SURABAYA – SURABAYA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Berkat capaian penanganan kegiatan non-yustisi yang mencapai 10.896 kegiatan hingga September 2026, Satpol PP Jatim menerima penghargaan dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sebagai salah satu yang terbaik dalam pelaksanaan kegiatan non-yustisi.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Dr. Andik Fadjar Tjahjono, Drs., M.Si., dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS) Tahun 2026 yang digelar di Aula Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada 10 September 2026. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol. Syahardiantono.
Sekretaris Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Dr. Lilik Herawati, S.P., M.M., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya milik Satpol PP Provinsi Jawa Timur, melainkan hasil kerja bersama seluruh jajaran Satpol PP kabupaten dan kota se-Jawa Timur dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas).
Dari jumlah kegiatan non-yustisi pada tahun 2026 hingga September telah melampaui capaian sepanjang tahun 2025. Jika pada 2025 tercatat sebanyak 10.849 kegiatan, maka pada tahun ini jumlahnya telah mencapai 10.896 kegiatan. Seluruh data tersebut direkap melalui Sistem Jaga Lindungi Masyarakat Jawa Timur (Sijaiinmaja), sebuah platform digital yang mendukung pelaporan dan pemantauan penanganan ketenteraman dan ketertiban umum di Jawa Timur.
“Penghargaan yang diberikan oleh Bareskrim ini merupakan penghargaan yang kami terima untuk kinerja Satpol PP seluruh Jawa Timur. Di dalamnya ada kontribusi dan kerja keras Satpol PP kabupaten dan kota. Penghargaan ini tidak membuat kami berpuas diri, justru menjadi tantangan untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jawa Timur,” ujar Lilik.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pemanfaatan inovasi digital melalui Sistem Jaga Lindungi Masyarakat Jawa Timur (Sejahlin Maja) yang menjadi sarana koordinasi dan sinergi antara Satpol PP Provinsi Jawa Timur dengan Satpol PP kabupaten dan kota.
Melalui sistem tersebut, berbagai laporan maupun pengaduan terkait gangguan ketenteraman dan ketertiban umum dapat diterima, diverifikasi, dan ditindaklanjuti secara lebih cepat dan terintegrasi. Setiap informasi yang masuk terlebih dahulu dilakukan validasi untuk memastikan akurasi data sebelum ditangani oleh petugas di lapangan.
“Melalui sistem Jaga Lindungi Masyarakat Jawa Timur, kami dapat melakukan koordinasi dan sinergi secara digital terkait penyelenggaraan Trantibumlinmas. Harapannya, seluruh kabupaten dan kota terus bersinergi sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.
Lilik menjelaskan, tantangan terbesar dalam penyelenggaraan Trantibumlinmas saat ini tidak hanya terletak pada penanganan pelanggaran, tetapi juga pada aspek komunikasi dan edukasi kepada masyarakat. Masih banyak warga yang belum memahami secara menyeluruh hak dan kewajiban mereka dalam memanfaatkan fasilitas publik maupun mematuhi berbagai regulasi daerah.
Karena itu, Satpol PP Jawa Timur terus mendorong sosialisasi peraturan daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai aturan yang berlaku. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum dapat ditekan.
“Harapan kami, semakin banyak kegiatan penyelenggaraan Trantibumlinmas yang dilakukan, maka angka gangguan ketenteraman dan ketertiban umum di Jawa Timur juga dapat semakin menurun,” ujarnya.
Selain itu, penghargaan tersebut juga dipersembahkan untuk seluruh personel Satpol PP di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang telah bekerja keras menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat di berbagai wilayah Jawa Timur.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Satpol PP kabupaten/kota dan provinsi yang telah bersama-sama berkontribusi dalam penyelenggaraan Trantibumlinmas di Jawa Timur,” pungkasnya.
Penghargaan dari Bareskrim Polri ini menjadi bukti komitmen Satpol PP Jawa Timur dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif, profesional, dan berbasis kolaborasi guna mewujudkan ketenteraman dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur.














Komentar