PALU, Central.asia – Gerakan Pramuka di Sulawesi Tengah kini punya peran baru dalam mengawal demokrasi. Melalui Satuan Karya Adhyasta Pemilu, anggota Pramuka diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan, tetapi juga menjadi pelopor dalam mengawal proses demokrasi.
Demikian harapan Gubernur yang disampaikan oleh Plt Asisten Administrasi Umum Drs. H. Abdul Raaf Malik, M.Si dalam pelantikan dan pengukuhan Pengurus Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya (Mabisaka dan Pinsaka) Adhyasta Pemilu Gerakan Pramuka Sulteng di Gedung Pogombo, Senin siang (10/8).
Menurut Plt Asisten Abdul Raaf Malik, pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen termasuk pramuka agar proses demokrasi berjalan jujur, adil, transparan dan berintegritas.
“Kami berharap Saka Adhyasta Pemilu dapat menjadi salah satu wadah untuk melahirkan generasi muda Sulawesi Tengah yang cerdas berdemokrasi,” ucapnya.
Sementara Ketua Bawaslu Sulteng Nasrun yang dilantik sebagai Ketua Mabisaka Adhyasta Pemilu Provinsi Sulteng menuturkan, pembentukan Saka ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu memperluas pendidikan politik bagi generasi muda.
“Khususnya bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega yang menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029,” ungkapnya agar generasi muda makin memahami pentingnya menjaga proses demokrasi sejak awal.
Pelantikan Pengurus Mabisaka dan Pinsaka Adhyasta Pemilu tersebut dilakukan oleh Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sulteng yang diwakili Kepala Bidang Kesakaan Fransiska.Kegiatan dihadiri pula oleh para Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka, Ketua Bawaslu kabupaten kota terdekat dan perwakilan Saka Gerakan Pramuka Sulteng. (Red)















Komentar