oleh

Dugaan Pelanggaran Spesifikasi dan Abaikan K3, Proyek Revitalisasi SMAN 1 Saradan Senilai Rp2 Miliar Disorot

banner 468x60

Madiun Media Central – Proyek revitalisasi SMAN 1 Saradan, Kabupaten Madiun, mendadak jadi sorotan tajam. Meski total anggaran yang dikucurkan mencapai angka fantastis sebesar Rp2 Miliar (terbagi dalam 6 papan informasi proyek dengan nominal yang berbeda-beda)hasil pengerjaan di lapangan diduga kuat menyimpang dari spesifikasi teknis dan RAB.

Berdasarkan pantauan langsung pada Kamis (20/8/2026), sejumlah material konstruksi terpasang tak layak. Pada bagian belakang atap gedung kelas, penggunaan kayu blandar terkesan asal-asalan untuk mengejar presisi. Selain itu, kerapatan baja ringan (usuk) bagian belakang jauh di bawah standar, bertolak belakang dengan pemasangan di sisi depan. Dugaan penggunaan material bekas juga menguat pada genteng yang ditengarai hanya dipoles cat ulang.

banner 336x280

Masalah konstruksi juga terlihat pada pengecoran dak gedung depan yang kurang presisi akibat tiang penyangga yang terlampau lebar.

Di tengah bergulirnya sorotan mengenai pengerjaan fisik proyek tersebut, salah satu mandor di lokasi mengungkapkan bahwa pengelolaan tiap item pembangunan dipisah dan ditangani oleh pihak yang berbeda-beda. Ia menyebut koordinasi pekerjaan berada di bawah kendali kepala sekolah.

“Memang dari semua pembangunan (item) dipegang beda-beda mandor. Koridor semua di kepala sekolah, dalam hal ini dicarikan orang-orang yang ahli (masing-masing item),” ucap salah satu mandor yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi keselamatan kerja, para buruh ditemukan bekerja tanpa dilindungi Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti helm dan sepatu keselamatan. Hal ini berpotensi melanggar UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Hingga saat ini, pihak Kepala SMAN 1 Saradan belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai temuan kejanggalan tersebut. (Ty)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *