Media Central Magetan, Pemerintah Desa Karas, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, menggelar puncak acara Bersih Desa 2026 yang juga dalam rangka peringatan HUT RI pada Kamis (27/8/2026).
Bertempat di punden Desa setempat, kegiatan tersebut merupakan bentuk syukur masyarakat sekaligus tolok ukur perkembangan budaya dan kearifan lokal yang terus dipelihara warga.


Acara inti berupa sarasehan adat, pembacaan doa bersama, dan pagelaran seni tradisional, yang dihadiri Tokoh adat, sesepuh desa, perangkat serta masyarakat.
Hal ini juga bertujuan mengajak generasi muda untuk mengingat kembali sejarah, nilai gotong royong, adapun filosofi Bersih Desa adalah sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta atas hasil bumi dan limpahan Rahmat keselamatan bagi masyarakat Karas selama ini.
Kepala Desa Karas, Murgiyanto menyampaikan bahwa Bersih Desa tahun ini sengaja dikemas sedikit lebih sederhana namun tanpa meninggalkan nilai nilai tradisi yang telah diwariskan turun temurun.
“Kami ingin menjadikan Bersih Desa bukan hanya seremonial. Ini tolok ukur sejauh mana budaya dan kearifan lokal kita masih hidup dan diwariskan. Kalau nilai-nilai ini dijaga, maka pembangunan desa juga akan kuat,” ujarnya.
Masih menurutnya bahwa tradisi dan kearifan lokal yang ada memang harus tetap dijaga dan dilestarikan, seiring pembangunan Desa dan perkembangan zaman.
” Tradisi bisa disinergikan dengan pembangunan. Kearifan lokal seperti ini harus terus dipelihara dan dijaga agar tidak tergerus zaman,” katanya.
Dengan tema “Guyub Rukun, Lestari Budaya, Karas Jaya”, Pemdes berharap kegiatan ini menjadi pengingat bahwa melestarikan budaya adalah bagian dari membangun desa yang berkarakter. ( B,E)




















Komentar