oleh

Giat Bersih Desa Bangunasri Lestarikan Seni Budaya Lokal

banner 468x60

Media Central, Magetan-Bersih desa Bangunasri Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Jawa timur, yang dilaksanakan tiap tahun, merupakan salah satu bukti kearifan Pemerintah Desa dan masyarakat di dalam turut menjaga serta menjunjung tinggi nilai nilai serta adat istiadat yang telah di wariskan nenek moyang.

Bersih desa ini juga merupakan implementasi dan toleransi masyarakat pada budaya leluhur, akan menumbuhkan rasa persatuan serta kesatuan, dari ikatan batin warga di dalam segala sendi kehidupan bermasyarakat.

banner 336x280

Demikian garis besar yang disampaikan PJ Kades Bangunasri, Hadzainil Ngazis, S.T..M.P dalam sambutan pada Senin (3/8/2026) siang, digiat bersih desa yang dilaksanakan.

“Nilai dari giat bersih desa ini, akan mempunyai dampak sosial yang baik bagi masyarakat, selain sebagai wujud nguri nguri seni budaya yang ada, giat ini juga  memberikan cerminan spiritual di dalam mewujudkan rasa syukur masyarakat kepada sang pencipta, “kata Hadzainil Ngazis, S.T..M.P dalam sambutan.

Sebagaimana diketahui bahwa Pemerintah Desa Bangunasri bersama masyarakat melaksanakan prosesi bersih desa di Punden Dukuh Blimbing dan Punden Dukuh Bombong pada hari yang sama. Giat tersebut dimeriahkan dengan acara hiburan langen beksan yang sekaligus merupakan syarat ritual yang dilaksanakan.

Selain itu, dalam kepercayaan atau keyakinan warga masyarakat setempat, pelaksanaan bersih desanya pasti ada sesaji berupa kembang yang ditaruh di dua punden tersebut. Hal ini dilakukan sebagai simbol terhindar dari hal-hal negatif, agar desa menjadi aman, makmur, dan sejahtera

“Langen beksan itu adalah salah satu syarat dari ritual yang diadakan, dan dari situlah peran kegiatan ini di dalam turut melestarikan seni budaya lokal yang ada, “kata salah satu perangkat desa setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, segenap jajaran Forkopimca Barat, para tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pengunjung yang datang, baik dari dalam maupun luar desa guna menyaksikan kemeriahan prosesi dan hiburan yang diadakan.

Adapun dari setelah hiburan Langen Beksan tersebut diteruskan dengan selametan atau kenduri dengan do’a bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Hal sama (malamnya) juga diadakan Istigosah dikantor balai desa yang juga dipimpin oleh ulama setempat bersama warga masyarakat. (ex)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *