SURABAYA – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menyampaikan bahwa proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 masih terus berjalan. Hingga saat ini, pemerintah provinsi masih menunggu laporan penetapan calon siswa dari pemerintah kabupaten/kota.
Restu Novi menjelaskan bahwa kewenangan penetapan peserta didik berada di tingkat kabupaten/kota, sedangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bertugas mendorong proses penjaringan agar seluruh kuota yang telah ditetapkan dapat terpenuhi.
“Provinsi tugasnya mendorong penjaringan. Mudah-mudahan seluruh pagu yang tersedia bisa terpenuhi,” ujarnya saat diwawancarai usai menghadiri rapat Paripurna DPRD Jatim Jumat 10 Juli 2026.
Ia menegaskan bahwa sasaran utama penerimaan Sekolah Rakyat tetap mengacu pada keluarga desil 1 sebagai kelompok yang paling diprioritaskan sesuai ketentuan pemerintah.
Saat ini, berbagai persiapan menuju dimulainya tahun ajaran baru juga terus dilakukan. Selain menyelesaikan proses penjaringan siswa, pemerintah bersama Kementerian Sosial tengah mempersiapkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), penyusunan kurikulum, hingga kesiapan tenaga pendidik.
Restu Novi mengatakan, pada 14 Juli 2026 seluruh Sekolah Rakyat dijadwalkan secara serentak melaksanakan cek kesehatan gratis bagi peserta didik baru dan talent DNA sebagai bagian dari pemetaan potensi siswa.
Setelah itu, kegiatan akan dilanjutkan dengan MPLS, sementara program kesamaptaan dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan telah disusun sesuai jadwal. Dinas Sosial kini hanya memastikan seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik di masing-masing daerah.
Meski demikian, Restu Novi mengaku belum dapat menyampaikan jumlah pasti kuota yang telah terisi karena proses penetapan peserta didik masih berlangsung. Ia berharap seluruh kuota penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat di Jawa Timur dapat terpenuhi sebelum tahun ajaran dimulai.


















Komentar