DONGGALA, Central.asia — Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., meresmikan peninjauan pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo di Kabupaten Donggala. Dalam kunjungan tersebut, ia secara mengejutkan menjuluki infrastruktur itu sebagai “tol desa” karena perannya yang vital bagi percepatan mobilitas warga.
Kegiatan peninjauan yang berlangsung pada Minggu (4/10) di Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat.Gubernur Anwar Hafid menjelaskan, penyematan istilah “tol desa” merujuk pada fungsi strategis jembatan tersebut yang mampu memangkas waktu tempuh dan memperlancar arus transportasi antarwilayah di tengah keterbatasan anggaran fiskal kabupaten.
“Ini jalur yang sangat vital bagi masyarakat antara dua desa. Ini sama dengan Berani Lancar, namanya tol desa,” ujar Gubernur Anwar Hafid di hadapan warga Desa Wombo Kalonggo.Ia merinci, jembatan ini tidak hanya menghubungkan Desa Wombo dan Wombo Kalonggo, tetapi juga memperkuat konektivitas menuju Desa Wombo Mpanau serta wilayah sekitarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar ini merupakan wujud nyata dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah agar akses ekonomi dan sosial masyarakat tidak terhambat.Konektivitas Regional dan Kawasan Industri Baru.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan jalan dan jembatan diarahkan untuk mendekatkan masyarakat dengan pusat-pusat ekonomi, layanan publik, pendidikan, serta aktivitas sosial. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemprov Sulteng kini tengah mendorong jalur alternatif strategis Siniu–Pantolon guna membuka koridor ekonomi baru.
“Kalau Kebun Kopi macet, bisa lewat Siniu, bisa lewat Sausu. Jadi, kita ingin membangun konektivitas yang memberikan pilihan akses bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.
Konektivitas ini dipersiapkan untuk menopang wilayah Siniu sebagai salah satu kawasan industri pengolahan baterai serta pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tengah.Penyaluran Program Unggulan 9 BERANI
Selain meninjau infrastruktur fisik, kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan evaluasi dan penyerahan bantuan langsung dari program 9 BERANI kepada masyarakat:Berani Cerdas: Program kuliah gratis yang hingga kini telah menjangkau sekitar 47.000 mahasiswa di Sulawesi Tengah.Berani Sehat: Layanan kesehatan gratis yang telah melayani sekitar 270.000 warga, mencakup masyarakat tanpa BPJS aktif, penunggak iuran, maupun penderita penyakit berat yang tidak ditanggung oleh BPJS.
Bantuan Sosial: Penyerahan 1.500 paket sembako yang didistribusikan merata di tiga desa (masing-masing 500 paket).Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mengimbau masyarakat agar aktif memanfaatkan layanan pengaduan cepat Berani Samporoa melalui nomor siaga 0811-6662-222 yang beroperasi selama 24 jam penuh.
Peninjauan ini turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Ny. Sry Nirwanti Bahasoan; Anggota DPRD Kabupaten Donggala, Mas Ali, S.AP. (Purn. TNI); Camat Tanantovea; pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi; para kepala desa; unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD); kepala dusun; serta tokoh adat, agama, pemuda, dan masyarakat setempat.(Biro Administrasi Pimpinan)














Komentar