepada kontingen, Jawa Timur kembali berhasil menjadi Juara Umum LKS Dikmen Nasional 2026. Ini merupakan juara umum keempat secara berturut-turut yang berhasil kita raih,” ujar Aries.
Ia menjelaskan, pada LKS Dikmen Nasional tahun ini Jawa Timur mengirimkan 45 peserta terbaik hasil seleksi dari berbagai kabupaten dan kota. Mereka mengikuti 37 bidang lomba serta satu bidang ekshibisi yang menjadi kategori baru dalam penyelenggaraan tahun ini.
Kompetisi berlangsung dengan sistem hybrid atau kombinasi daring dan luring. Sebanyak 19 bidang lomba dilaksanakan secara daring, sementara 18 bidang lainnya digelar secara langsung. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan tersendiri bagi para peserta karena harus mampu beradaptasi dengan mekanisme kompetisi yang berbeda.
Aries menuturkan bahwa kompetisi daring memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Selain harus menguasai kompetensi teknis, peserta juga dituntut mampu menampilkan hasil terbaik melalui sistem penilaian virtual yang tidak memungkinkan juri melihat secara langsung seluruh proses pengerjaan.
“Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Anak-anak kita harus berkompetisi melalui dua model sekaligus, yaitu daring dan luring. Mereka mampu beradaptasi dengan sangat baik dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” katanya.
Hasilnya, Jawa Timur kembali tampil sebagai kontingen terbaik nasional dengan raihan 18 medali emas, 7 medali perak, 5 medali perunggu, dan 7 Medallion for Excellence. Selain itu, Jawa Timur juga meraih satu medali emas pada cabang ekshibisi Artificial Intelligence (AI) yang untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam ajang LKS Nasional.
Menurut Aries, keberhasilan pada bidang Artificial Intelligence menjadi catatan penting karena menunjukkan kesiapan siswa SMK Jawa Timur menghadapi perkembangan teknologi masa depan.
“Artificial Intelligence merupakan cabang baru yang menjadi perhatian nasional. Meskipun masih berstatus ekshibisi dan tidak masuk perhitungan juara umum, peserta Jawa Timur berhasil menjadi yang terbaik. Ini menunjukkan bahwa siswa-siswa kita mampu bersaing dalam bidang teknologi yang sangat strategis,” ungkapnya.
Aries menambahkan, capaian yang diraih kontingen Jawa Timur tahun ini sangat membanggakan karena seluruh peserta berhasil memperoleh penghargaan. Tidak ada satu pun peserta yang pulang tanpa membawa prestasi.
Bagi peserta yang belum meraih medali emas, perak, atau perunggu, mereka tetap mendapatkan Medallion for Excellence yang merupakan pengakuan resmi bahwa kompetensi yang dimiliki telah memenuhi standar industri nasional.
“Ini yang paling membanggakan. Seluruh peserta memperoleh pengakuan atas kompetensinya. Artinya, mereka telah memiliki standar yang dibutuhkan dunia industri dan siap memasuki dunia kerja,” jelas Aries.
Lebih lanjut, Aries mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari perhatian besar Gubernur Jawa Timur yang sejak awal memberikan dukungan penuh kepada kontingen. Bahkan selama pelaksanaan kompetisi, Gubernur terus memantau perkembangan peserta dan secara rutin menanyakan kondisi serta hasil perlombaan.
Ketika kontingen kembali ke Jawa Timur, Gubernur juga memberikan apresiasi khusus berupa penghargaan kepada seluruh peraih prestasi sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan mereka mengharumkan nama daerah.
Meski penghargaan dari pemerintah pusat mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap memberikan tambahan apresiasi kepada para pemenang. Peraih medali emas mendapatkan penghargaan Rp10 juta, peraih medali perak Rp7,5 juta, peraih medali perunggu Rp5 juta, peserta cabang ekshibisi memperoleh Rp7,5 juta, serta peraih Medallion for Excellence mendapatkan Rp2,5 juta.
Aries menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk penghormatan kepada siswa yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mencapai prestasi terbaik.
“Nilainya mungkin tidak sebanding dengan perjuangan yang telah mereka lakukan. Tetapi ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada anak-anak hebat yang telah membawa nama Jawa Timur menjadi yang terbaik di Indonesia,” katanya.
Tidak hanya memperoleh penghargaan dari pemerintah, sejumlah peserta berprestasi juga mendapatkan perhatian dari dunia usaha dan industri. Beberapa perusahaan bahkan memberikan apresiasi berupa beasiswa maupun dukungan pendidikan dengan nilai yang cukup besar.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang dimiliki para peserta LKS tidak hanya diakui dalam arena perlombaan, tetapi juga mendapat pengakuan dari sektor industri yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan kompeten.
Dalam acara apresiasi tersebut, sejumlah peserta juga diberi kesempatan menyampaikan pengalaman mereka selama mengikuti kompetisi nasional. Salah satunya adalah Rehan Saputra dari SMK Negeri 8 Surabaya yang berhasil meraih medali emas pada bidang Hotel Reception.
Rehan mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kontingen Jawa Timur dan mempersembahkan prestasi terbaik bagi daerahnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh tim yang saling mendukung selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
“Kemenangan bukan hasil kerja satu orang. Ini adalah hasil kerja bersama antara peserta, guru pembimbing, sekolah, manajer tim, dan seluruh pihak yang selalu memberikan dukungan kepada kami,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya saat mengenakan atribut kontingen Jawa Timur selama berada di Jakarta. Baginya, membawa nama Jawa Timur dalam ajang nasional merupakan kehormatan besar sekaligus motivasi untuk memberikan yang terbaik.
Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum selama empat tahun berturut-turut semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat pendidikan vokasi terbaik di Indonesia. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan pendidikan kejuruan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Menutup laporannya, Aries Agung Paewai mengajak seluruh peserta untuk tidak cepat berpuas diri. Ia meminta seluruh tim segera mempersiapkan diri menghadapi LKS Dikmen Nasional 2027 agar tradisi juara yang telah dibangun dapat terus dipertahankan.
“Perjuangan belum selesai. Setelah ini kita harus kembali berlatih, kembali mempersiapkan diri, dan menjaga semangat agar Jawa Timur tetap menjadi juara serta menjadi barometer pendidikan vokasi nasional,” pungkasnya.




















Komentar