SURABAYA — Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, Dr. Hj. Laili Abidah, S.Ag., M.M., menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar 27-31 Agustus 2026 · Jombang, Jawa Timur. Ia berharap agenda besar organisasi tersebut dapat berjalan lancar serta menghasilkan kepemimpinan terbaik bagi NU.
Laili yang juga merupakan Wakil Ketua Cabang Muslimat NU Bangil, Pasuruan tersebut mengatakan, Muktamar NU diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang bijaksana, sekaligus menjadi pengayom bagi seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat secara luas.
“Harapannya semoga Muktamar bisa berjalan lancar seperti yang diharapkan dan menghasilkan pemimpin yang bijaksana, serta menjadi pengayom seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta dan warga Nahdliyin untuk mengedepankan semangat perjuangan serta memilih sosok terbaik secara proporsional demi kemajuan NU ke depan.
Menurut Laili , Muktamar bukan sekadar momentum pergantian atau pemilihan kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat arah perjuangan organisasi. Karena itu, ia berharap seluruh proses dapat berjalan dengan semangat persatuan dan mengutamakan kepentingan NU secara keseluruhan.
“Terus semangat dalam memperjuangkan yang terbaik. Tentunya memilih yang terbaik secara proporsional agar NU menjadi lebih baik,” katanya.
Lebih jauh, Laili berharap NU sebagai organisasi besar dapat terus menjadi salah satu tonggak perjuangan masyarakat sekaligus berkontribusi dalam mendukung program-program pemerintah, termasuk program Presiden.
Namun, menurutnya, kontribusi tersebut perlu dibarengi dengan penguatan nilai-nilai spiritual. Baginya, pembangunan dan perjuangan tidak cukup hanya mengandalkan program secara umum, tetapi harus memiliki landasan iman dan spiritualitas yang kuat.
“NU sebagai organisasi yang besar tentunya kita sangat berharap bisa menjadi tonggak dalam sebuah perjuangan dan mendorong program-program Bapak Presiden. Bukan hanya program secara umum, tetapi dikolaborasikan dengan spiritual yang baik,” tuturnya.
Laili menilai kekuatan iman memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan menjaga seseorang agar tetap berada pada jalan perjuangan yang benar. Ketika nilai spiritual dan keimanan kuat, kata dia, sikap maupun perbuatan seseorang akan lebih terjaga.
Karena itu, ia berharap penguatan iman dapat menjadi bagian penting dalam perjuangan NU ke depan. Menurutnya, sebesar apa pun perjuangan yang dilakukan, akan kehilangan makna apabila tidak dibarengi dengan kekuatan iman.
“Bagaimana memperkuat iman dalam sebuah perjuangan. Apa pun yang dilakukan, kalau imannya tidak kuat, sama saja. Jadi imannya harus kuat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya NU untuk tetap berpegang pada tujuan dan garis perjuangan organisasi. Menurut Laili, prinsip tersebut menjadi bagian penting agar NU tetap berada pada jalur perjuangan yang lurus dan sesuai dengan cita-cita awal organisasi.
“Bagaimana agar NU sesuai khittoh perjuangan seperti para ulama terdahulu,” pungkasnya.
Muktamar NU diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat peran NU dalam kehidupan kebangsaan, keumatan, serta pembangunan masyarakat. Laili pun berharap seluruh rangkaian Muktamar dapat berlangsung dengan lancar, damai, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan NU.



















Komentar