TOUNA, Central asia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas kurang lebih 20 hektar melanda kawasan Desa Buyuntaripa Padabangke, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (16/8) petang tersebut kini berhasil dipadamkan berkat kesigapan tim gabungan bersama masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, insiden ini diterima pada Senin (17/8) pukul 07.17 WITA.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si., melalui keterangan tertulisnya menjelaskan kronologi kejadian. Berdasarkan keterangan warga setempat, api pertama kali muncul pada Minggu (16/8) sekitar pukul 18.30 WITA.
“Api diduga berasal dari sisa kayu perapian pengunjung yang berkemah tanpa sepengetahuan pemerintah setempat, di mana mereka meninggalkan lokasi dalam kondisi api masih menyala,” ujar Asbudianto, Senin (17/8).
Penanganan Cepat dan Situasi Terkini Merespons laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulteng bersama BPBD Kabupaten Tojo Una-Una langsung bergerak cepat ke lokasi. Langkah-langkah penanganan yang telah dilaksanakan meliputi Melakukan assessment atau kaji cepat di lokasi kejadian.
Berkoordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Tojo Una-Una.Melakukan pemadaman dini secara gotong royong melalui tim gabungan yang terdiri dari unsur Pemadam Kebakaran, Polsek Tojo, Camat Tojo, Satpol PP Tojo, serta aparat desa dan masyarakat Desa Buyuntaripa Padabangke.
Berkat kerja sama cepat antarlini, api saat ini telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.Dampak dan Kebutuhan MendesakPihak Pusdalops memastikan bahwa insiden karhutla ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsi. Kendati demikian, kerugian materiel tercatat pada lahan dan hutan yang terdampak seluas kurang lebih 20 hektar.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, BPBD mencatat adanya kebutuhan mendesak berupa penyediaan peralatan mobile pemadaman karhutla yang lebih memadai bagi tim di lapangan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, melalui koordinasi lintas sektor bersama Gubernur Sulteng, Wakil Gubernur Sulteng, Ketua DPRD Prov. Sulteng, Sekda Prov. Sulteng, hingga jajaran terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Pangan, dan Dinas Kehutanan, terus memantau situasi ini guna memastikan kelestarian lingkungan dan mitigasi bencana di Bumi Maleo tetap berjalan optimal. (Red)
















Komentar