Surabaya- Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin, turut memeriahkan kegiatan jalan sehat dan senam bersama yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) dalam rangka Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR, Minggu (9/8/2026). Kehadiran Rektor UNAIR menjadi penyemangat tersendiri bagi ribuan peserta yang terdiri dari Civitas Akademika, alumni, dan masyarakat sekitar kampus.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Madyan menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang FEB UNAIR yang telah memasuki usia ke-65 tahun. Menurutnya, usia tersebut merupakan fase kematangan bagi sebuah institusi pendidikan untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Usia 65 tahun merupakan usia yang cukup matang. Kami berharap FEB UNAIR terus bergerak sesuai tema Dies Natalis tahun ini, yakni Berkarya, Berdampak, dan Mendunia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, semangat berkarya harus diwujudkan melalui berbagai inovasi, penelitian, dan karya akademik yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hasil-hasil karya yang dihasilkan sivitas akademika FEB UNAIR diharapkan tidak hanya menjadi konsumsi kalangan akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Sementara itu, makna “berdampak” menurut Prof. Madyan adalah bagaimana setiap aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang dilakukan FEB UNAIR mampu memberikan pengaruh positif bagi kehidupan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global.
“Ketika kita berbicara berdampak, maka dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia. Karena itu tema berdampak sangat erat kaitannya dengan semangat mendunia,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Madyan mengungkapkan bahwa FEB UNAIR telah menunjukkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional maupun internasional. Berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings by Subject, program studi yang berada di bawah naungan FEB UNAIR berhasil menempati posisi unggul di Indonesia.
“Kita patut bersyukur karena Universitas Airlangga dan FEB terus bergerak maju.
Dalam QS World University Rankings 2027, Universitas Airlangga berada pada peringkat #276 dunia, meningkat dari #287 pada tahun sebelumnya. Di bidang yang relevan dengan FEB, QS by Subject 2026 menempatkan
Economics & Econometrics FEB UNAIR pada peringkat #197 dunia dan #2 di
Indonesia. Sementara Accounting & Finance berada pada kelompok #151–200 dunia dan #2 di Indonesia. Adapun Business & Management Studies berada pada kelompok #301–350 dunia dan #4 di Indonesia”. Terangnya
Lanjut Prof Madyan bahwa Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi FEB UNAIR untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Dirinya berharap FEB UNAIR semakin dikenal di dunia internasional. Saat ini Universitas Airlangga terus memperkuat kolaborasi global dengan berbagai universitas terkemuka di dunia dan FEB menjadi salah satu fakultas yang aktif mengembangkan kerja sama tersebut.
Kerja sama internasional yang terus berkembang itu diwujudkan melalui berbagai program seperti double degree, student inbound dan student outbound yang menunjukkan semakin tingginya mobilitas akademik mahasiswa dan dosen FEB UNAIR di tingkat global.
Selain menyoroti capaian akademik, Prof. Madyan juga memberikan apresiasi terhadap peran alumni FEB UNAIR yang dinilainya sangat besar dalam mendukung kemajuan fakultas maupun universitas.
Ia mengungkapkan bahwa antusiasme alumni sudah terlihat sejak rangkaian kegiatan Dies Natalis yang dimulai beberapa hari sebelumnya, termasuk saat penyelenggaraan gala dinner yang dihadiri alumni dari berbagai daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah, para alumni sangat antusias. Pada acara gala dinner seluruh meja terisi penuh dan mereka datang dari berbagai kota di Indonesia untuk ikut merayakan Dies Natalis FEB UNAIR,” tuturnya.
Tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, alumni FEB UNAIR juga aktif berbagi pengalaman melalui program alumni mengajar dan berbagai kegiatan berbagi wawasan kepada mahasiswa. Menurut Prof. Madyan, kehadiran alumni di lingkungan kampus mampu menjembatani kebutuhan dunia industri dengan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa.
