SURABAYA – Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Timur periode terbaru resmi dilantik oleh Ketua Umum PB FORKI, Marsekal TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, dalam acara pelantikan yang berlangsung di Grand Empire Palace Hotel Surabaya, Jumat (15/8/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari momentum besar keluarga karate Indonesia yang juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Besar Porbikawa serta Pengurus Porbikawa Jawa Timur.
Usai dilantik, Ketua Umum Pengprov FORKI Jawa Timur, Johanes Koento, menegaskan komitmennya untuk membawa FORKI Jawa Timur menjadi organisasi yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada prestasi.

“Saya ingin membuat FORKI Jawa Timur ke depan lebih baik, baik dalam hal organisasi, prestasi maupun tata kelola organisasi itu sendiri. Sehingga FORKI benar-benar bisa dikelola dengan lebih baik dan lebih transparan,” ujar Johanes Koento.
Menurutnya, tujuan utama organisasi olahraga adalah melahirkan prestasi. Karena itu, kepengurusan yang baru akan fokus membangun sistem pembinaan yang mampu meningkatkan kualitas atlet karate Jawa Timur.
“Ujung dari organisasi olahraga adalah prestasi. Kami akan berupaya menciptakan kondisi yang memungkinkan prestasi karate Jawa Timur menjadi lebih baik dibandingkan masa-masa sebelumnya,” katanya.
Johanes berharap prestasi karate Jawa Timur pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang dapat melampaui capaian yang telah diraih sebelumnya. Ia mengingat kembali keberhasilan kontingen karate Jawa Timur saat dirinya menjadi manajer tim pada PON tahun 2000.
“Waktu saya menjadi manajer pada tahun 2000, Jawa Timur mampu meraih 12 medali emas dari 15 medali emas yang diperebutkan. Harapan saya sederhana, paling tidak prestasi FORKI Jawa Timur ke depan harus lebih baik dibandingkan periode sebelumnya,” ungkapnya.
Dalam menjalankan roda organisasi, Johanes mengaku sengaja membentuk kepengurusan yang lebih ramping dibandingkan banyak provinsi lain. Dengan jumlah pengurus kurang dari 50 orang, ia berharap setiap personel dapat bekerja secara maksimal sesuai bidang masing-masing.
“Penempatan teman-teman di kepengurusan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap dunia karate. Karena itu saya meminta seluruh pengurus bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab sesuai tugas yang diemban. Tidak ada wakil atau pelapis, sehingga setiap bidang benar-benar diisi oleh orang yang siap bekerja untuk kejayaan FORKI Jawa Timur,” tegasnya.
Selain penguatan organisasi, FORKI Jawa Timur juga akan memberikan ruang yang lebih luas bagi para atlet untuk mengembangkan kemampuan melalui peningkatan frekuensi kompetisi.
Johanes mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun 2026 telah terjadwal sedikitnya 12 kejuaraan karate yang akan digelar di berbagai daerah di Jawa Timur, baik tingkat provinsi maupun nasional.
“Mulai sekarang hingga Desember sudah ada sekitar 12 kejuaraan yang siap digelar di Jawa Timur. Bahkan bulan ini saja ada dua kejuaraan. Ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk terus mengasah kemampuan dan meningkatkan prestasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu agenda besar yang akan digelar pada akhir tahun adalah Kejuaraan Karate Piala Gubernur Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
Dengan banyaknya agenda kompetisi tersebut, FORKI Jawa Timur berharap mampu menciptakan atmosfer pembinaan yang lebih kompetitif sekaligus menjadi wadah bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Kami ingin memberikan kesempatan yang luas kepada atlet untuk bertanding. Karena prestasi tidak akan lahir tanpa jam terbang dan pengalaman kompetisi yang cukup. Oleh karena itu, berlatihlah dengan sungguh-sungguh agar target prestasi masing-masing atlet dapat tercapai,” pungkas Johanes Koento.




















Komentar