SURABAYA — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur di Jalan Candi Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, Jumat (21/8/2026).

Peresmian gedung yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi pekerja di Jawa Timur. Gedung itu diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat perjuangan, pelayanan, dan kemandirian kaum pekerja.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, H. Ahmad Fauzi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa gedung tersebut berdiri di atas lahan sekitar setengah hektare. Ia menilai perubahan fungsi kawasan itu memiliki makna tersendiri bagi perjalanan organisasi pekerja di Jawa Timur.
“Gedung ini kurang lebih setengah hektare. Gedung setengah hektare ini yang 36 atau 38 tahun lalu menjadi tempat, katakan, premanisme, sekarang berubah,” ujar Fauzi.
Fauzi kemudian menyampaikan penghormatan kepada Kapolri, Gubernur Jawa Timur, jajaran kepolisian, kepala daerah, para pimpinan organisasi masyarakat, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Jawa Timur yang hadir dalam acara tersebut.
Ia menyebut sejumlah pihak yang hadir, di antaranya jajaran Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur serta para pimpinan organisasi dan elemen masyarakat lainnya.
Tegaskan Kekuatan Massa Harus Diiringi Etika
Dalam sambutannya, Fauzi menyinggung besarnya basis massa SPSI di Jawa Timur. Menurutnya, kekuatan massa tersebut merupakan modal organisasi, tetapi harus diiringi dengan sikap bertanggung jawab dalam menyampaikan aspirasi.
Ia menyebut SPSI sebagai salah satu serikat pekerja dengan basis massa besar di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
Meski memiliki kemampuan untuk menggerakkan massa dalam jumlah besar, Fauzi menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak menjadikan kekuatan massa sebagai alat untuk mengancam pemerintah.
“Meski kami berbasis massa, tidak pernah kami mengancam pemerintah. Tidak pernah kami menakut-nakuti pemerintah. Apalagi mengobrak-abrik pemerintah. Etika negosiasi kami kedepankan,” tegasnya.
Fauzi juga mengisahkan perjalanan gerakan buruh di Jawa Timur pada 2002. Ia mengingat kembali peristiwa demonstrasi besar yang berujung pada terbakarnya Gedung Negara Jawa Timur.
Menurut Fauzi, peristiwa tersebut terjadi di tengah kuatnya arus massa dan ketegangan dalam menyampaikan tuntutan kepada pemerintah saat itu. Ia juga menceritakan bahwa dirinya sempat dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian.
Namun, pengalaman tersebut menurutnya menjadi bagian dari perjalanan panjang gerakan pekerja dalam memperjuangkan aspirasi.
Fauzi menegaskan bahwa pengalaman masa lalu tidak boleh menjadi pola perjuangan buruh saat ini. Sebaliknya, organisasi pekerja harus mampu menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha.
Kepemimpinan Buruh Harus Mampu Menjaga Keseimbangan
Dalam sambutannya, Fauzi menggunakan analogi sebuah bus untuk menggambarkan tantangan memimpin organisasi pekerja dengan anggota yang memiliki latar belakang dan kepentingan beragam.
Ia menyebut terdapat anggota yang masih muda dengan idealisme tinggi, tetapi di sisi lain terdapat anggota yang telah berusia lanjut.
Karena itu, seorang pemimpin harus mampu mengendalikan arah organisasi secara bijaksana agar seluruh kelompok dapat berjalan bersama.
“Kami sadar betul, di dalam bus yang kami tumpangi, yang kami kemudikan, ada orang yang berusia 24 tahun dengan idealisme begitu tinggi. Tapi kami sadar pula ada penumpang yang berumur 80 tahun, 90 tahun. Kami harus arif dan bijak,” katanya.
Menurutnya, memimpin organisasi pekerja tidak cukup hanya dengan mengedepankan idealisme. Dibutuhkan pula kemampuan membaca situasi, menjaga keseimbangan, serta memastikan organisasi tetap berjalan dalam koridor perjuangan yang konstruktif.
Gedung Disebut Sebagai yang Terbesar di Asia
Fauzi juga menyinggung besarnya gedung baru DPD SPSI Jawa Timur. Ia menyebut gedung tersebut sebagai salah satu gedung organisasi pekerja terbesar, bahkan menyebutnya sebagai yang terbesar di Asia.
“Jadi kantor sebesar ini, dan ini terbesar se-Asia, Pak Kapolri. Tidak ada yang menandingi kantor sebesar ini,” ujarnya.
Ia menilai besarnya gedung tersebut sejalan dengan besarnya basis massa SPSI di Jawa Timur. Karena itu, keberadaan gedung harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat bagi anggota serta masyarakat.
Fauzi juga mengaitkan kekuatan SPSI dengan posisi Jawa Timur sebagai salah satu wilayah penting dalam perekonomian nasional. Ia menyebut Jawa Timur sebagai “gerbang baru Nusantara”, sebagaimana slogan yang dikaitkannya dengan kepemimpinan Gubernur Jawa Timur.
SPSI Siapkan Klinik dan Unit Usaha
Tidak hanya menjadi kantor organisasi, gedung tersebut juga akan dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kepada anggota.
Fauzi mengungkapkan, pihaknya akan membuka Klinik SPSI di lantai bawah gedung. Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya dapat memberikan dukungan terhadap keberadaan fasilitas tersebut.
“Izin, di lantai bawah kami buka klinik yang namanya Klinik SPSI. Jangan biarkan kami sendiri. Kami menunggu uluran tangan Ibu Gubernur dan Pak Wali Kota,” katanya.
Selain klinik, SPSI juga menyiapkan unit usaha berupa Indomaret SPSI. Fauzi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus memberikan ruang bagi produk-produk UMKM Jawa Timur.
“Di sebelahnya itu ada Indomaret SPSI. Kami juga tidak mau jual diri. Kami tetap berkarya kepada dunia usaha di Jawa Timur. Yang kami jual adalah produk-produk UMKM di Jawa Timur,” ujarnya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa perjuangan organisasi pekerja tidak hanya berkaitan dengan persoalan upah dan hubungan industrial, tetapi juga diarahkan pada penguatan ekonomi anggota dan pelaku UMKM.
Apresiasi untuk Kepolisian dan Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, Fauzi menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Polda Jawa Timur, yang menurutnya turut memberikan perhatian terhadap proses pembangunan gedung tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas kehadiran mereka dalam peresmian gedung.
Fauzi berharap keberadaan gedung tersebut menjadi simbol perubahan gerakan pekerja di Jawa Timur. Dari gerakan yang dahulu kerap diwarnai ketegangan, kini ia ingin SPSI tampil sebagai organisasi yang mampu membangun dialog, memberikan pelayanan, serta menciptakan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Meski kami berbasis massa, kami tetap mengedepankan etika negosiasi. Kami tetap berkarya,” ujarnya.
Ia pun menutup sambutannya dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung berdirinya gedung tersebut.
“Maturnuwun Pak Kapolri. Maturnuwun Pak Kapolda,” ucap Fauzi yang kemudian disambut suasana penuh semangat dari para peserta yang hadir.
Peresmian Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur ini menjadi momentum baru bagi SPSI Jawa Timur untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas kontribusinya melalui pelayanan sosial, kegiatan ekonomi, serta perjuangan perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
Ketua DPD Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, H. Ahmad Fauzi, juga membacakan maklumat perjuangan buruh Indonesia dalam momentum tersebut.
Maklumat tersebut menjadi penegasan sikap dan komitmen organisasi pekerja dalam memperjuangkan perlindungan ketenagakerjaan, kesejahteraan buruh, kebebasan berserikat, hingga pembangunan industri nasional yang berkeadilan.
Dalam pembacaan maklumat, Fauzi menyampaikan bahwa perjuangan buruh harus dilakukan melalui koalisi besar kaum buruh Indonesia yang terdiri atas berbagai konfederasi dan federasi serikat pekerja atau serikat buruh.
“Koalisi besar perjuangan buruh Indonesia adalah kaum buruh Indonesia dari konfederasi dan federasi serikat pekerja, serikat buruh yang berjuang untuk mengawal lahirnya undang-undang perlindungan ketenagakerjaan yang bermartabat dan berkemanusiaan, guna mewujudkan hubungan industrial yang harmonis,” ujar Fauzi.
Maklumat tersebut memuat lima poin utama perjuangan kaum buruh.
Satu, koalisi besar perjuangan buruh Indonesia adalah kaum buruh Indonesia dari konfederasi dan federasi serikat pekerja/serikat buruh yang berjuang untuk mengawal lahirnya undang-undang perlindungan ketenagakerjaan yang bermartabat kemanusiaan guna hubungan industrial yang harmonis.
Dua, berjuang mewujudkan pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan, meliputi upah layak, kepastian kerja, kondisi dan syarat kerja sesuai perundang-undangan yang berlaku.
Tiga, menjaga demokrasi, kebebasan berserikat dan kekuatan kolektif kaum buruh yang setara dengan seluruh elemen bangsa-bangsa lain.
Empat, memperjuangkan dan mewujudkan jaminan sosial sepanjang hayat untuk seluruh rakyat Indonesia.
Lima, berjuang untuk terwujudnya pembangunan dan memajukan industrialisasi nasional yang kuat, mandiri, berdaya saing dan berkeadilan sosial.
Hidup buruh!




















Komentar