“Melalui alumni mengajar dan alumni sharing, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai kebutuhan dunia kerja sehingga kesenjangan antara kampus dan industri dapat diperkecil,” katanya.
Lebih dari itu, sejumlah alumni juga memberikan kontribusi melalui program wakaf pendidikan dan bantuan beasiswa bagi mahasiswa. Dukungan tersebut dinilai sangat penting mengingat UNAIR berkomitmen memberikan akses pendidikan kepada mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi.
Prof. Madyan menjelaskan bahwa setiap tahun sekitar 20 persen mahasiswa yang diterima di UNAIR berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, universitas terus berupaya menghadirkan berbagai skema bantuan agar mahasiswa tetap dapat menyelesaikan pendidikan tanpa terkendala masalah biaya.
“Kami memiliki prinsip bahwa tidak boleh ada mahasiswa Universitas Airlangga yang putus kuliah atau drop out karena persoalan ekonomi,” tegasnya.
Menurutnya, apabila terdapat mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial selama masa studi, UNAIR melalui Pusat Pengelolaan Dana Sosial (PUSPAS), Direktorat Keuangan, serta berbagai program bantuan pendidikan akan memberikan pendampingan dan solusi sesuai kondisi yang dihadapi mahasiswa.
Universitas juga membuka kesempatan penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terbukti mengalami perubahan kondisi ekonomi. Selain itu, mahasiswa berprestasi juga didorong untuk memperoleh berbagai beasiswa yang disediakan mitra, perusahaan, maupun lembaga donor.
“Sedapat mungkin kami akan membantu. Jika ada mahasiswa yang benar-benar mengalami kesulitan ekonomi, kami akan mencarikan solusi, baik melalui penyesuaian UKT maupun bantuan beasiswa. Yang terpenting, mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan dengan baik,” ujarnya.
Melalui momentum Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR, Prof. Madyan berharap fakultas tersebut terus berkembang menjadi institusi pendidikan ekonomi dan bisnis yang unggul, inovatif, berdampak bagi masyarakat, serta semakin diakui di tingkat internasional.
Perayaan Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR yang diwarnai kegiatan jalan sehat dan senam bersama tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara Civitas Academica, alumni, mitra, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdaya saing global.
Di tengah kemeriahan perayaan Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR, fakultas juga memberikan apresiasi khusus kepada para tenaga kependidikan dan dosen yang selama ini menunjukkan dedikasi serta pengabdian dalam mendukung kemajuan institusi.
Sebagai bentuk penghargaan tersebut, dua tenaga kependidikan FEB UNAIR memperoleh kesempatan untuk menunaikan ibadah Umrah. Eko Susanto menerima hadiah Umrah yang diberikan oleh Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin. Sementara itu, Arifa Agustin menerima hadiah Umrah dari Direktur Keuangan PT Sinergi Property Pratama, Aji Suprayogo.
Pemberian hadiah Umrah ini merupakan wujud apresiasi atas loyalitas, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan para tenaga kependidikan dalam mendukung berbagai aktivitas akademik maupun nonakademik di lingkungan FEB UNAIR. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian institusi terhadap insan-insan yang selama ini berperan penting di balik berbagai capaian dan prestasi fakultas.
Selain sebagai penghargaan atas dedikasi, program apresiasi ini juga menjadi motivasi bagi seluruh civitas academica untuk terus memberikan kinerja terbaik dalam mendukung visi FEB UNAIR sebagai fakultas yang unggul, berdampak, dan berdaya saing global.
Pada momentum Dies Natalis ke-65 ini, FEB UNAIR menegaskan bahwa keberhasilan dan kemajuan fakultas tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik, tetapi juga oleh kontribusi seluruh elemen, baik dosen maupun tenaga kependidikan. Karena itu, penghargaan yang diberikan kepada tenaga kependidikan dan dosen menjadi simbol penghormatan atas pengabdian yang telah mereka berikan bagi perkembangan FEB UNAIR selama ini.














Komentar