oleh

Gubernur Khofifah Pantau Langsung Servis Motor Gratis di SMK Islam Krembung, Sidoarjo, Sambut HUT ke-81 Jatim

banner 468x60

SIDOARjO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan program servis sepeda motor gratis di SMK Islam Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus upaya memperkuat pendidikan vokasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan tersebut dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan 350 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Sebanyak 8.100 sepeda motor ditargetkan memperoleh layanan perawatan gratis dari sekolah-sekolah peserta.

banner 336x280

Dalam kunjungannya, Khofifah mengapresiasi keterampilan siswa SMK yang terlibat langsung dalam pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, program tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran di sekolah kejuruan dapat diterapkan secara konkret untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Khofifah menilai, peringatan hari jadi provinsi tidak semata-mata menjadi agenda seremonial, tetapi juga harus menghadirkan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Pendidikan vokasi, khususnya bidang otomotif, memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja.

Melalui program servis gratis, siswa tidak hanya berlatih mengerjakan perawatan kendaraan, tetapi juga memperoleh pengalaman menghadapi kebutuhan pelanggan, menerapkan prosedur kerja, serta membangun sikap profesional.

Kegiatan tersebut sejalan dengan program Nawa Bhakti Satya melalui Jatim Cerdas: Pendidikan Berdampak. Pendekatan ini mendorong satuan pendidikan agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menghasilkan keterampilan yang relevan dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Libatkan Siswa dan Dunia Industri

Pelaksanaan servis gratis di SMK Islam Krembung memperlihatkan kolaborasi antara siswa, guru, dan tenaga profesional dari dunia usaha serta dunia industri. Siswa yang memiliki konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) mendapatkan kesempatan menerapkan kompetensi yang dipelajari di sekolah dalam situasi pelayanan nyata.

Keterlibatan industri menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa keterampilan yang dikuasai siswa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Selain kemampuan teknis, siswa juga dapat belajar mengenai ketelitian, kedisiplinan, keselamatan kerja, dan komunikasi dengan pemilik kendaraan.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan sepeda motor, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta didik.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap pola pembelajaran yang melibatkan masyarakat dan mitra industri dapat terus dikembangkan agar lulusan SMK memiliki pengalaman praktik yang semakin kuat.

Layanan Perawatan Kendaraan Tanpa Biaya

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa layanan yang diberikan dalam program tersebut mencakup servis ringan dan penyetelan atau tune-up kendaraan.

Sejumlah sekolah peserta juga menyediakan dukungan tambahan berupa oli gratis dan pencucian sepeda motor. Bentuk layanan tambahan tersebut menyesuaikan dukungan yang tersedia di masing-masing sekolah.

Adapun pemeriksaan kendaraan mencakup sejumlah komponen penting, antara lain sistem pengereman, kondisi ban, rantai, busi, lampu dan kelistrikan, serta filter udara. Petugas juga dapat melakukan penyetelan ringan dan pembersihan komponen sesuai kebutuhan kendaraan.

Pemeriksaan tersebut diharapkan membantu masyarakat mengetahui kondisi dasar kendaraannya dan melakukan perawatan yang diperlukan. Meski demikian, perbaikan yang membutuhkan penggantian komponen atau pekerjaan berat berada di luar cakupan servis ringan dan bergantung pada fasilitas masing-masing bengkel sekolah.

Program ini sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa bengkel praktik SMK dapat menjadi sarana pembelajaran produktif yang berkontribusi terhadap kebutuhan publik.

Potensi Besar Pendidikan Otomotif Jawa Timur

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tahun ajaran 2026/2027, terdapat 426 SMK yang memiliki konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor. Jumlah tersebut terdiri atas 97 SMK negeri dan 329 SMK swasta, dengan total 57.094 siswa.

Dari keseluruhan sekolah tersebut, sebanyak 350 SMK berpartisipasi dalam program servis gratis untuk menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Peserta kegiatan terdiri atas 97 SMK negeri dan 253 SMK swasta.

Besarnya jumlah sekolah dan peserta didik pada bidang otomotif memperlihatkan potensi pendidikan vokasi Jawa Timur dalam mendukung pengembangan tenaga kerja terampil.

Keterlibatan puluhan ribu siswa dalam ekosistem pendidikan otomotif juga membuka peluang untuk memperkuat hubungan antara sekolah, industri, dan masyarakat. Pengalaman praktik semacam ini dapat menjadi bekal bagi siswa ketika memasuki dunia usaha, bekerja di bengkel profesional, maupun mengembangkan usaha mandiri.

Melalui kolaborasi tersebut, sekolah diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kecakapan teknis dan pengalaman pelayanan.

Momentum Hari Jadi untuk Memperluas Manfaat Pendidikan

Penyelenggaraan servis motor gratis menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kompetensi sekolah untuk kepentingan masyarakat. Di satu sisi, warga memperoleh kesempatan merawat kendaraan tanpa mengeluarkan biaya untuk layanan yang disediakan. Di sisi lain, siswa mendapatkan pengalaman praktik yang mendukung kesiapan kerja.

Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan pendidikan yang berorientasi pada hasil dan manfaat sosial.

Khofifah mengapresiasi seluruh sekolah, guru, siswa, serta mitra industri yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Sinergi berbagai pihak dinilai penting agar pendidikan kejuruan dapat terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Melalui program yang digelar menjelang peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur pada 12 Oktober 2026 ini, Pemprov Jatim mendorong agar kemampuan siswa SMK semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Program servis gratis tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak berhenti di ruang kelas atau bengkel praktik, melainkan dapat hadir sebagai bagian dari solusi atas kebutuhan sehari-hari masyarakat.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *