AMPANA, Central.asia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas kurang lebih satu hektare di Desa Sansarino, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, pada Senin (5/10/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si., menyatakan bahwa laporan kejadian tersebut diterima oleh Pusdalops BPBD pada hari Senin, 5 Oktober 2026, pukul 12.49 WITA. Berdasarkan data di lapangan, peristiwa kebakaran itu sendiri diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 11.30 WITA di hari yang sama.
“Begitu menerima informasi awal, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Tojo Una-Una langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan assessment atau kaji cepat serta melaksanakan proses pemadaman api,” ujar Asbudianto melalui keterangan resminya.
Hingga saat ini, penyebab pasti timbulnya api yang melahap area hutan dan lahan seluas satu hektare tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Berdasarkan pantauan terkini di lapangan, situasi dinyatakan sudah aman dan terkendali, serta api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan.
Pihak BPBD memastikan bahwa peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsi. Kendati demikian, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah menilai adanya kebutuhan mendesak berupa pengadaan peralatan mobile pemadaman karhutla guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.
Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Tojo Una-Una terus memantau titik koordinat lokasi kejadian yang dapat diakses melalui peta digital resmi untuk memastikan kawasan tersebut benar-benar aman dari potensi titik api susulan. (Red)














Komentar