SURABAYA – Penguatan kerja sama antara dunia keinsinyuran dan sektor industri menjadi salah satu fokus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur masa bakti 2026–2029.
Dalam kepengurusan yang dipimpin Ketua PII Jawa Timur, Gentur Prihantono Sandjoyo Putro, Dr. Ari Primantara, ST., M.MT., IPU, dipercaya menjadi salah satu anggota Komite Kerja Sama, Hilirisasi dan Hubungan Industri.
Komite tersebut diketuai oleh Ir. Erika Silva, S.T., dengan anggota lainnya Ir. Apoleus Karo-Karo, ST., IPM, Ir. Ahmad Muntaha, ST, Hari Santoso, ST., M.M., IAI, serta Prof. Dr. Ridho Bayu Aji, ST., MT., Ph.D., IPM, Asean Eng.
Keterlibatan Dr. Ari Primantara dalam komite tersebut dinilai strategis untuk memperkuat hubungan antara PII dengan dunia industri, perguruan tinggi, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong hilirisasi keahlian dan inovasi keinsinyuran.
Ketua PII Jawa Timur Gentur Prihantono Sandjoyo Putro mengatakan, PII Jatim pada masa bakti 2026–2029 akan memperkuat pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi anggota, serta sinergi dengan pemerintah, organisasi, badan usaha, dan perusahaan di Jawa Timur.
“Program inti 2026–2029 di Jawa Timur salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat, penguatan anggota, dan membangun sinergi dengan pemerintah maupun organisasi, badan, serta perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Timur,” ujar Gentur.
Menurut Gentur, para insinyur memiliki peran penting dalam memberikan alternatif solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan, termasuk sektor industri dan jasa konstruksi.
“Kerja-kerja insinyur secara terkini akan memberikan alternatif solusi atas beberapa pembangunan industri dan jasa konstruksi yang dihadapi oleh Pemprov Jatim,” katanya.
Melalui Komite Kerja Sama, Hilirisasi dan Hubungan Industri, PII Jatim berupaya memastikan kompetensi para insinyur dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan diskusi dan seminar, tetapi berlanjut pada penelitian, inovasi, serta penerapan teknologi yang dapat diimplementasikan.
Gentur menegaskan, anggota PII Jatim selama ini tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, perbankan, konsultan, kontraktor, hingga dunia industri. Potensi tersebut menjadi kekuatan besar untuk membangun kerja sama lintas sektor.
“Penelitian yang dilakukan bukan hanya penelitian, tetapi penelitian yang bisa diimplementasikan,” tegasnya.
Dengan bergabungnya Dr. Ari Primantara dalam Komite Kerja Sama, Hilirisasi dan Hubungan Industri, PII Jawa Timur diharapkan semakin kuat dalam membangun jembatan antara keahlian profesional para insinyur, kebutuhan industri, serta agenda pembangunan daerah.
Langkah tersebut sejalan dengan visi PII Jatim untuk memperkuat kontribusi insinyur dalam pembangunan Jawa Timur melalui kolaborasi, inovasi, dan hilirisasi teknologi.



















Komentar