oleh

Hapkido Jatim Gelar Pelatihan pengembangan kemampuan

banner 468x60

SURABAYA —Pengurus Hapkido Jawa Timur menggelar Training Seminar for Competition sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapan atlet maupun pelatih Hapkido di Jawa Timur.Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Hotel Ibus Tidar, Surabaya, dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah.

banner 336x280

Seminar pelatihan ini menjadi momentum bagi para praktisi Hapkido untuk memperdalam teknik, meningkatkan kemampuan bertanding, sekaligus memperbarui pengetahuan terkait perkembangan teknik dalam olahraga bela diri Hapkido.

Alfa Maulana Ibrahim, yang akrab disapa Sabem Alfa, peserta sekaligus atlet dan pelatih Hapkido di Jawa Timur menyampaikan bahwa acara ini memberikan banyak manfaat bagi para peserta. Diawali pemanasan dan dilanjutkan dengan materi serta praktik teknik bersama Grandmaster Hapkido beserta para asistennya.

“Alhamdulillah kegiatannya sampai hari ini masih berjalan terus. Kami dibimbing oleh Grandmaster dan asistennya. Sebagai peserta, kami merasa sangat terfasilitasi dengan adanya kegiatan ini,” ujar Alfa.

Ia mengapresiasi Pengurus Daerah Hapkido Jawa Timur yang menjadi salah satu pihak penyelenggara kegiatan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti peserta dari Jawa Timur, tetapi juga dihadiri sejumlah peserta dari luar daerah, termasuk Jakarta.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai menjadi kesempatan penting untuk memperluas jaringan sekaligus bertukar pengalaman antarpraktisi Hapkido. Sebagai tuan rumah, Alfa juga merasa senang dapat menyambut para peserta dari luar Jawa Timur.

Bagi Alfa yang juga berprofesi sebagai pelatih sekaligus atlet, pelatihan semacam ini memiliki arti penting. Ia menilai seorang atlet maupun pelatih harus terus memperbarui kemampuan dan mempelajari teknik-teknik baru agar tidak tertinggal dengan perkembangan Hapkido.

“Buat saya sebagai pelatih dan atlet, kegiatan ini sangat cocok. Kita harus terus mengembangkan skill baru yang sebelumnya belum kita ketahui. Ternyata banyak teknik yang sebelumnya pernah dibahas, sekarang sudah mengalami perubahan dan variasi,” jelasnya.

Ia menyebut perkembangan teknik Hapkido berlangsung cukup cepat. Bahkan, materi yang diperolehnya ketika mengikuti pendidikan dan pelatihan pelatih nasional pada Februari 2026 lalu sudah mengalami sejumlah perkembangan ketika kembali mengikuti kegiatan pada Agustus.

Alfa sendiri baru menyandang sabuk hitam pada Februari 2026. Dalam waktu beberapa bulan, ia menemukan adanya sejumlah perubahan, khususnya pada variasi teknik. Kondisi tersebut justru semakin mendorong dirinya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

“Yang saya pelajari pada Februari ternyata sekarang sudah banyak perubahan. Dari sisi teknik lebih banyak variasinya. Hal-hal seperti itu justru membuat saya semakin semangat berlatih, apalagi saya juga melatih. Sebagai pelatih dan atlet, saya harus selalu update kemampuan,” katanya.

Tidak Sekadar Belajar Teknik

Selain mendapatkan materi teknis, Alfa menilai pengalaman belajar langsung bersama Grandmaster memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai filosofi Hapkido.

Menurutnya, Hapkido tidak hanya berbicara mengenai teknik bela diri, tetapi juga bagaimana seorang Hapkidoin membentuk karakter dan menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau Grandmaster, yang paling mengena bukan hanya kita belajar teknik. Kita juga diajarkan bagaimana menanamkan Hapkido dalam diri. Bukan hanya teknik, tetapi pengalaman dan pengamalan dalam kehidupan,” ungkapnya.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Alfa, juga berkaitan dengan bagaimana seseorang bersikap ketika berinteraksi dengan orang lain, termasuk dalam hubungan antara orang tua dan anak. Karena itu, pembelajaran Hapkido menurutnya dapat menjadi sarana membangun kesadaran dan karakter para praktisinya.

Hapkido Memiliki Teknik yang Mengalir

Alfa juga menjelaskan salah satu keunggulan Hapkido yang menurutnya terletak pada variasi serta rangkaian teknik yang mengalir. Dalam praktiknya, Hapkido memiliki sejumlah unsur teknik yang memiliki kemiripan dengan beberapa seni bela diri lainnya, seperti bantingan dan kuncian.

Namun, Hapkido memiliki prinsip dan karakteristik tersendiri dalam menggabungkan berbagai teknik tersebut. Gerakan dapat berkembang dari satu teknik menuju teknik lainnya, termasuk dari kuncian kemudian dilanjutkan dengan bantingan maupun rangkaian gerakan berikutnya.

“Kalau menurut saya, Hapkido itu sebenarnya bisa menjadi gabungan beberapa teknik. Ada teknik yang mungkin mirip dengan Judo, terutama bantingan, kemudian ada juga unsur yang menyerupai Aikido. Tetapi di Hapkido sendiri variasinya berbeda. Tekniknya mengalir, termasuk kuncian yang bisa dilanjutkan dengan bantingan,” jelas Alfa.

Menurutnya, jika teknik-teknik tersebut terus dilatih dan dirangkai, gerakan Hapkido akan terlihat semakin indah sekaligus efektif sebagai seni bela diri.

Perluasan Hapkido di Jawa Timur

Di sisi lain, Alfa menilai pengenalan Hapkido di Jawa Timur masih perlu diperluas. Saat ini, sosialisasi Hapkido telah berjalan di sejumlah kabupaten dan kota, namun penetrasi ke lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi masih memiliki ruang untuk dikembangkan.

Alfa yang juga merupakan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) turut mengambil bagian dalam upaya memperluas pengenalan Hapkido di lingkungan kampus.

Ia menjadi salah satu penggagas berdirinya unit kegiatan mahasiswa (UKM) Hapkido di UNESA bersama sejumlah rekannya. Kehadiran UKM tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Hapkido kepada lebih banyak mahasiswa.

“Di Jawa Timur pengenalannya masih di masing-masing kabupaten dan kota. Kalau ke sekolah-sekolah, masih perlu diperluas. Kebetulan saya mahasiswa UNESA dan menjadi salah satu pencetus UKM Hapkido di UNESA bersama teman-teman,” tuturnya.

Menurut Alfa, semakin luasnya pengenalan Hapkido juga sejalan dengan perkembangan prestasi cabang olahraga tersebut. Level kompetisi Hapkido di Indonesia, termasuk Jawa Timur, dinilai semakin meningkat.

Hapkido Semakin Diakui dalam Kompetisi Olahraga

Perkembangan Hapkido juga terlihat dari keikutsertaannya dalam berbagai ajang olahraga resmi. Di tingkat Jawa Timur, Hapkido telah masuk dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), yang merupakan multi-event olahraga di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Alfa menyebut pelaksanaan Porprov berikutnya di Jawa Timur akan menjadi momentum penting bagi perkembangan Hapkido karena cabang olahraga tersebut telah beberapa kali mengikuti ajang tersebut.

Sementara di tingkat nasional, Hapkido juga telah masuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Menurut Alfa, Hapkido telah dua kali tampil dalam PON dan direncanakan kembali dipertandingkan pada PON 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Hapkido semakin mendapatkan tempat dalam ekosistem olahraga prestasi di Indonesia.

Bagi Alfa, perkembangan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas atlet dan pelatih. Salah satunya melalui kegiatan seminar, pelatihan, serta pembinaan rutin yang menghadirkan instruktur berpengalaman dan Grandmaster.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga para atlet dan pelatih memiliki kesempatan untuk memperbarui pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan.

“Jawa Timur cukup sering mengadakan kegiatan seperti seminar dan pelatihan. Hampir setiap tahun ada kegiatan. Jadi kami sebagai atlet dan pelatih sangat terbantu karena setiap tahun ada wadah untuk meng-update perubahan teknik maupun perkembangan Hapkido,” pungkas Alfa.

Dengan semakin intensifnya pembinaan, luasnya jaringan antardaerah, serta meningkatnya keikutsertaan Hapkido dalam kompetisi olahraga resmi, perkembangan cabang bela diri tersebut di Jawa Timur diharapkan semakin kuat. Tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga memperluas pemahaman masyarakat mengenai Hapkido sebagai olahraga, seni bela diri, sekaligus sarana pembentukan karakter.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *