PALU, Central.asia – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengadopsi ketelitian ilmu tartil Al-Qur’an ke dalam etos kerja sehari-hari. Langkah ini dinilai menjadi kunci penting dalam pencegahan korupsi serta peningkatan kualitas Pelayanan Publik.
Harapan tersebut disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulteng, Sitti Asma Ul Husna Syah, saat melepas Kafilah Sulteng menuju MTQ KORPRI Tingkat Nasional VIII Tahun 2026 di Lobi Kantor Gubernur, Palu, Jumat (21/8/2026) sore.
“Prinsip ilmu tartil yang menekankan ketelitian dalam menjaga hukum bacaan Al-Qur’an sangat relevan dengan nilai ASN BerAKHLAK. Jika diadopsi, ASN akan lebih amanah mengemban jabatan, cermat mengelola anggaran, adil menyusun kebijakan, dan ikhlas melayani masyarakat,” ujar Sitti Asma.
Ia menambahkan, momentum MTQ ini selaras dengan program unggulan daerah “Sulteng Mengaji” yang menjadi pilar program “BERANI Berkah”. Program ini dirancang untuk membangun jiwa spiritualitas sekaligus profesionalisme ASN di lingkungan Pemprov Sulteng.
Siap Berlaga di Delapan Cabang Lomba Dalam ajang nasional yang berlangsung di Sulawesi Selatan pada 23–30 Agustus 2026 mendatang, Kafilah Sulteng menerjunkan kontingen terbaiknya untuk bertanding
Ada delapan cabang lomba Tartil Al-Qur’an, Tilawah Putra & Putri, Kaligrafi Dekorasi Putra & Putri, Lomba Adzan, Lomba Doa, Lomba Dakwah Pelepasan kafilah ditandai dengan penyerahan simbolis atribut dari Kepala BKD Sulteng kepada Ketua Kafilah Sulteng, Mohammad Syarif Zamrud, yang disaksikan langsung oleh Ketua Dewan Pengurus KORPRI Sulteng, Abdul Raaf Malik.
Melalui pelepasan ini, Pemprov Sulteng berharap kontingen daerah tidak hanya membawa pulang piala kemenangan, tetapi juga mampu menginspirasi transformasi etos kerja ASN yang transparan dan akuntabel sekembalinya ke daerah. (Red)



















Komentar